
Hari ini Alan sudah bertekad akan mencari tau tentang istrinya. rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh sang istri.
"Ma, Nia berangkat dulu" pamit Nia pada bu Indah
"Iya hati-hati" jawab Bu Indah singkat
"Nana, mama kerja dulu, Nana sama nenek ya" Nia mencium kening Nana
Dret.. dret..
Pesan masuk dari Dokter Sigit dihape Nia
Nia yang baru saja sampai rumah sakit duduk dan membuka pesan
"(Sayang, aku kangen)" Chat Dokter Sigit
"(Seperti untuk sementara kita jangan ketemu dulu ya mas. kemarin aku bertemu temanku ternyata temanku suy mengetahui hubungan kita)" balas dari Nia
"(Lalu bagaimana jika aku merindukanmu)"
"(Hanya sementara saja kok, sampai aku bisa memastikan kalau temanku tidak akan menceritakan pada siapapun tentang apa yang diketahui)" Nia mengakhiri chatnya.
***
"Brengs*k" Alan menggebrak meja hingga semua rekan kerja mengarahkan pandangan pada dirinya.
"Kamu kenapa brow?" tanya Diki rekan kerjanya yang kaget mendengar Alan menggebrak meja
"Sorry, sorry" ucap Alan mengangkat tangannya
Alan menahan emosi yang memuncak didadanya. ingin rasanya dia langsung bertanya pada Nia tapi sekuat hati Alan berusaha menahannya. Alan ingin membuktikan secara langsung.
"Astaghfirullah" Gumam Alan meremas rambutnya
Alan keluar dari ruangannya dan menyalakan moge nya. Alan yang hatinya berkecamuk mengendarai moge nya dengan kecepatan tinggi. sesampainya di depan rumah sakit, Alan menghentikan moge nya dan menatap rumah sakit.
"Jadi selama ini kamu menghianati aku? kamu menuduhku, tapi didepanku seolah-olah kamu menyalahkan aku dan menuduh aku yang berselingkuh. keterlaluan kamu Nia" gumam Alan memandang Rumah sakit tempat Nia bekerja.
Puas menatap rumah sakit Alan kembali pulang kerumah nya.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam. kamu kok tumben jam segini udah pulang? apa ada yang ketinggalan?" tanya Bu Indah
"Tidak ada ma, hanya kangen sama Nana. ingin bermain dengan Nana." ucap Alan menggendong putrinya
"Papa akan merawat kamu Sayang, papa pastikan kamu akan tumbuh dengan baik dan tidak akan kekurangan kasih sayang" batin Alan menciumi putrinya
"Ada apa dengan Alan? kenapa aku merasa ada beban yang berat yang sedang dipikulnya" batin Bu Indah.
Sebagai seorang ibu, tentu saja Bu Indah mempunyai insting yang sangat kuat dengan Alan.
__ADS_1
"Lan, apa kamu sedang ada masalah?" tanya Bu Indah
"Tidak ma, Alan baik-baik saja" jawab Alan menutupi yang kebenarannya. Alan belum bisa menceritakan yang sebenarnya pada siapapun karena Alan ingin membuktikan dulu secara langsung kebenarannya.
Alan pergi kekamarnya. menjatuhkan tubuhnya diranjang dan menatap langit-langit seraya berpikir langkah apa yang harus diambil jika memang benar Nia berselingkuh.
Disisi lain, Alan yang sangat geram ingin mengakhiri semuanya tapi disisi lain, Alan memikirkan nasib Nana.
Dret.. dret..
Panggilan masuk dari Arif
"Assalamu'alaikum bang"
"Walaikumsalam, kamu dimana lan? kenapa tidak ada dikantor? tadi kenapa anak-anak bilang kalau kamu seperti sedang marah?" tanya Arif dari seberang telpon
"Maaf bang, Alan keluar tanpa ijin. Alan tadi lagi ada masalah jadi Alan ini pulang kerumah?"
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arif
"Entahlah bang, ini soal Istri Alan." jawab Alan singkat
"Jadi kamu sudah tau?"
