Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
Wisuda


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang, hari yang ditunggu akhirnya telah tiba.


Wisuda, ya hari ini Ane Ane akan diwisuda setelah perjuanganannya menempuh kuliah yang dirasa cukup berat. untuk orang yang tidak cukup pandai tapi harus berjuang untuk bisa menjadi Bidan lantara ingin membahagiakan orang tuanya. kalau yang lain mungkin cukup waktu tiga tahun untuk menyelesaikan pendidikan Kebidanan tapi tidak dengan Ane, dirinya harus menempuh waktu empat tahun untuk bisa mendapatkan gelar Amd.keb nya.


"Ma, Pa, terimakasih ya sudah selalu mendukung Ane. hingga Ane bisa sampai dititik ini." ucap Ane merasa bersyukur


"Mama dan Papa merasa bersyukur dan bangga sama Ane" ucap Bu Vina


"Ane juga mau berterimaksih karena Papa dan Mama memaksa Ane untuk kuliah dikebidanan. menjadai lantara Ane ketemu Bang Arif" ucap Ane tersenyum


"Terimakasih ya Bang, mungkin kalau Ane tidak bertemu dengan Abang, belum tentu Ane bisa menyelesaikan kuliah ini." ucap Ane berterimakasi sama Arif


"Memang ini cara dari Alloh untuk mempertemukanmu dengan Arif, kalau yang teman - teman Ane dapatnya Ijazah dulu, kalau Ane dapatnya Ijabsah dulu baru ijazah" sahut Bu Imah


"Wkwkwkwk..." Semua tertawa dengan perkataan Bu Imah


"Tapi apa yang dikatakan Bu Imah benar lho, ini mungkin yang dinamakan dibalik semua musibah pasti ada hikmahnya. kalau kita pikir gak lulus itu kan suatau musibah ya tapi ternyata lantara gak lulus itu lah Ane bertemu dengan jodohnya" sahut Bu Vina


Setelah acara Foto - Foto keluarga besar yang menghadiri wisuda Ane memutuskan Makan siang bersama disalah satu resto di sini, untuk merayakan keberhasilan Ane mendapatkan gelar kebidanannya. tapi justru Ane muntah - muntah terus disini hingga akirnya keluarga memutuskan untuk segera pulang.


Sesampainya dirumah Ane yang badanny sudah tampak lemah dan pucat berbaring ditempat tidurnya.


"Untung ya, tadi kamu gak mual waktu acara wisuda, coba kalau mualnya disana bagaimana coba?" ucap Bu Vina


"Iya kan cucu kita pintar Ma, tau tempat" sahut Pak Edi


Ane yang lemes pun tak kuat menahan tawa, mendengar perkatan Papanya.


"Assalamualaikum..." terdengar suara salam


"Walaikumsalam" terdengar suara Bu Imah membukaan pintu


"Alan sama Nia ya kayaknya ini" tanya Bu Imah


"Iya Bu, sudah lama tidak ketemu ya Bu" ucap Nia


"Iya, ini kalian mau ketemu Ane?" Bu imah senyum melihat Nia datang bersama Alan

__ADS_1


"Iya Bu" Nia senyum


"Langsung masuk kekamar aja, Arif ada disana juga sama Papa dan Mamanya Ane" ucap Bu imah


Tok..tok..


Nia mengetuk pintu dan masuk kamar Ane


"Hai..." Ane senyum melihat sahabatnya datang


"Selamat ya, akhirnya selesai juga kuliahnya. maaf telat datangnya. ada partus tadi tidak bisa ditinggal" ucap Nia mencium pipi kanan dan kiri dan menyerahkan buket bunga pada Ane


"Iya gak papa" ucap Ane senyum


"Tapi sebentar deh, gimana ceritanya kalian bisa datang bersama" ucap Ane melihat Nia dan Alan dengan tatapan curiga


"Ya memang janjian tadi mau memberi ucapan selamat pada kak Ane" Alan senyum2 dan menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal


"Ehem" Arif berdehem


"Siap Bang" ucap Alan salah tingkah dan membuat semua tertawa


"Ane selamat ya wisuda juga akhirnya dan selamat udah mau jadi seorang ibu" ucap Nur, yeni, dan wawa


