
"Ma, apa sangat terlihat ya, kalau rumah tangga Alan sedang tidak baik?"
"Kita kan tinggal satu atap. jadi mama tau kalau kamu sering ribut dengan Nia. mama sebenarnya tidak ingin ikut campur. tapi melihat kalian yang terus seperti ini membuat mama mau gak mau sepertinya harus turun tangan. karena mama tidak mau rumah tangga anak mama harus hancur. lihatlah perjuangannya kalian dulu untuk bisa bersatu. jangan menyia-nyiakan semua itu"
Karena mamanya sudah mengetahui akhirnya Alan pun sudah tidak berniat untuk merahasiakannya lagi. diceritakan segala keluhannya pada sang mama.
"Tapi kenapa Nia bisa berubah seperti itu ya Lan? bukankah dari awal seharusnya dia tau pekerjaan Polisi itu seperti apa? kenapa sekarang Nia harus mempermasalahkan semua itu. jujur mama sebenarnya tidak menyangka Nia bisa berubah seperti ini"
Sebenarnya mungkin Alan juga salah ma, Alan sebagai suami tidak bisa memberikan waktu yang cukup untuk keluarga"
"Bagaimana bisa itu dijadikan alasan, kamu tidak punya waktu karena bekerja.yang mama heran belakang ini sepertinya dia juga tidak memperhatikan anaknya. okay lah dia marah sama kamu. tapi Nana kan tidak bersalah. tidak seharusnya dia mengabaikan anaknya"
"Alan, coba kamu beri Nia pengertian. kamu coba bicara dengan kepala dingin. jangan kepancing emosi. dan beri Nia pengertian sebagai istri polisi itu harus bagaimana. atau kamu coba minta tolong saja sama istri pimpinan kamu. bukankah dia temannya Nia. coba saja minta tolong untuk menasehati atau setidaknya memberi Nia gambaran menjadi istri polisi."
"Iya ma. nanti Alan akan cari waktu untuk bisa bicara sama kak Ane" ucap Alan tampak frustasi
***
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam Nia, baru pulang nak" ucap bu Indah
"Iya ma, Nia masuk kekamar dulu ya ma"
"Iya sayang, habis mandi sarapan dulu ya, sekalian ajak Alan sarapan. baru pulang piket langsung kekamar tadi, belum sarapan juga" ucap bu Indah
"Iya ma" jawab Nia berlalu
Klek..
Nia membuka pintu kamar, dilihatnya Alan yang sedang tertidurtertidur.
"Hoam.. " Alan menggeliatkan badannya dan melihat Nia yang sudah tampak segar setelah mandi dan berdiri didepan cermin merapikan rambutnya.
Alan bangun dan memeluk Nia dari belakang
Cup..
__ADS_1
Alan mencium pipi Nia tapi Nia yay sudah tidak memiliki rasa untuk Alan berusaha menghindar dan melepaskan pelukanan Alan
"Sayang, hari ini kita sama-sama lepas dinas. bagaimana kalau kita makan diluar?" ajak Alan
"Maaf mas, aku tidak bisa. nanti siang aku masuk lagi"
"Bukannya udah dua kali ya kamu masuk malam? biasanya setelah dua hari masuk malam kamu libur kan?" tanya Alan
"Ada perubahan jadwal" ucap Nia bohong
"Lagian pagi baru pulang, masak siang udah masuk lagi?" tanya Alan merasa aneh
"Ya mau bagaimana lagi, mas nyuruh aku mengerti pekerjaan mas sebagai seorang polisi, mas juga harusnya bisa mengerti pekerjaanku sebagai bidan dong"
"Okey, mas minta maaf" ucap Alan mencoba tidak terpancing emosi agar tidak terjadi pertengkaran lagi.
Alan memegang pundak Nia dari belakang dan mencium rambut Nia.
"Maafkan mas ya, mas hanya mengkhawatirkan kesehatanmu saja."
