Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 228


__ADS_3

Dikantor


“Alan, boleh kita bicara?” Ucap Arif


“Boleh bang, mau bicara soal apa ya bang?” Tanya Alan


“Kita bicara sambil makan siang saja dikantin. Bagaimana?”


Arif berdiri dan mengajak Alan untuk kekantin


Kini keduanya sedang makan siang dikantin dan awalnya mereka hanya membicarakan masalah kerjaan hingga akhirnya Arif membicarakan masalah anak-anak mereka


“Alan kamu kan tau anak kita dekat sudah lama dan kamu tau kan di dalam agama kita pacaran itu dilarang. Sebenarnya aku sedikit memiliki hubungan mereka, ya aku tau mereka saat ini memang beda kota. Tapi aku sebenarnya ingin mereka memikirkan kearah yang serius jika saling menyukai “ ucap Arif


“Maksudnya gimana bang?” tanya Alan


“Begini Lan, aku berharap mereka bisa meresmikan hubungan merupakan kearah yang serius. Tahun depan kan Rara lulus S1 kedokteran nya. Bagaimana kalau kita menikahkan mereka. Untuk koasnya kan bisa dilakukan setelah menikah. Bagaimana kalau menurut kamu?” tanya Arif


“Kalau aku terserah Rara bang, nanti coba aku bicarakan masalah ini pada Anggun dan Rara bang” jawab Alan


“Iya Lan, kamu tau kan aku khawatir kalau mereka pacaran terlalu lama. Karena tidak baik berhubungan tanpa kepastian, dan terutama untuk Rara. Karena Rara kan wanita. Untuk menjaga marwah seorang wanita aku berharap Amar dan Rara segera meresmikan hubungan mereka kearah serius “ ucap Arif


“Iya aku paham maksud abang, dulu abang dan kak Ane pun juga menikah sebelum kak Ane lulus “


“Iya Lan, karena aku pun berharap kalau Rara juga bersedia menikah dengan Amar. Dan Rara masih bisa tetep melanjutkan koasnya “ ucap Arif


“Kalau aku setuju dengan bang Arif, tapi tetep Alan harus bicarakan dulu masalah ini dengan Anggun dan Rara” jawab Alan


“Iya lah, aku hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak” ucap Arif

__ADS_1


***


Dirumah Alan


Alan membicarakan masalah anak-anak seperti apa yang Arif bicarakan tadi siang


“Jadi bang Arif ingin Amar dan Rara segera menikah mas? Tanya Anggun


“Iya, itu hanya usul saja sih, karena didalam agama kan pacaran memang dilarang sayang” jawab Alan


“Kalau aku sih terserah anak-anak saja mas, yang penting bagaimana baiknya. Atau kita tanya Rara aja langsung”


“Rencananya juga gitu sayang, nanti aku akan coba telpon Rara”


“Eh.. Mas, tadi siang Nana telpon aku katanya minggu mau balik sini. Karena memang kuliah Nana kan sudah selesai jadi dia mau cari kerja disini” ujar Anggun


“Ya sudah suruh pulang saja sayang, kalau Nana mau kerja disini. Alhamdulillah ya sayang sekarang Nana sudah berubah. Sejak kejadian beberapa tahun yang lalu, aku tidak menyangka kalau Nana benar-benar bisa berubah. Sekarang dia juga bisa menerima kenyataan kalau Amar mencintai Rara dan sudah tidak pernah lagi mengganggu adiknya.” Ucap Alan


“Terimakasih ya sayang, karena kamu sudah menerima Nana dan menyayangi Nana seperti anak kandung kamu sendiri. Bahkan kamu selalu mendahulukan dan menjaga perasaan Nana” Ucap Alan mencium kening Anggun


“Tidak perlu berterimakasih mas, aku melakukannya karena memang aku menyayangi Nana. Nana dan Rara adalah anakku.”


