
"Alhamdulillah ya bang, Nur sudah kembali ditengah-tengah keluarga nya. walaupun keadaannya seperti itu." ucap Ane
"Iya sayang, Saka salah. salah banget tapi sebagai seorang perempuan Nur juga salah. maaf sayang tapi terlalu gampang. sebagai perempuan harus nya Nur tidak menyerahkan kehormatan begitu saja. tidak heran jika Saka dan mama nya memandang rendah. maaf ya bukannya aku tidak simpati sama Nur tapi masalahnya mereka melakukan itu atas dasar suka sama suka tidak ada paksakan" ucap Arif
"Iya apa yang abang bilang memang benar. tapi namanya manusia tidak luput dari salah dan dosa. mungkin saat itu Nur sedang khilaf" ucap Ane
"Kalau khilaf hanya satu kali terus mereka segera bertobat mungkin bisa dibilang khilaf. tapi masalahnya seperti pengakuannya sendiri mereka melakukan nya berkali-kali. sebagai seorang Bidan tentunya Nur tau resiko berhubungan seperti itu apa." ucap Arif
"Tapi kan Saka tetap harus bertanggung jawab Bang" ucap Ane
"Sebagai laki-laki berani berbuat harus berani bertanggung jawab, sikap Saka juga tidak bisa dibenarkan dengan tidak mengakui. harus nya Saka bertanggung jawab. tapi kalau saat itu Saka meragukan anak yang dikandung Nur, harusnya mereka lakukan saja tes DNA." ucap Arif
"Gimana mau tes DNA, Saka nya aja kabur bang."
"Jujur sayang, abang bersyukur banget mendapatkan istri seperti kamu. perempuan yang memegang prinsipnya. tidak dengan mudah terbujuk rayuan laki-laki"
"Ane juga beruntung punya suami Abang" keduanya berpelukan
keesokan harinya
Nia ditemani Alan mengunjungi Nur dirumah nya
Sejenak mereka saling diam. terlihat Nur yang sedikit canggung
"Nia maafkan aku. aku sudah menerima balasan dari dosa-dosaku" ucap Nur
"Nur, sudahlah tidak perlu lagi merasa bersalah. aku tidak marah sama kamu. cuma awalnya aku hanya kaget. bagaimana bisa kamu orang yang bijak bisa terperangkap rayuan Saka. bukan kah aku sering bilang kalau Saka itu bukan orang yang layak untuk dijadikan pasangan hidup. kamu tau itu, dan kamu tau alasanku tidak pernah mantap dengan Saka" ucap Nia
"Iya Nia, aku memang terlalu bodoh. aku mengira perlakuan Saka ke aku akan berbeda. aku tidak menyangka kalau Saka hanya ingin bermain-main denganku." Nur menyesal
"Maaf juga ya aku tidak datang ke acara nikahan kalian saat itu"
"Iya tidak apa-apa" Nia senyum
"Jujur aku malu sama kamu Nia. kamu selalu baik sama aku. tapi aku.. " ucap Nur terputus
"Sudah tidak apa-apa. tidak perlu dibahas lagi ya. aku kesini bukan untuk menghakimi kamu. tapi aku kesini karena ingin bertemu dengan mu. aku kangen sama kamu" ucap Nia memeluk Nur dan Nur menumpahkan air matanya di Nia
"Nur aku dengar dari Ane kamu mau kembali meminta pertanggung jawaban dari Saka ya?"
"Iya, setidaknya aku hanya berharap Saka mau mengakui Almira sebagai anaknya. karana Almira anak perempuan bukankah kalau anak perempuan nanti saat menikah membutuhkan wali ayahnya?" ucap Nur
"Maaf ya Nur, ini maaf banget sebelumnya. aku harap kamu tidak tersinggung dengan apa yang akan aku bilang ini" ucap Nia ragu
__ADS_1
"Iya kenapa?"
"Setau aku, anak perempuan yang lahir diluar nikah tidak bisa diwalikan ayah biologis nya saat nanti menikah. coba tanyakan saja sama yang lebih tahu agama takutnya aku salah" ucap Nia hati-hati
"Benarkah? lalu siapa yang harus menjadi walinya?"
