Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERNIKAHAN NINA


__ADS_3

Setelah muter - muter akhirnya yang dicari ketemu juga, Rujak dengan buah Delima.


Melihat Ane menyantap rujaknya dengan lahap, terobati sudah rasa lelah Arif setelah berburu Delima merah.


"Ternyta orang nyidam itu ada - ada saja" ucap Arif dan membuat Ane menghentikan suapannya berbalik menatap suaminya


"Maksudnya Abang?" Ane menatap dengan tatapan tajam


"Itu tadi Abnag muter - muter nyari delimanya sampai akirnya minta dirumah warga" ucap Alan


"Abang gak iklas nyariin anak kita buah delima?"


"Bukan, bukan begitu maksdudnya. maaf - maaf ayo segera dimakan lagi?" ucap Arif menyupi istrinya


"Huh..hampir saja salah lagi, orang hamil memang lebih sensitif" batin Arif


Terdengar sura moge memasuki halam parkir mereka dan ternyata Alan yang pulang dari kantor mampir kerumah Atasannya tersebut.


"Malam - malam kesini ada apa Lan?" ucap Arif


"Ijin curhat sama Kak Ane Bang" ucap Alan membuat Ane dan Arif tersenyum saling pandang. mereka sepertinya tau apabyang hendak ditanyakan Alan


"Ada apa Lan?" tanya Ane masih santai menyantap rujak delima merahnya.


"Kak Ane kan sahabat Nia, menurut Kakak nih, Nia itu bagaimana sebenarnya" Alan penasaran


"Jadi kamu malam - malam kesini cuma mau tanya soal Nia" goda Arif


"Iya Bang, jujur saja akhir - akhir ini perasaan Alan agak gelisah." ucap Alan menceritakan kejadiannya saat bertemu dengan Saka tempo hari.


"Oow Saka, iya aku kenal. mereka pacaran sudah lama. tapi memang kayak gak ada kepastian. Saka itu masih belom boleh pacaran sama orangtuanya karena harus menyekolahkan adiknya kalau tidak salah. semenjak itu Nia jadi kayak males gitu melanjutkan hubungan mereka tapi si Saka tiap diajakin putus juga gak mau" Ane menceritakan


"Masalah anak muda memang rumit ya" sahut Arif yang usianya memang lebih tua dari mereka kalau Alan dan Ane seumuran


"Karena mereka belum menemukan jodoh yang tepat aja Bang, nanti jika mereka sudah menemukan yang tepat juga gak akan serumit itu" ucap Ane


"Terus bagaimana dengan hubungan kamu dengan Tia? aku lihat kayaknya kamu kan juga mendekati Tia. kasian anak orang jangan di permainkan perasaannya" ucap Ane


"Siapa yang mempermainkan? Alan bukan bermaksud mempermainkan, ya jujur saja, Alan juga sempat tertarik tapi saat sering ketemu Nia, Aku juga merasa nyaman sama Nia" ucap Alan bingung


"Alan, perempuan itu perasaannga sensitif. menurutku jika kamu memang gak serius jangan seolah memberi harapan, tapi kalau serius langsung aja katakan. jangan membuat wanita berasumsi sendiri" nasehat Ane

__ADS_1


"Iya kak, Alan juga sebenarnya maunya gitu" ucap Alan


***


Setelah Alan pulang, Ane dan Arif yang sudah bersiap tidur keduanya sudah berbaring ditenpat tidur saling memandang


"Ternyata tidak semua orang bisa dengan mudah menemukan cinta sejati mereka ya" ucap Arif


"Karena itu Bang, kalau sudah menemukan cinta itu. dijaga jangan sampe tergoda dengan yang diluar sana. karena yang namanya pernikahan itu pasti ada ujiannya tinggal bagaimana cara kita menyikapi setiap ujian yang ada" ucap Ane memandang suaminya


Arif mendaratkan kecupan dikening istrinya penuh kasih sayang.


