
"Kamu satu angkatan dengan Amar?" tanya bu Vina
"Iya nek, kami satu angkatan" jawab Vita
"Amar kalau dikampus bagaimana? dia pasti selalu bersikap dingin ya?"
"Hehehe... iya nek" jawab Vita ragu-ragu
"Amar memang seperti itu orangnya, tapi sebenarnya anaknya cukup manis dan hatinya lembut" ucap Bu Vina
"Iya nek, ternyata nenek asyiknya. mengerti anak muda" ucap Vita tersenyum
"Gini-gini nenek juga pernah muda lho" jawab bu Vina tersenyum
Nenek dan Vita begitu akrab dan bercengkrama seolah dia orang ini sudah saling mengenal lama.
Keesokan harinya, setelah sarapan Vita, Ranu dan yang lainnya berpamitan untuk kembali pulang ke Surabaya.
"Terimakasih ya kalian sudah mau jauh-jauh kesini. maaf tante dan Om tidak memberi sambutan dengan baik pada kalian kemarin" ucap Ane
"Tidak apa-apa tante, kami faham. karena tante dan Om saat ini sedang dalam suasana berduka. tante dan Om yang sabar ya! Alloh sayang sama nenek dan Kakek" ucap Vita menguatkan
***
Satu minggu kemudian
"Amar kapan kamu pulang ke Surabaya nak? sebaiknya segera kembali, jangan meninggalkan kuliah terlalu lama" ucap Ane
"Iya bun, tapi Amar rasanya masih belum percaya kalau nenek dan kakek sudah tidak ada" ucap Amar
"Sama nak, Bunda juga kadang merasakan seperti itu" ucap Ane
"Ane sepertinya besok Mama dan papa juga harus segera kembali Kerumah, karena papa juga sudah terlalu lama ijinnya." ucap bu Vina
"Terimakasih ya ma pah karena sudah membuat papa dan Mama repot" ucap Arif
"Arif jangan bilang seperti itu , sebagai anggota keluarga sudah sepantasnya seperti ini. ikhlaskan kepergian Pak yudha dan bu Imah." ucap Pak Edi
"Iya pah, InsyaAlloh Arif udah iklas"
"Assalamu'alaikum"
"Sepertinya ada tamu Ne, biar Mama lihat" ucap bu Vina kedepan
"Walaikumsalam, cari siapa ya?" bu Vina membuka pintu dan melihat tamu yang datang
"Eh.. Nana" sahut Ane melihat keluar
"Mari masuk, ada apa Na?" tanya Ane sambil duduk diruang tamu dan bu Vina kembali kedalam.
"Apa Amar masih dirumah tan?" tanya Nana
"Amar masih dirumah, itu sedang bicara sama ayahnya. apa kamu kesini mau mencari Amar?" tanya Ane
__ADS_1
"I-iya tante" jawab Nana gugup
"Sebentar tante panggilkan. Amar, ini ada Nana mau ketemu kamu" ucap Ane masuk kedalam
"Mau apa lagi sih" gumam Amar lirih dan berdiri berjalan menuju ruang tamu dengan perasaan malas
"Itu Amar kenapa, kok seperti males gitu bertemu dengan wanita tadi" tanya bu Vina
"Amar itu sepertinya kurang suka kalau Nana main kesini ma. jadi ya gitu sikapnya" jawab Amar
"Kenapa begitu?" Bu Vina tidak mengerti
"Nana itu suka sama Amar, tapi Amar sudah menolak katanya. dia itu anaknya Nia ma teman kuliah Nana"
"Jadi perempuan itu anaknya Nia? Oya Sekarang Nia masih dipenjara apa sudah bebes?" tanya Bu Vina
"Sudah bebas ma, beberapa waktu yang lalu dia juga dari sini, dan meminta Ane untuk menjodohkan Amar dan Nana. tapi Ane sudah bilang kalau Ane tidak mau ikut campur masalah percintaan Amar"
"Apa yang kamu lakukan sudah benar Ne, biarkan Amar fokus dengan kuliahnya. lagian Nia itu aneh. apa dia tidak tau, kuliah di kedokteran itu butuh waktu tidak sebentar. kenapa juga harus meminta menjodohkan mereka. dan jujur Mama juga tidak setuju" ucap Bu Vina
***
"Ada apa?" tanya Amar mendudukkan tubuhnya disofa
"Apa kabar Amar?" tanya Nana basa-basi
"Baik" jawab Amar singkat
"Kenapa memangnya?"
