Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 216


__ADS_3

Betapa terkejutnya Alan dan Arif saat mendatangi TKP melihat Nia dan Dokter Sigit dalam keadaan seperti itu.


Alan sendiri yang memasangkan borgol ditangan Nia mantan istri yang sudah menghianati dirinya.


Tidak pernah terlintas sedikitpun di benaknya harus bertemu dengan mantan istrinya dengan kondisi seperti ini.


Dan Nia menyerahkan dirinya tanpa ada perlawanan sedikitpun.


Kini hidupnya hancur, kata talak yang keluar dari mulut Sigit berhasil membuatnya gelap mata.


Berawal dari sebuah perselingkuhan membuat Nia kehilangan segalanya.


Dikantor Polisi, Alan memasukkan Nia kedalam sel tahanan bersama dengan tahanan wanita yang lain.


***


"Alan ada apa? kenapa kamu terlihat lesu seperti ini?" tanya bu Indah saat melihat Alan menyandarkan kepalanya diruang keluarga


"Alan sedang memikirkan Nia ma" jawab Alan


"Nia? untuk apa kamu memikirkan wanita itu lagi?"


"Bukan ma, Alan memikirkan Nia bukan karena masih ada rasa, tapi Alan memikirkan Nia karena Alan merasa kasian. hidupnya sekarang memprihatinkan" jawab Alan


"Memprihatinkan gimana maksud kamu?" Bu Indah melihat Alan


Alan menceritakan kejadian tadi siang saat dirinya mendatangi TKP dan ternyata orang yang diduga melakukan tindakan berusaha menghilangkan nyawa seseorang itu pelakunya adalah Nia. mantan istrinya sendiri. dan ironisnya dirinya sendiri harus menginterogasi mantan istrinya. karena sebagai seorang penyidik dirinya harus bersikap profesional.


*Flashback*


Diruang interogasi


"Selamat pagi saudari Nia, bagaimana kabarnya hari ini? apakah anda sehat?" tanya Alan memulai penyidikan. tapi Nia hanya diam tidak menjawab


"Okey jika tidak mau menjawab. saya akan langsung ke intinya. saudari Nia, apakah anda tau kenapa saat ini kita berada di ruang interogasi?" tanya Alan dan Nia hanya mengangguk


"Okey kalau saudari tau, saya harap saudari akan kooperatif dan bekerjasama dengan kami untuk mengikuti jalannya penyidikan." ucap Alan dan lagi-lagi Nia diam entah apa yang ada di benaknya saat ini.

__ADS_1


"Apa saudari tau, atas tuduhan apa saat ini saudari ada disini?"


Nia kembali mengangguk


"Saudari Nia, pada hari Selasa, jam 14.15 WIB apakah saudari Nia berada di klinik kandung Dokter Sigit berdua saja?" Tanya Alan dan Nia mengangguk


"Apa saudari mengakui kalau saudari yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Dokter Sigit yang tidak lain adalah suami anda sendiri?" tanya Alan


Nia mengangguk sebagai jawaban


"Apa saudari sadar dengan apa yang anda lakukan?"


Nia mengangguk sebagai jawaban


"Motif apa yang mendasari saudari melakukan percobaan terhadap Dokter Sigit yang merupakan suami anda sendiri?"


"Saya membencinya" jawab Nia singkat


"Saudari membencinya? apa yang mendasari kebencian itu? tanya Alan menatap mata Nia


"Dia sudah menghancurkan hidup saya" jawab Nia


"Dia menipu saya, dia membuat saya meninggalkan suami dan anak saya, dia menjanjikan surga untuk saya tapi ternyata neraka yang dia berikan" ucap Nia meneteskan air mata


"Sebelum saudari melayangkan gunting tersebut pada Dokter Sigit, apakah antara saudari dan dokter Sigit sempat terjadi adu mulut yang mengakibatkan pertengkaran?"


Nia mengangguk sebagai jawaban


"Kata apa yang diucapkan Dokter Sigit hingga memicu saudari melakukan tindakan percobaan pembunuhan tersebut?"