Alan membalikan tubuh Nia dan menatap mata Nia. tangannya memegang pipi Nia
"Berhenti kerja? gak bisa gitu dong mas. kalau aku nyuruh mas berhenti kerja kira-kira gimana?pasti juga tidak mau kan?" Suara Nia meninggi
"Sayang, mas laki-laki. sudah sewajarnya mas ini yang bekerja mencari nafkah. kamu dirumah merawat anak kita dengan baik. kalau kita berdua sama-sama sibuk kasihan Nana kan? dan mas juga berharap setiap mas lepas dinas ada kamu dirumah. jadi kita bisa lebih sering bersama"
"Jangan egois seperti itu mas, aku gak mau berhenti kerja. ayah dan ibuku menyekolahkan aku biar aku jadi bidan bukan jadi ibu rumah tangga. harusnya mas faham itu" ucap Nia
"Okey, maafkan mas. kalau kamu tidak mau berhenti bekerja. ya sudah tapi mas juga berharap waktu kita bedua yang sedikit ini jangan dijadikan bahan untuk bertengkar. dari awal kita menikah kamu sudah mengetahui kalau mas ini seorang polisi. kamu tau pekerjaan polisi seperti apa."ucap Alan mencoba sabar dan berbicara dengan tenang
"Karena itu aku menyesal" ucap Nia pergi menuju tempat tidur
"Apa maksud kamu? apa kamu mau bilang kalau kamu menyesal menikah denganku?" tanya Alan mendekati Nia lagi
tapi Nia tidak menggubris dan menidurkan dirinya di ranjang tanpa memperdulikan ucapan Alan
"Nia jawab pertanyaanku apa kamu menyesal menikah denganku?" tanya nya lagi dengan nada meninggi
__ADS_1
Lagi-lagi Nia tidak menjawab dan tetep memejamkan matanya
"Keterlaluan kamu Nia" ucap Alan emosi dan pergi meninggalkan Nia
"Alan mau kemana?" panggil bu Indah melihat Alan yang pergi tanpa pamit dan seperti sedang marah
Alan tak menjawab pertanyaan bu Indah
Kini Alan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah kantor.
Begitulah Alan, setiap ada masalah dengan Nia perginya selalu ke kantor. pekerjaan membuatnya lupa dengan masalah yang terjadi.
"Lang, kenapa kembali kesini lagi. bukankah harusnya hari ini kamu lepas dinas?" tanya Arif
"Percuma bang, dirumah juga yang ada bikin emosi. lebih baik aku masuk kerja saja" ucap Alan mengacak-acak rambutnya
"Kamu kenapa lagi? apa ada masalah dengan Nia lagi?
"Ya begitulah bang, setiap ketemu selalu saja ribut.
"Oya , kemarin sepertinya Ane bertemu dengan istri kamu. aku menyuruhnya untuk memberi wawasan pada Nia" ucap Arif
"Terus gimana bang? respon Nia seperti apa?" Alan menatap Arif
"Kalau itu aku belum tau, dari kemarin aku juga belum sempat pulang. kasus kali ini benar-benar menyita waktuku. coba saja kamu bicara sama Ane dirumah. Ane dirumah kok" ucap Arif
"Abang gak pulang? kalau pulang aku mau bareng sekalian. mau bicara sama kak Ane"
"Okey sebentar lagi ya, ini aku beres-beres dulu"
Setelah selesai merapikan berkas- berkasnya, Arif mengajak Alan kerumahnya untuk bertemu dengan Ane.
Alan menayangkan tentang pertemuannya dengan Nia kemarin.
Ane menceritakan hasil pertemuannya dengan Nia kemarin. dan menceritakan kalau saat ini Nia sepertinya sedang marah dengan dirinya.
"Jujur aku bingung menghadapi Nia Kak, semakin hari, sikapnya semakin keterlaluan. bahkan tadi juga mengatakan menyesal menikah denganku" ucap Alan sedih
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya. mungkin saat ini dia hanya sedang marah saja. nanti jika marahnya sudah reda pasti dia akan baik lagi" ucap Ane berusaha menghibur
^Happy Reading^