Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
JODOH CERMIAN DIRI


__ADS_3

Semenjak pulang dari rumah sakit, Arif merasa hidupnya sangat bahagia dan beruntung, bagaimana tidak ada istrinya yang siap dua puluh empat jam stand by menjaganya.


"Tidak salah aku memilihmu sebagai bhayangkariku" ucap Arif memandang Ane


"Kenapa Bang?" tanya Ane melihat suaminya


"Abang merasa beruntung, saar terjadi kecelakaan ini Abang sudah menikah dengan adik jadi adik bisa merawat abang" ucap Arif


"hussstttt....jangan bilang seperti itu lagi ya, itu hal yang paling mengerikan selama hidup Ane" ucap Ane menutup mulut Arif dengan jari telunjuknya


Arif meraih tangan istrinya dan memegangi tangan Ane


"Maaf sudah buat Ane sedih dan pikiran, tapi itu lah resiko pekerjaan Abang. hidup dan mati seseorang sudah ditentukan Alloh, pada akhirnya semua akan kembali ke sisi Alloh. kita harus siap kapan saja Alloh memanggil kita. apalagi Abang seorang Polisi menghadapi hal semacam itu bukan pertama kalinya bagi Abang, sebagai bhayangkari Ane juga harus siap mental." ucap Arif membelai tangan Ane lembut


"Tapi Ane gak sekuat yang Abang kira, kejadian kemarin saja membuat Ane takut" ucap Ane menunduk


"Karena itu Abang mau, tolong disetiap Ane berdoa. jangan lupa doakan Abang biar selalu dilindungi Alloh, bisa selalu menjaga Ane dan Anak - anak kita kelak." ucap Arif senyum


"Insyaalloh tanpa Abang minta Ane selalu mendoakan yang terbaik buat Abang dan buat keluarga kecil yang baru kita bina" ucap Ane


"Terimakasih ya sayang, sudah sangat memahami Abang, tidak henti - hentinya Abang bersyukur punya istri seperti kamu dek" ucap Arif


"Dan maafin Abang dari pertama kita nikah sampai sekarang belum bisa menjalankan tugas Abang yang seutuhnya" goda Arif dan berhasil membuat wajah Ane memerah seperti udang rebus beneran kali ini.


"Igh...Abang apaan sih...bisa gak, gak usah bahas - bahas begituan" ucap Ane menunduk


"Ane kok masih malu - malu aja, katanya sebagai calon bidan hal kayak gitu udah gak tabu lagi? lha ini sama suami sendiri malu" goda Arif lagi


Ya, Arif memang paling seneng kalau menggoda istrinya.


"Ya, iya Bang tapi kan tetep aja malu kalau bahasnya sama Abang"


"Kamu itu lucu ya dek, sama temen - temen gak malu. sama suami sendiri malah malu"


"Nanti ada saatnya sendiri bahas sama Abang" goda Ane balik sambil menjulurkan lidah nya


"Jadi pengen cepet sembuh" Arif tersenyum


"Iya makanya Abang cepet sembuh hehehe" ganti Ane yang pandai menggoda Arif

__ADS_1


"Eh..iya Bang, Ane lupa mau minta ijin Abang. besok Ane mau ijin ada bimbingan Dosen ke kampus. Doain Ane ya Bang!" ucap Ane


"Iya sayang pasti Abang doakan, Abang yakin istri Abang kali ini pasti bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik" Arif berusaha memberi semangat untuk istrinya.


"Assalamualaikum"


"Walaikum salam" jawab Bu Imah


"Eh...ada nak Alan, masuk nak, Ibuk panggilkan Arif ya" ucap Bu Imah


"Iya bu, terimakasih" ucap Alan


Bu Imah yang mengetuk pintu dan memanggil Arif


"Ada Alan diluar Rif"


"Suruh masuk sini aja Ma" jawab Arif


"Nak Alan, langsung masuk kamar Arif aja" ucap Bu Imah


"Baik Bu" jawab Alan melangkahkan kaki ke kamar Arif


"Alhamdulillah berkat doa - doa kalian juga" ucap Arif senyum


"Seneng ya Bang kalau udah nikah, ada yang merawat" goda Alan melihat Ane yang selalu mendampingi Arif