"Terimaksih sudah cepat tumbuh dewasa demi Abang" ucap Arif terkekeh


"Maksud Abang?" Ane mengerutkan dahinya mendengar perkataan Arif


"Iya bener dong, dulu Abang mulai tertarik sama kamu saat kamu masih SMP. tapi gak mungkin kan Abang menikahi kamu saat itu. Abang kan harus nunggu kamu gede dulu, dan untungnya kamu cepet gede nya jadi Abang gak terlalau lama nunggu nya" ucap Arif tak kuat menahan tawa menggoda istrinya


"Tentu saja Abang salah, justru Ane yang harus berterimaksih karena Abang rela menunggu Ane hingga Abang kelewat dewasa hanya demi menunggu Ane gede" ucap Ane ganti menggoda suaminya


"Kelewat dewasa? bentar, bentar..apa maksud kelewat dewasa? apa maksud Ane Abang tua gitu?" ucap Arif mematap Ane


"Bukan tua, hanya kelewat dewasa" Ane tertawa


"Wkwkwk....Ampun bang, ampun. iya dech Ane gak ngejek lagi" ucap Ane tertawa


"Ane bercanda kok, tentu saja suami Ane sangat tampan dan muda" ucapnya lagi


Cup..


Ane mendaratkan ciuman dibibir suaminya dan tentu saja disambut hangat oleh suaminya. lantara selama Ane hamil, Arif sangat berhati - hati dengan kandungan istrinya hingga tak berani meminta haknnya sebagai suami.


Ane tentu saja memahami apa yang menjadi keingain suaminya. tapi ditengah - tengah saat mereka memadu kasih, Arif berhenti dan kembali merapikan pakaiannya.


"Abang kenapa?" tanya Ane


"Jangan dilanjutkan, Abang tidak mau melukai anak kita" ucap Arif kembali mengatur nafas


"Sini" Ane menarik suaminya dan kembali memeluk suaminya seraya berbisik. "Aman kok Bang"


Mendengar ucapan Istrinya yang seorang Bidan tentu saja Arif percaya dan tersenyum

__ADS_1


"Benarkah?" Arif semngat


"Tentu saja benar" ucap Ane mengangguk


Kini keduanya kembali memadu kasih, menciptakan kebagagian diantara kedua pasangan muda ini.


Jadi pada dasarnya berhungan suami istri saat hamil sah - sah saja dan tidak dilarang selama tidak ada keluhan dan kehamilannya tidak sedang bermasalah ya. hehehe....


***


Hari pernikahan Nina dan Gilang gelar cukup mewah, semua rekan - rekan kerja Nina dan Gilang datang memenuhi gedung tempat acara digelar.


Hari dimana seharusnya semua pasangan pengantin nampak bahagia sebagi raja dan ratu sehari.


Nina tampak cantik dan Anggun dengan balutan gaun pengantinnya sementra suaminya pun tak kalah ganteng dan menjadi pusat perhatian para tamu.


Namun kegantengan Gilang, nyatanya tak cukup membuat hati Nina tergetar. apalagi saat melihat Arif dan Ane datang mendekat hendak menyalami memberi ucapan selamat untuk Nina.


Tanpa disadari pipi Nina sudah dibanjiri Air mata saat menyambut uluran tangan Arif yang memberilan ucapan selamat.


Gilang dan Ane seketika reflek melihat kearah Arif saat melihat Nina menangis. bukan hanya Gilang dan Ane, bahkan semua tamu undangan yang melihat juga merasa ada yang aneh dengan mereka.


Arif berusaha melepaskan tangan Nina, namun Nina seperti enggan untuk melepas.


"Nin, maaf saya permisi dulu" ucapan Arif seketika membuyarkan lamuanan Nina dan saat ini dirinya baru tersadar kalau jadi bahan tontonan tamu undangan.


"Kamu kenapa?" tanya Gilang merasa ada yang aneh dengan wanita yang baru saja sah menjadi istrinya ini.


"Eh...tidak, tidak apa - apa" ucap Nina terbata - bata mengusap pipinya yang sudah banjir dengan tisu yang ada ditangannya.


"Yakin gak papa?" selidik Gilang menatap istrinya


"I'am Okay" ucap Nina segera tersenyum kembali dan menyalani tamu undangan yang lain


Nina yang pandangananya terus mencari - cari keberadaan Arif namun tidak menemukannya


membuatnya resah dan bertanya pada Viko.


Saat Viko mengatakan Arif sudah lebih dahulu pulang, kekecewaan seketika menyelimuti hatinya. wajahnya tampak muram selama acara berlangsung tidak ada binar kebahagian yang terpancar.


Monhon dukungannya ya teman - teman. dengan cara Like, comen dan vote jika ada.

__ADS_1


dukungan kalian saat berarti bagi Author, terimaksih


__ADS_2