"Tidak apa-apa, sebelum kamu pulang ke Surabaya aku ingin mengajak kamu makan bersama. apa kamu mau? aku tidak ada maksud apa-apa kok. hanya makan bersama"
"Aku tidak ada waktu, kamu tau kan, kami lagi berduka. mana mungkin aku malah pergi makan-makan"
"Bukan begitu maksdnya. aku, aku hanya ingin menghibur kamu saja"
"Tidak perlu. aku sedang tidak ingin kemana-mana" jawab Amar yang selalu cuek
"Ba-baiklah aku pulang dulu" Nana pamit
"Em.. " jawab Amar tanpa melihat Nana
Setelah Nana pulang Amar segera masuk kedalam rumah
"Lho Nana apa sudah pulang? kenapa ditinggal kesini?" Tanya Nana
"Sudah bun" Jawab Amar berlalu ke kamarnya
***
Di Surabaya
Sudah seminggu lebih Rara tidak pernah melihat Amar datang, biasanya tanpa diminta tiba-tiba Amar sudah ada didepan sekolahnya tapi selama seminggu ini tak pernah tampak batang hidungnya
__ADS_1
Dan entah kenapa, hati Rara merasa ada yang kosong setelah seminggu lebih Amar tidak mengganggunya.
"Kamu kenapa Ra? dari pagi aku perhatikan murung terus" tanya Arin teman satu bangku Rara
"Gak apa-apa" jawab Rara
"Hai Ra, kita ke kantin yuk!" ajak Rama
"Gak agh.. kalian saja sendiri aku mau disini saja" jawab Rara yang tidak ada selera makan
"Kamu sakit Ra? kalau sakit aku ke UKS saja!" ucap Rama
"Tidak, aku baik-baik saja, udah kalian ke kantin saja sendiri" jawab Rara
"Ya sudah, kita ke kantin dulu ya, kamu mau nitip apa? nanti aku belikan" tanya Arin
"Tidak, aku tidak titik apa-apa" jawab Rara
***
"Rara kenapa ya Rin?" tanya Rama sambil jalan beriringan dengan Arin
"Gak tau, dari pagi murung terus. waktu pelajaran juga sepertinya tidak fokus" ucap Arin
"Rin, apa kamu tau laki-laki yang biasanya menjemput Rara itu siapanya Rara?"
"Laki-laki ganteng yang biasanya jemput Rara itu maksud kamu?"
"Biasa aja sih ngomongnya! gantengan juga aku" ucap Rama
"Hahaha.. kenapa kamu? kamu cemburu?" Arin tertawa
"Bukan gitu, cuma aku penasaran saja sebenarnya tu cowok siapa sih, kok dekat dengan Rara tapi Rara bilang mereka tidak pacaran"
"Ya sudah, kalau Rara sudah bilang tidak pacaran berarti mereka tidak pacaran. kenapa juga masih tanya-tanya lagi" jawab Arin
"Kali-kali aja kan Rara cerita soal cowok itu"
***
"Kak Amar kenapa ya tumben sudah beberapa hari gak pernah keliatan? apa mungkin lagi sakit? apa aku chat saja ya? siapa tau benar-benar sakit, kasihan kan kalau kak Amar sakit sendiri dikos" gumam Rara melihat ponsel yang ada ditangannya
"(Assalamu'alaikum, apa kakak baik-baik saja?) " chat dikirim ke Amar
Namun tak juga ada balasan. berkali-kali Rara melihat ponselnya namun tetep tidak ada balasan dari Amar
"Huftt.. " Rara menghela nafas kasar
"Kamu ini sebenarnya kenapa sih Ra?" tanya Arin lirih karena sedang jam pelajaran
"Arin, coba kamu kerjakan soal didepan. sepertinya kamu sudah paham. yang lain menyimak kamu malah asyik ngobrol" tegur Pak guru
^Happy Reading^
__ADS_1