"Harusnya wali hakim. karena anak lahir di luar nikah tidak di nasabkan kepada ayah biologis nya. melainkan ibunya" jawab Nia
"Ternyata aku memang belum memahami Agama dan harus belajar lebih banyak tentang agama" Nur merasa sedih
***
Satu minggu kemudian
Nur bersama dengan Almira menuju rumah Saka.
Nur yang sengaja datang sendiri tidak mau ditemani orang tuanya.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab mamanya Saka
klek
"Kamu.. " Mama Saka tampak terkejut
"Untuk apa kamu kemari?" tanya mama Saka sedikit panik
"Tante, saya datang bersama cucu tante anak Saka"
"Jangan mengada- ada kamu. saya tidak punya cucu dari kamu. tolong segera pergi dan jangan pernah kembali"
"Tante, tante boleh benci saya. tapi anak ini berhak tau siapa ayah nya" ucap Nur
"Ma, siapa yang datang" Tika istri Saka keluar
"Oo bukan siapa-siapa sayang, sudah kamu masuk saja. tamunya udah mau pulang kok" ucap mama Saka
"Kamu, kamu siapanya Saka?" tanya Nur ragu mengingat Saka anak tunggal kenapa dia manggil ya mama
"Aku? aku menantunya mama?" jawab Tika
"Menantu? maksud kamu, kamu istrinya Saka?" tanya Nur memberanikan diri
__ADS_1
"Iya, aku istri mas Saka. kenal mas Saka? dia siapa ma kok kenal mas Saka?" tanya Tika
"Sudah sayang, dia bukan siapa-siapa. tidak perlu kamu perdulikan" ucap mama Saka
Tanpa sadar air mata Nur menetes dengan sendirinya. tidak menyangka Saka akan melakukan ini.
"Mbak, mbak kenapa nangis? "Tika bingung
"Tante, apa benar yang dia katakan? apa benar dia istrinya Saka?" Nur menatap Tika
Mama Saka hanya diam
"Iya benar saya istrinya mas Saka. sebenarnya ini ada apa? kamu siapa?" Tika mulai merasa ada yang tidak beres dengan wanita didepan nya.
"Sayang, kamu masuk saja dulu. biar mama bicara sama orang ini" ucap mama Saka memandang rendah Nur
"Kamu penasaran kan siapa saya?" ucap Nur menghentikan langkah Tika
"Saya wanita bodoh yang termakan rayuan dan janji manis Saka. dan anak ini, kamu tau siapa anak ini?" ucap Nur meluapkan sakit hatinya tapi dipotong mama Saka
"Cukup, tidak perlu kamu banyak bicara disini. sekarang sebaiknya kamu pergi. cepet pergi dari sini" usir mama Saka
"Kenapa? tante takut? tante takut menantu tante tau seperti apa kelakuan suaminya. Saka bukan orang baik, Saka laki-laki brengs*k yang tidak mau bertanggung jawab" teriak Nur
"Apa maksud kamu mbak?" Tika mendekati Nur
"Sudah Tika, kamu masuk jangan perdulikan wanita gila ini" perintah mama Saka
"Tapi ma, Tika berhak tau, sebenarnya Saka kenapa? dan siapa mbak ini?" ucap Nur
"Saya korban suami kamu. dan anak yang saya bawa ini, anak suami kamu" Tangis Nur pecah
"Astaghfirullah.. " Tika menutup mulutnya dengan keduanya tangannya lantaran terkejut
"Oek.. Oek... " Almira menangis
"Cup.. cup.. tidak papa sayang, jangan menangis meski papa dan nenekmu tidak mau mengakui mu, ada mama yang selalu menjaga kamu" ucap Nur menenangkan Almira
"Mbak, jadi benar ini anak mas Saka?" tanya Nur
"Iya, tapi sayang Saka orang yang tidak punya hati." jawab Nur
"Kenapa baru sekarang datang?" tanya Tika
__ADS_1
"Tanya mertua dan suamimu, bagaimana cara mereka membuat aku pergi dan melahirkan anak ini sendiri" ucap Nur