Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
MENYADARKAN


__ADS_3

Bu Indah berusaha memikirkan apa yang dikatakan pak Sandi.


"Apa benar yang sudah dikatakan papa? apa mungkin Riri seperti itu? tapi mana mungkin Riri seperti itu? Riri anak yang baik. aku sendiri yang telah mendidiknya. tidak, tidak aku tidak boleh meragukankan Riri." gumam Bu Indah


Bu indah kembali mondar mandiri diruang tamu menunggu Riri pulang. hingga tanpa disadari sudah hampir dini hari namun yang ditunggu tak kunjung kembali.


Bu Indah mengambil hape dan menghubungi Alan.


"Assalamu'alaikum ma"jawab Alan


"Walaikumsalam Lan, Riri dari semalam tidak pulang. coba kamu cari adik kamu ya! sepertinya Riri benar-benar pergi dari rumah" ucap Bu Indah panik


"Memangnya Riri kenapa ma? kok sampai pergi dari rumah?" tanya Alan


"Ini semua karena kesalahan kamu. kamu kan yang bicara tidak-tidak sama papa kamu? papa marah dan akhirnya Riri pergi. jadi mama tidak mau tau. kamu harus menemukan Riri kembali" ucap Bu Indah


"Kenapa Mama malah menyalahkan Alan. ma sebenarnya Alan ini anak Mama bukan sih? " ucap Alan


"Pertanyaan macam apa yang kamu tanyakan? tentu saja kamu anak Mama" jawab Bu Indah


"Lalu kenapa Mama selalu bersikap seperti ini sama Alan. Mama percaya Riri tapi mama tidak percaya Alan" ucap Alan kesal


"Apa kamu pikir ini waktunya kamu berpikir seperti itu. adik kamu semalaman tidak pulang kerumah. apa kamu tidak kawatir?" tanya Bu Indah


"Riri bukan anak kecil lagi ma. dia tau jalan menuju rumahnya. ya sudah Alan mau tidur dulu lagi. assalamualaikum" Alan menutup telphonnya


"Hallo, Lan, Alan. kok malah ditutup sih. ini pasti gara-gara Nia" gumam Bu Indah


"Rupanya apa yang papa sampaikan tadi malam, belum cukup untuk membuat mama sadar." sahut pak Sandi


"Pa, bagaimana bisa Papa tidak kawatir anak perempuan kita pergi dari semalam tidak kembali. apa Papa benar-benar tidak kawatir?"


"Benar yang dikatakan Alan, Riri bukan anak kecil lagi. kita selama ini terlalu memanjakannya. biar dia tau seperti apa hidup nya tanpa kita. karena kali ini Riri sudah sangat keterlaluan. Papa harap Mama tidak mencari nya. biarkan dia sadar dulu" tegas pak Sandi

__ADS_1


Di kos Nia


"Riri kenapa mas?" tanya Nia


"Mama bilang dia pergi dari rumah. kemarin bertengkar sama Papa dan semalam sepertinya Riri tidak pulang" jawab Alan


"Kemana ya mas kira-kira perginya Riri?" tanya Nia


"Paling kerumah temen nya. kemana lagi dia bisa pergi" jawab Alan santai kembali menara selimut


"Mas, kok malah tidur lagi. ayo kita cari Riri!" ucap Nia


"Buat apa? udah Nia ayo kita lagi. udah gak usah kawatir soal Riri. dia bukan anak kecil lagi." ucap Alan menarik Nia dan memeluknya


"Mas, ayo bangun." ucap Nia mencubit tangan Alan


"Aawww sakit sayang" teriak Alan


"Oow gitu ya, okey. aku balas ya" ucap Alan memeluk Nia dan menjadi ciumi bertubi-tubi


"Hahahaha.. okey, okey cukup mas, okey aku kalah aja deh" ucap Nia


"Gitu dong, ayo tidur" ucap Alan


Alan menurut dan merebahkan tubuh nya disamping Alan. matanya terpejam tapi pikiran nya menerawang memikirkan kemana pergi nya Riri.


***


Nia yang pagi ini lepas dinas, sengaja mencari Riri kesekolah namun teman-teman Riri mengatakan kalau Riri hari ini Riri tidak masuk sekolah. Nia bertanya pada teman-teman kemana biasanya Riri pergi dan Nia mencari Riri berdasarkan apa yang dikatakan temannya.