"Maksud bang Arif?" Alan tercengang dengan perkataan Arif
"Kamu sudah tau tentang istri kamu?" tanya Arif
"Kemarin Ane memang minta ijin untuk bertemu dengan Nia tapi aku belum tanya mereka membicarakan apa karena semalam aku pulang Ane sudah tidur" terang Arif
"Bang, Boleh aku bertemu dengan kak Ane?"
"Boleh, Ane ada dirumah. datang saja kerumah" ucap Arif
"Baiklah bang, Alan kesana sekarang ya bang! Assalamu'alaikum" Alan menutup telpon dan bergegas menyambar kunci Moge yang ada dimeja
"Ma Alan pergi dulu, titip Nana ya ma" ucap Alan
"Mau kembali ke kantor Lan? kok buru-buru?" tanya Bu Indah
"Tidak ma, mau kerumah Kak Ane" jawab Alan singkat
"Kerumah Ane? untuk apa?" tanya Bu Indah tapi Alan tidak menjawab dan langsung menyalahkan mogenya.
"Ya Alloh kenapa perasaanku tidak enak gini, sebenarnya ada apa dengan Alan?" gumam Bu Indah lirih
"Mama kenapa?" tanya pak Sandi
"Tadi Alan sempat pulang sebentar pa, tapi sudah pergi lagi"
"Terus masalahnya dimana? kenapa mama seperti orang bingung gini?" pak Sandi melihat Bu Indah
__ADS_1
"Mama merasa ada yang salah pa, mama merasa Alan sedang tidak baik-baik saja" terang Bu Indah
"Kenapa mama bisa menyimpulkan seperti itu? memangnya Alan bilang apa?" tanya pak Sandi
"Alan memang tidak bilang apa-apa sama mama. tapi sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan Alan, mama yakin Alan sedang menyembunyikan sesuatu dari kita"
"Ma, positif thinking! kita do'akan saja. semoga semua baik-baik saja." pak Sandi menasehati Bu Indah
***
Dirumah Ane
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Bu Imah membukakan pintu
"Bu, apa kak Ane ada dirumah?" tanya Alan setelah mencium tangan bu Imah
"Ada nak Alan, ayo masuk! biar ibuk panggilkan Ane. duduk dulu Lan" ucap Bu Imah mempersilahkan Alan duduk
"Terimakasih Bu" Alan duduk
Bu Imah memanggil Ane yang sedang memasak di dapur.
"Ane, ada nak Alan diluar" ucap Bu Imah
"Alan? mencari Ane ma?" tanya Ane menunjuk dirinya sendiri
"Iya, Alan bilang cari kamu?"jawab Bu Imah
"Ane matikan kompor dulu ya ma"
Ane mematikan kompor dan melepas celemek yang sedang digunakan.
Ane kembali kekamar untuk mengambil hijabnya. karena kalau dirumah tidak ada tamu Ane biasa melepaskan hijabnya. tapi jika ada tamu datang, Ane akan segera memakai jilbabnya kembali.
"Alan, mama bilang kamu mencari aku. ada apa memangnya?" tanya Ane yang sebenarnya sudah ada firasat dengan tujuan Alan mencari dirinya.
"Kak, Alan ingin tanya. apa kakak kemarin bertemu dengan Nia?"
"Huh.. " Ane menghela nafas kasar
"Gimana ya Lan, aku sebenarnya tau apa ingin kamu tanyakan. aku tebak kamu mengetahui sesuatu. tapi maaf Lan. kali ini aku tidak bisa cerita apa-apa. kamu tanya langsung semua pada istri kamu. aku sudah tidak mau tau lagi tentang Nia"
"Kak Ane, sebenarnya apa yang terjadi dengan kakak dan Nia? apa ini karena kakak tau kalau Nia berselingkuh?" ucap Alan melihat Ane
Ane menghembusy nafas, dirinya bingung harus menjawab apa. Ane ingin menceritakan semuanya tapi Ane juga tidak ingin Nia menganggapnya terlalu ikut campur didalam masalah keluarganya.
"Alan, aku memang mengetahui sesuatu tentang Nia. tapi aku tidak ingin dituduh mencampuri urusan rumah tangga kalian. jadi aku sarankan kamu coba cari tau sendiri, apa yang sebenarnya Nia lakukan dibelakang kamu" ucap Ane
"Happy Reading^
__ADS_1