Anggun dan Alan begitu percaya dengan perubahan Nana, karena memang selama beberapa tahun ini, Nana sudah tidak pernah lagi membuat ulah, Nana terlihat lebih nurut dan fokus pada kuliahnya


**


"Dek, besok kakak harus balik ke Semarang. Kamu baik-baik sama kakek di sini ya, kalau boleh jujur kakak ingin menemani kamu disini sampai kamu selesai kuliah. Tapi kakak harus kembali karena kakak harus mulai bekerja dan kasihan mama dan papa juga kan kalau kakak dan kamu di sini terus, karena itu dek. Kamu harus segera menyelesaikan kuliah kamu biar kita bisa kembali kumpul satu rumah lagi. Gak mau kan lama-lama jauh dari kakak?" ucap Nana


"Siap kak, Rara pasti merindukan kakak. Kalau kakak sudah balik ke Semarang" ucap Rara memeluk kakaknya dengan tulus

__ADS_1


Rara memang sangat menyayangi kakaknya, dan dari dulu impiannya adalah bisa dekat seperti ini dengan Nana. Dekat layaknya kakak dan adik kandung.


"Jadi kamu benar-benar akan kembali ke Semarang Na? sahut kakek yang baru saja masuk rumah keluarga


"Iya kek, Nana harus pulang ke Semarang untuk bekerja. Lagian Nana kan kuliahnya sudah selesai kek, Nana harus bekerja untuk membanggakan Mama dan Papa" jawab Nana


"Selain itu kamu bekerja juga harus serius untuk masa depan kamu. ingat Nana sekarang sudah bukan anak kecil lagi, harus bisa menentukan arah mana yang ingin diambil. Dunia kerja dan dunia kuliah itu jauh berbeda. Kamu tidak bisa main-main lagi saat bekerja karena pimpinan akan merasa dirugikan kalau memperkerjakan orang yang hanya suka main-main" ucap kakek


"Rara kan kerja nya dirumah sakit sendiri kek, tidak ikut orang lain" jawab Nana tersenyum memperlihatkan gigi putihnya


"Jadi Nana mau bekerja dirumah sakit kita? ya Alhamdulillah kalau Nana mau bekerja disana. Bisa membantu Mama Anggun mengurus rumah sakit" jawab kakek


"Iya kek, Rara akan bekerja dirumah sakit kita saja. Kata Mama posisi administrasi disana juga lagi kosong" jawab Nana


"Iya kakek setuju, kalau kamu mau bekerja disana. Tapi ingat, walaupun itu rumah sakit keluarga kita sendiri. Tatap harus profesional, seperti Mama Anggun, walaupun itu rumah sakit sendiri. Mama Anggun tetap profesional. Disiplin seperti dokter yang lain, karena kita harus memberikan contoh yang baik untuk para pekerja. Bekerja dirumah sakit sendiri itu justru tekanannya besar karena jika kita melakukan kesalahan, akan di protes karyawan yang lain disana. Karena itu kamu harus tunjukkan, kalau kamu bisa bekerja dengan baik. Dan masuk disana bukan karena koneksi"ucap Kakek


"Siap kek hehehe.. " Nana mencoba tertawa


"Iya in saja dulu, dari pada debat sama orang tua. kenapa sih kakek itu gak bisa lihat aku senang. Langsung deh ditakut-takuti. Tujuanku kerja dirumah sakit sendiri itu biar santai, bukan malah disuruh jadi contoh" batin Nana


Dan kakek adalah satu-satunya orang yang tidak begitu percaya dengan perubahan yang terjadi pada diri Nana. Entah kenapa kakek selalu meragukan Nana, hanya saja kakek juga berpura-pura percaya.


"Kakek kembali kekamar dulu ya, kakek mau istirahat. Ra, bisa tolong antar kakek ke kamar?"


"Iya kek" jawab Rara mendekati kakek dan memapah kekek


Setelah sampai kamar, kakek mencegah Rara untuk pergi kerena ingin membicarakan masalah dirinya dan Nana.


"Kek, kali ini kakek jangan meragukan kak Nana. sudah bertahun-tahun kak Nana tidak menunjukkan sikap yang aneh atau mencurigakan. Jadi kakek juga harus memberi kesempatan pada kak Nana, jangan curiga lagi ya kek sama kak Nana" ucap Rara

__ADS_1


^ Happy Reading ^


Terimakasih atas dukungan kalian semua ya, selamat buat pemenang giveaway hari ini dan mohon maaf yang hadiahnya harus hangus karena belum memfollow, sekali lagi thor ingatkan untuk memfollow ya, dan nanti akan thor umumkan lagi pemenang berikut nya tgl 21 terimakasih🙏


__ADS_2