
Matahari mulai menampakan cahaya jingga nya. Arif yang selesai lari pagi mengajak istrinya sarapan bubur Ayam di taman komplek perumahan.
Keduanya menikmati bubur ayam, dan terlihat Siska dan Tia yang juga memesan bubur ayam. namun kali ini sepertinya Siska sudah tidak terobsesi dengan Arif. pun sudah tidak mengeluarkan kata - kasar untuk Ane.
"Kak Ane, Bang Arif" sapa Tia
"Hai..sarapan juga" ucap Ane
"Iya kak, semlaman belajar nanti ujian makanya pagi - pagi dah lapar hehehhe" Tia ketawa
"Oow... nanti ujian, semangat ya Tia" ucap Ane
"Terimakasih Kak, kalau Kak Ane bagaimana? udah beres KTI nya?" tanya Tia
"Aman, minggu depan sidang" ucap Ane
"Semoga semua lancar ya kak" ucap Tia
"Iya terimaksih juga ya, oya kita duluan ya. Banh Arif harus kekantor" ucap Ane
Sesampainya dirumah Arif segera bergegas mandi, ganti pakain dinas nya.
"Masyaalloh suamiq ganteng banget ya ternyata" ucap Ane memandang suaminya yang sedang merapikan pakiananya di depan kaca
"Baru sadar ya" ucap Arif mencolek hidung Ane
"Tapi Ane jadi semakin kawatir, terlalu banyak yang suka sama Abang" Ane cemberut
"Ane sayang, Abang nunggu kamu dari jaman kamu masih SMP kalau niat Abang sama yang lain ngapain Abang nunggu kamu" ucap Arif menyakinkan istrinya yang sudah mulai cemburuan
"Arif..ada Alan diluar" panggil Bu Imah
"Iya ma, Arif segera keluar" jawab Arif
Diluar rumah Alan tidak sengaja melihat Tia
"Dek Tia" panggil Alan
"Iya Bang Alan" ucap Tia
"Dari mana?" tanya Alan
__ADS_1
"Tadi beli bubur ayam, Abang sendiri pagi - pagi udah dirumah Bang Arif" ucap Tia
"Iya mau jemput Bang Arif biar ke kantor bareng" ucap Alan
"Oow, sepertinya Bang Arif sudah sembuh. tadi pagi sudah lari - lari keliling komplek" ucap Tia
"Hai..Tia, hati - hati jangan dekat - dekat sama lelaki kayak gitu makan hati nanti kamu di kadali" Sindir Siska
"Hai mbak - mbak jadi cewek jangan judes - judes juga gak laku jadi perawan tua entar" ucap Alan
"Dasar...laki -laki mulutnya kayak cewek, mending jadi perawan tua dari pada dikadali model laki - laki kayak kamu" ucap Siska sewot
"Ada apa ini" ucap Arif dan Ane keluar mendengar ribut - ribut diluar rumahnya
"Gak ada apa - apa kok Bang" jawab Alan senyum dan Siska menghentakan satu kakinya masuk kedalam kos melihat Arif dan Ane keluar
"Abang berangkat ya Dek" Arif pamit
"Iya Bang hati - hati! ingat makan bekal yang Ane bawakan jangn terima bekal dari wanita lain" ucap Ane yang sekarng selalu menyempatkan diri untuk membuatkan bekal suaminya lantara tidak mau kalau suaminya makan bekal dari perempuan lain
"Nanti saya Bantu awasi Kak Ane" ucap Alan senyum
"Kamu ini Lan" Arif menepuk pundak Alan
"Bener - bener ini orang, ayo berangkat" ucap Arif dan Ane pun ketawa melihat kelakuan Alan
****
Sebulan telah berlalu, Ane yang sudah menyelesaikan Ujian KTInya dan serangkaian ujian - ujian lainnya. karena untuk lulus menjadi Bidan memang banyak banget yang harus ditempuh, mulai dari ujian OSCA, APN dan lain - lain pastinya cukup membuat Mahasiswa Kebidanan semester akhir klimpungan pastinya. jangankan memikirkan Cinta Mahasiswa Kebidanan semester akhir pasti untuk makan saja sampai lupa mungkin.
Apalagi buat Ane yang statusnya sudah menjadi istri ini. jangankan menyiapkan bekal untuk suaminya, sarapan buat dirinya sendiri saja semua Bu Imah yang menyiapkan.