"Dia mengatakan akan menceraikan saya, setelah semua yang sudah saya korbankan untuk dia. mantan suami saya, anak saya bahkan seluruh harta orang tua saya. semau saya berikan untuk dia. tapi dengan gampang dia mau menceraikan saya. dengan gampang dia ucapan talak untuk saya." ucap Nia bulir-bulir air mata menggenangi sudah matanya.


"Apakah saudari menyesal dengan perbuatan yang saudari lakukan"


"Tidak saya tidak pernah menyesal membunuh dia. saya akan sangat senang jika laki-laki seperti itu mati" jawab Nia


"Baiklah, Terimakasih atas kerja sama saudari dalam penyidikan kali ini. anda juga boleh jika dalam kasus ini anda ingin didampingi pengacara" ucap Alan menutup jalannya interogasi

__ADS_1


"Nia, jika tadi aku bicara karena penyidikan yang harus kita lakukan sesuai prosedur. sekarang kalau kamu mengijinkan aku ingin bertanya sebagai orang yang pernah dekat dengan kamu. kenapa kamu harus merusak hidup kamu seperti ini?" tanya Alan


"Ini hukuman yang pantas aku terima. aku sudah berdosa sama kamu dan nana. aku pantas mendapatkan semua ini" jawab Nia


"Nia, apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan ayah dan ibu? kamu anak satu-satunya. kamu harapan mereka di hari tua mereka. tapi dengan keadaan kamu seperti ini, apa kamu tidak memikirkan sakit hatinya mereka seperti apa?"


"Aku gagal Alan, aku gagal menjadi seorang istri, aku gagal menjadi seorang ibu dan aku gagal menjadi seorang anak" ucap Nia menyeka air mata yang tak mau berhenti


"Jujur aku memang pernah kecewa sama kamu, tapi melihat keadaan kamu seperti ini, hatiku juga sakit Nia. biar bagimana kamu pernah ada dihidupku dan kamu ibu yang sudah melahirkan anakku. aku tidak menyangka jika aku harus berhadapan dengan kamu sebagai tersangka seperti ini"ucap Alan


"Alan maafkan aku, kamu benar. Nana memang lebih baik tidak pernah ingat punya ibu seperti aku. karena itu hanya akan melukai jiwanya. Alan tolong jaga Nana! didik dia dengan baik" ucap Nia berdiri dan diantar polwan kembali ke sel tahanan.


"Nia" panggil bu Iin dan pak Karsa saat melihat Nia keluar dari ruang penyidikan


"Ayah, ibu maafkan Nia" langkah Nia terhenti sebentar untuk meminta maaf pada orang tuanya


Pak Karsa dan bu Iin merasa hatinya sangat sakit melihat Nia dikawal polwan saat keluar dari ruang penyidikan


"Ayah, ibu" ucap Alan mencium tangan kedua mantan mertuanya


"Alan, bagaimana hasil pendidikannya? Nia tidak bersalah kan? Nia tidak melakukannya kan?" cerca bu Iin


"Sayangnya Nia memang melakukan itu semua bu, Nia sudah mengakui semuanya" jawab Alan


"Astaghfirullah Nia" gumam pak Karsa dan bu Iin


*Flashback off*


"Astaghfirullah, Ja-jadi Nia saat ini dipenjara karena mencoba membunuh suaminya yang baru? " tanya bu Indah tidak percaya


"Iya ma, saat ini Nia masih berada di tahanan polres, dan Nia juga sudah mengakui dan membenarkan semua tuduhan terhadapnya. mungkin tidak lama lagi kasusnya akan segera dinaikkan di kejaksaan" ucap Alan


"Kenapa jadi wanita yang menakutkan seperti itu Nia? mama benar-benar masih tidak menyangka kalau Nia bisa sekejam itu" ucap bu indah


"Saat ini Alan kepikiran dengan ayah dan ibu, kasian mereka ma, semau sawahnya habis dijual untuk membukakan Nia klinik di sini" ucap Alan


"Astaghfirullah, kasihan sekali pak Karsa dan bu Iin. mereka itu orang yang baik. tapi kenapa tak henti-hentinya Nia membuat ulah dan mencoreng nama keluarga" bu Indah kesal

__ADS_1


^Happy Reading^


terimakasih atas dukungannya 🙏jangan lupa like, coment dan Vote ya🥰🙏


__ADS_2