"Makanya cepet nyusul" goda Arif


"Susah Bang, nyari wanita seperti Kak Ane jaman sekarang.banyak cewek yang mau tapi ya itu Bang, tau sendiri lah cewek jaman sekarang." ucap Alan


"Jangan sibuk mikirin itu Lan, tapi sibuk lah memperbaiki diri. karena jodoh itu cerminan dari diri kita. Lelaki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik juga." ucap Arif menasehati Alan


"Siap komandan" ucap Alan


"Betul itu Lan, sama hal nya seperti yang terkenal diluaran sana kalau Polisi itu playboy padahal tidak semua seprti itu, Polisi yang Goodboy juga banyak. ya seperti pemikiran Alan gini. intinya semua tergantung perilaku kita. kalau kita baik insyaalloh pasti di pertemukan dengan jodoh yang terbaik" ucap Ane


"Seneng kalau lagi ngobrol sama Bang Arif dan Kak Ane, rasanya seperti dapat nasehat dari kakak sendiri" Alan yang juga anak tunggal tentu saja merasa senang mengenal orang - orang yang bisa dijadikan panutan layaknya seorang kakak.


"Kantor gimana? ada perkbangan apa?" tanya Arif

__ADS_1


"Landai sih Bang, aman terkendali. kemarin ada kasus curanmor Alhamdulillah sudah terungkap dan pelaku saat ini diamankan dipolres" ucap Alan


"Insyaaalloh minggu depan aku mau masuk kerja, sudah terlalu lama libur kayaknya" ucap Arif


"Abang belum benar - benar sembuh lho" sahut Ane yang panik mendengar suaminya yang akan masuk kerja kembali.


"Abang sudah merasa lebih baik kok Ne" ucap Arif


"Abang, Abang jangan mulai deh, kalau kayak gini gimana Ane bisa tenang? Abang ini belum sepenuhnya pulih lho Bang" ucap Ane kawatir dengan kesehatan Arif


"Iya Bang, sebaiknya biar benar - benar pulih dulu jangan memaksakan diri" sahut Alan


"Iya deh, Abang kalah. okay, Abang gak masuk kerja dulu. Abang nurut sama kalian" ucap Arif. Ane dan Alan saling memandang dan ketawa


"Lagian Bang Arif ini, dirumah di temani istri kok malah udah pengen kerja aja. kayak gak betah dirumah" ledek Alan


"Bukan gitu Lan, masalahnya aku kan udah lama gak ngantor, gak enak sama yang lain" ucap Arif


"Semua faham kok Bang, yang penting Abang bener - bener sehat dulu" ucap Alan


"Sebenarnya dirumah juga kesepian kalau siang Lan, Ane setiap hari bimbingan dikampus" ucap Arif


"Lha apa Ane gak usah bimbingan aja Bang?" goda Ane


"Ya gak lah sayang, kuliah tetap harus jadi prioritas kamu sayang" ucap Arif


"Abang salah, prioritas seorang istri itu ya suami Bang, kalau yang lain - lain itu urusan kesekian" jawab Ane


"Haduh...aku pulang aja deh Bang, gak kuat di tengah - tengah orang yang lagi Bucin - bucinan kayak gini" ucap Alan, yang membuat Arif dan Ane pun tertawa bersama.


"Maklum lah Lan, kita kan belum pacaran. jadi wajar kan kalau sekarang kita kayak yang kamu bilang tadi apa itu namanya " Bucin" iya bucin ya" ucap Arif yang gak begitu faham dengan gaya bicara anak muda jaman sekarang beda dengan Ane yang lebih faham karena Ane memang usia terpaut jauh dari Arif.


****


Alan yang hendak pulang diluar rumah Arif bertemu dengan Siska dan Tia.


Sekilas Alan menaruh kagum dengan Tia


terimaksih yang sudah membaca karya saya, semoga kalian suka ya. jangan lupa, like, coment, vote dan kasih rating bintang lima ya, biar Author semakin semangat.

__ADS_1


__ADS_2