Benar saja, Nia melihat Riri sedang berada di mall.


"Riri" panggil Nia dan Riri melihat kearah Nia

__ADS_1


"Riri, apa yang kamu pikirkan? sebentar lagi kamu ujian dan kamu malah bermain disini? apa kamu tau semalaman Mama mikirin kamu. tapi kamu malah asyik bermain disini?" cerca Nia


"Siapa kamu? ngapain kamu marah sama aku? apa hubungan aku sama kamu? kalau ada yang perlu disalahkan kenapa aku seperti ini itu kamu. gara-gara kamu semua orang di rumah tidak perduli sama aku" ucap Riri


"Kamu salah Riri, semua orang di rumah mikirin kamu. Riri, kamu bukan lagi anak kecil. ayo kita bicarakan semua baik-baik. dan sebaiknya kamu segera pulang kasihan Mama mikirin kamu terus." ucap Nia


"Tidak, aku tidak akan pulang. aku akan pulang kalau kamu pergi dari hidup kak Alan" ucap Riri


Plak..


Nia menampar Riri


"Jaga bicara kamu Riri, aku sudah berusaha cukup sabar menghadapi kamu selama ini. benar kata Alan orang sepeti kamu tidak pantas untuk dicari. baik lah silakan saja kalau kamu tidak ingin pulang. sekalian saja tidak usah pulang selama nya. aku tidak akan pernah lagi mencari kamu" tegas Nia


"Kamu, bener kan. ini sebenarnya yang kamu inginkan?" ucap Riri mengarahkan jari telunjuk nya ke Nia


"Aku bisa apa? kalau kamu sendiri tidak mau pulang. Riri, aku dan Alan saling mencintai. kak Nia berharap kamu mengerti itu. kakak tau sebenarnya kamu anak baik. kamu seperti ini karena kecewa mengetahui kenyataan kalau kamu bukan anak kandung Mama dan Papa bukan? dan kamu kecewa mengetahui kenyataan, kamu bukan adik kandung kak Alan. kakak mengerti perasaan kamu, sebenarnya yang kamu rasakan untuk kak Alan bukan perasaan cinta. tapi perasaan takut kehilangan kakak yang selama ini menyayangi kamu. karena kamu tau kalian bukan saudara kandung." ucap Nia


Riri terdiam


"Riri, entah kamu saudara kandung apa bukan tidak akan pernah merubah sayang nya mama, papa dan kak Alan sama kamu. bagi mereka kamu adalah anak mereka. bagi kak Alan kamu adalah adiknya. adik yang selalu disayang dan dibanggakan kak Alan. namun dengan sikap kamu yang seperti ini. kamu tidak akan dapat apa-apa kecuali kekecewaan dari mereka semua. percayalah sama kak Nia. pulanglah, minta maaf sama mama dan papa. mereka pasti akan sangat bahagia.


Riri jangan buat mama dan papa kecewa. kenapa kalau kamu bukan anak kandung mereka? bukan kah seharusnya kamu berterimakasih? bayangkan kalau mereka tidak mengadopsi kamu, apa kamu bisa mendapatkan kehidupan sebaik sekarang?"


Riri hanya diam tidak menjawab namun memikirkan apa yang disampaikan Nia. apa jadi nya dirinya kalau tidak dirawat mama dan papa nya. tapi pantaskah sikap yang saat ini dilakukan nya?


apa seperti ini cara membalas kebaikan orang yang sudah merawatnya dari bayi sampai sekarang dengan penuh kasih sayang?


"Kak, apa mama dan papa bisa memaafkan Riri?" tanya Riri sedih


"Tentu saja, mereka akan senang kalau kamu mau meminta maaf. mereka sangat menyayangi kamu. percayalah kita semua ingin kamu kembali." ucap Nia menyakinkan Riri


haiii... sayanx2 nya akoh, maaf banget belum bisa mengabulkan untuk doble update 🙏🙏 next time ya sayanx... 😘 terimakasih jangan lupa tinggal kan jejak dengan like, coment dan vote ya 👍

__ADS_1


__ADS_2