Untung saja, Ane beruntung mempunyai mertua seperti Bu Imah, mertua yang tidak pernah menuntut menantunya untuk melakukan pekerjaan rumah. karena Bu Imah tau pasti, tugas akhir Ane sebagai Mahasiswa Kebidanan tidak lah mudah.
Dan hari ini Arif pulang malam karena pekerjaan dikantor juga lumayan banyak, perasaan ingin segera pulang kerumah karena sudah merasakan rindu kepada istri tercintanya dirumah.
Sesampainya dirumah, diluar ekspektasi nya ternyata sang istri tercinta sudah tidur dengan pulasnya
"Kasian kamu sayang, pasti capek dengan tugas akhir kuliahnya" gumam Arif lirih memandang wajah istrinya yang sudah tidur terlelap
Arif yang semula ingin melepas Rindu dengan sang istri, mengurungkan niatnya dan membetulkan selimut Ane yang hampir terjatuh. pelan - pelan Arif baringkan tubuhnya di sampinh Ane tidak ingin membuat Ane terbangun.
__ADS_1
Saat suara Adzan berkumandang, Ane terbangun melihat suaminya sudah tidur disampingnya dan segera dibangunkan untuk sholat subuh berjamaah
"Bang bangun, waktunya sholat" ucap Ane dan mencium kening suaminya dengan sigap tubuh Ane ditarik Arif hinga terjatuh dalam pelukan Arif
"Abang masih ngntuk, tidur sebentar lagi ya" ucap Arif yang masih memeluk tubuh istrinya
"Sudah waktu sholat subuh Bang, sebaiknya sholat dulu" ucap Ane
"Iya tapi cium dulu" ucap Arif manja
Cup...
Ane mencium suaminya dan keduanya segera bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Didapur Ane merasakan pusing dan mual mencium bau trasi yang digoreng Bu Imah.
Uwek...uwek....
Ane berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya, wajahnya terlihat pucat badan nya dingin.
Melihat istrinya muntah Arif langsung berlari melihat Ane dikamar mandi
"Sayang kamu kenapa? kamu sakit" tanya Arif kawatit denagan kondisi Ane
Ane hanya geleng - geleng kepalanya dan menuju dapur lagi
"Ane sudah sebaiknya kamu istirahat, biar Mama yang masak.mungkin kamu kecapekan akhir - akhir ini Mama perhatiin kamu juga makannya tidak teratur" ucap Bu Imah
"Iya Ma, sepertinya Ane masuk angin, terlalu stres juga satu bulan ini karena urusan kampus" ucap Ane
"Istrahat ke kamar aja ya, biar Abang antar" Arif memapah Ane menunju kamar
Ane bersandar diatas ranjangnya diselimuti Arif dan segera di buatkan teh hangat
"Terimaksih ya Bang" ucap Ane
"Iya sayang, kamu hari ini istirahat saja ya, tidak usah melakukan apa - apa, maafin Abang juga disaat kamu sedang sakit seperti ini Abang tidak bisa menemani kamu karena hari ini Abang harus keluar kota untuk melakuakan penangkapan" ucp Arif merasa bersalah sebagai suami tidak selalu ada untuk istrinya bahkan disaat istriny sedang sakit seperti sekarang ini.
"Bang, tidak apa - apa. Ane hanya berharap setiap kali Abang melakukan tugas. semoga Alloh selalu melindungi. dan semoga kembali dengan selamat tanpa kekurangan apapun." ucap Ane menggenggam tangan Arif senyum
"Tidak salah Abang pilih kamu sebagai Bhayangkari istriku, kamu selalu mengerti tugas Abang. Abang janji akan segera pulang ketika pekerjaan Abang selesai" ucap Arif mencium kening Ane
__ADS_1
"Iya Bang, tidak usah memikirkan Ane. fokus sama pekerjaan Abang ya. Ane tidak apa - apa, hanya kelelahan. setalah istirahat sebentar nanti juga segera sehat kembali" ucap Ane manja memeluk Arif
Terimakasih sudah membaca karya saya, mohon dukungan dari semaua reader ya dengan Like, Coment, Vote dan kasih rating bintang 5 ya. dukungan dari semua reader sangat berarti bagi Author