"Iya terimakaih" jawab Ane lemah


"Wah, hidup kamu paket komplit ya" ucap Wawa


"Iya Ane wisuda telat tapi jadi ibunya malah dulauan" sahut Yeni dan semua ketawa


"Kalian kapan nyusul jangan pacaran terus" ucap Ane


"Iya, kita belum nemu yang cocok. yang suka sama kita banyak tapi yang cocok dijadiin suami belum ketemi ni" sahut Nur


"Kayaknya teman kita udah ada yang mau pecah telur lagi Ni" Ane mengarahkan hape nya pada Nia dan Alan


"Nia, kamu sama siapa itu?" ucap Wawa

__ADS_1


"Wah, kebangeten ini anak. kok gak cerita - cerita tau - tau dah dapat gebetan aja" ucap yeni


"Siapa ini yang pecah telur kedua ya kira - kira? ucap wawa


"Nia kayaknya" ucap Ane melirik Nia dan Alan


"No, No, Aku duluan dong" sahut Yeni


"Yang bener? emang sudah ada calonnya?" tanya Nur


"Pastinya udah lah, doain aja semua lancar insyaallloh dua bulan lagi setelah pulang Dinas dari papua cowokku mau datang kerumah melamar


"Dinas dipapua? Cowok yang mana lagi ini? sahut Nur


"Aku dapat gebetan baru dong TNi, tapi ini masih dinas di Papua." jawab Yeni


"Wah, kamu ini kok bisa dapatan terus" goda Nur


"Kebetulan kami ketemu waktu dia nganter adiknya lahiran diklinik sebelum dia dinas di Papua, insyaalloh dua bulan lagi dia pulang. nanti deh aku kenalin sama kalian" Yeni menceritakan pertemuannya dengan pacarnya dengan sangat antusias


"Wah calon Bu persit nih" goda Nia


"Doain Aja" jawab yeni


"Tu kan lagi? Bidan itu entah kenapa kok kebanyakan jodohnya dari angkatan" sahut Bu Vina yang mendengar percakapan Ane dan teman - temannya


"Iya Tante doain ya, biar segera menyusul Ane" sahut Yeni


"Iya pasti Tante doain, semoga semua segera bertemu jodohnya" ucap Bu Mira dan di aminkan semuanya


Setelah sambungan telphonnya diputus kini Arif ganti menggoda Alan, agar segera memberi kepastian Nia. kalau cinta segera katakan cinta, jangan terlalu lama menggantung wanita. karena wanita itu butuh laki - laki yang mau segera menghalakan bukan hanya main - main.


"Siap iya Bang faham" Alan senyum - senyum pin demgan Nia.


"Aku sih tergantung Nia nya Bang" tambah Alan


"Mana ada seperti itu, dimana - mana laki - laki yang harus memberi kepastian!" sahut Ane dan Nia hanya tersenyum malu - malu

__ADS_1


Nia sebenarnya memang sudah punya pacar, tapi semisal ada yang lain yang mau ngajak serius tentu saja Nia akan menerimanya. pasalnya cowok Nia dari dulu selalu banyak alasan setiap kali ditanya kapan mau serius. itu membuat Nia akhirnya ingin melepaskan pacarnya karena dirasa mungkin itu cowok cuma mau pacaran aja tapi giliran diajak serius alasannya selalu saja ada. yang bilang harus nunggu adiknya selesai sekolah lah, harus nunggu ibuknya ini lah, itu lah. intinya itu hanya alasan laki - laki yang sebenrnya masih ragu dengan hubungan cinta mereka. karena laki - laki kalau sudah yakin tidak akan menggunakan banyak alasan untuk menyegerakan niat baik. Menikah itu menyempurnakan sebagian dari agama. jadi kalau memang sudah ketemu jodohnya tidak perlu banyak alasan untuk menunda. percayalah dengan menikah pintu rejeki akan terbuka lebar. jadi jangan takut untuk menikah ya!


Mohon dukungannya dengan Like, coment dan Vote ya, terimaksih teman - teman


__ADS_2