Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
DIIJINKAN PULANG


__ADS_3

Hari ini Dokter menghubungi Saka. memberitahu bahwa besok Nur sudah diijinkan untuk pulang.


Malam ini menjelang tidur, Saka memberitahu Tika kalau Dokter sudah memberi ijin Nur untuk pulang.


"Alhamdulillah mas, berarti Almira sudah bisa bersama mamanya lagi" ucap Tika


"Tapi masalahnya kemana kita akan membawa Nur pulang? mamanya sendiri sudah tidak mau tau soal Nur" Saka merasa bingung


"Sudah semestinya dia disini mas, aku akan segera pergi." ucap Tika


"Tidak sayang, jangan pergi! aku tidak bisa kehilangan kamu. aku mencintaimu" rengek Saka


"Mas, aku minta maaf. aku tidak akan sanggup berbagai hati. biarkan aku pergi" Ucap Tika menarik selimut dan bersiap tidur.


Saka terus memandang punggung Tika yang tidur membelakanginya.


"Maafkan aku mas, maafkan aku harus pergi. aku mencintaimu. tapi aku tidak akan sanggup berbagi hati. berat untukku meninggalkan kamu dan Almira. tapi tidak ada pilihan lain untukku. tidak ada lagi tempat untuk ku" batin Tika meneteskan air mata dan membasahi bantalnya


Saka menyadari kalau Tika sedang menangis


Hatinya merasa sangat bersalah. ketika dia sudah menemukan wanita yang benar-benar dicintainya dia harus melepaskan karena dosa-dosa dimasa lalu.


Pagi ini Saka mengajak Tika dan Almira untuk menjemput Nur kerumah sakit.


Sepanjang perjalanan tidak ada kata yang keluar dari keduanya. perjalanan terasa hening dan sepi. Almira yang juga menambah keheningan dengan tidur. seolah mengerti kalau orang tuanya sedang tidak ingin berbicara.


Sesampainya dirumah sakit Tika dan Almira menunggu Nur diparkiran.


Saka menyelesaikan administrasi dan menjemput Nur keruangan yang hampir satu tahun lebih ditempatinya.


"Nur" Panggil Saka


"Saka" Nur yang sudah rapi menggunakan hijab menoleh kearah sumber suara.


"Kamu sudah siap untuk keluar dari sini" tanya Saka mendekat


Nur hanya senyum

__ADS_1


"Kenapa? " tanya Saka


"Aku tidak tau harus senang atau tidak, aku berusaha menghubungi mama tapi tidak ada jawabannya. sepertinya nomernya sudah tidak bisa dihubungi" ucap Nur berusaha tetap senyum


"Nur sebenarnya aku sudah bertemu dengan mama kamu" ucap Saka ragu


Nur tersenyum dan menatap Saka


"Mama tidak mau melihatku lagi kan?" ucap Nur sambil tetay memperlihatkan senyuman dibibirnya


"Mama kamu sepertinya memang masih marah. tapi kamu jangan sedih ya. kamu ikut aku pulang kerumahku" ucap Saka


"Tidak Saka, aku tidak mungkin kerumah mu." jawab Nur


"Lalu bagaimana, kamu mau kemana?" tanya Saka


"Yang jelas bukan kerumahmu. oya apa aku bisa bertemu dengan Almira?" tanya Nur berharap


"Tentu saja boleh. Almira saat ini ada diluar bersama Ti.." ucap Saka terhenti takut Nur histeris kembali


"Kamu sudah tau?"


"Iya aku sudah tau semuanya, awalnya aku memang sempat punya perasaan sedih, tapi sekarang aku justru bersyukur. apa jadinya Almira kalau Tika tidak mau merawatnya? bisa saja saat itu Tika tidak mau tau dan menyuruh kamu untuk tidak perduli. aku yakin kalau saat itu Tika menyuruh kamu untuk mengabaikan aku dan Almira. pasti kamu akan menurut pada Tika."Ucap Nur


"Maafkan aku Nur, aku yang membuat hidupmu jadi menderita seperti ini" Saka menundukkan wajahnya merasa bersalah


"Aku memang membencimu, merasa kamu mempermainkanku. bahkan jika diijinkan, aku ingin membunuhmu." ucap Nur membuat Saka tercengang dengan perkataan Nur


"Kamu tidak usah takut, aku tidak akan melakukan semua itu. walaupun aku ingin tapi aku tidak akan pernah melakukan perbuatan keji seperti itu. biar bagaimana sekarang aku sadar, aku yang terlalu bodoh jadi wanita. aku yang terlalu mengagungkan cinta hingga berakhir seperti ini. dari awal aku tau aku mencintai orang yang salah tapi aku menutup mata. aku tidak perduli jika cintaku salah. mungkin ini cara Alloh untuk mengingatkanku kalau cintaku itu salah."ucap Nur


Saka tidak menyangka perubahan yang terjadi pada diri Nur, sekarang sepertinya Nur benar-benar sudah bisa tenang dan bisa mengontrol emosinya.


Setelah cukup lama mengobrol, Saka mengajak Nur keluar. diparkiran Nur melihat Almira yang tampak manja digendong Tika.


Perlahan Nur mendekati Almira. air matanya menetes membasahi pipi.


Tangannya mengusap punggung Almira lembut dan membelai rambut Almira.

__ADS_1


Almira yang menyadari ada orang asing di dekatnya menangis histeris.


Melihat Almira menangis membuat hati Nur seperti teriris, anak yang dirindukan menangis histeris di dekatnya dan memeluk wanita yang bukan ibunya dengan erat.


"Ini mama nak, Almira sayang, ini mama. mama kamu nak" ucap Nur terisak


"Hua... Hua... ante ayo pergi, gak mau, gak mau olang itu" tangis Almira memeluk Tika dan erat


"Almira sayang, tenang sayang, tenang ya" Tika mengusap rambut Almira lembut


"Sudah ya, tenang. jangan menangis lagi" Tika menggendong Almira menjauh dari Nur untuk memenangkan Almira


"Kamu yang sabar ya, Almira kalau bertemu dengan orang yang belum dikenal awalnya memang seperti itu. tapi nanti kalau sudah terbiasa dia pasti mau sama kamu" ucap Saka berusaha menghibur Nur


"Sakit, begitu sakit melihat anak yang aku lahirkan tidak mau bertemu denganku, mama dan anakku sendiri bahkan tidak mau bertemu denganku. apa aku ini masih layak untuk hidup didunia ini" Ucap Nur menatap Almira yang berusaha ditenangkan Tika dari kejauhan.


"Maafkan aku. ini salahku" ucap Saka


"Nur"


Nur dan Saka melihat kearah sumber suara


"Ma.. mama" ucap Nur mendekati mamanya dan berlutut dikaki bu Elsa


"Ma, maafkan Nur ma, maafkan Nur. Nur berdosa. Nur sudah membuat mama dan papa menderita. maafkan Nur ma..!"


"Kamu memang anak bodoh, kenapa dulu mama bisa melahirkan anak bodoh sepertimu" ucap bu Elsa cairan bening pun mengalir disudut matanya saat mengatakan itu semua.


"Kamu lihat hasil dari perbuatan kamu? papamu, papa yang sangat menyayangi kamu meninggal karena memperjuangkan harga dirimu. sekarang kamu juga seorang ibu, kamu tau bagaimana rasa sakit yang mama dan papamu alami selama ini? hinaan dari tetangga, cibiran dari keluarga semua kami rasakan karena kesalahan kamu. lalu dengan bodohnya kamu menjadi wanita lemah dan gila hanya karena laki-laki yang tidak bertanggung jawab. sekarang kamu lihat karena kebodohan kamu anak kamu sendiri tidak mau bersama kamu dan memilih wanita lain untuk menjadi ibunya."


Nur menyadari kesalahannya hanya bisa menangis dan memohon pengampunan untuk dirinya.


"Kamu juga seorang ibu, kamu tau rasanya jauh dari anak. itu juga yang sebenarnya mama rasakan. mama merasa sangat kecewa sama kamu tapi semarah apapun mama sama kamu. tidak akan bisa merubah kenyataan kalau kamu tetap anak mama" ucap bu Elsa memeluk Nur


^Happy Reading^


Terimakasih atas dukungan kalian dengan like, coment dan syukur-syukur mau Vote hehehe... ❤😍🥰😘

__ADS_1


__ADS_2