Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERTEMUAN TIKA DAN NUR


__ADS_3

Hari ini Saka mendatangi bu Elsa mamanya Nur dirumahnya. namun bu Elsa ternyata sudah tidak lagi tinggal disitu. Dari beberapa kerabat yang didatangi Saka. beruntung ada yang mengetahui keberadaan bu Elsa. Saka segera melajukan mobil yang dibawanya dengan kecepatan tinggi.


Disebuah rumah yang tidak terlalu besar, Saka melihat Bu Elsa sedang menyapu halaman.


"Tante" ucap Saka


"Saka.. kamu.. ngapain kamu kesini? tante tidak ingin lagi bertemu dengan kamu. dan tante tidak ingin tau lagi tentang anak itu. jadi kalau kamu kesini ingin membahas anak itu. percuma saja, tante sudah tidak tertarik." ucap bu Elsa meletakkan sapu nya dan ingin segera masuk kerumah.


"Nur sudah sembuh tante" ucap Saka menghentikan langkah bu Elsa


Untuk beberapa saat bu Elsa terdiam, berusaha menahan cairan bening seperti kristal agar tidak terjatuh. dan tanpa berkata apa-apa bu Elsa masuk kedalam rumah.


Saka terdiam menatap pintu yang kini sudah tertutup.


Dirinya kini menyadari, betapa sakitnya perasaan Nur yang tidak dianggap oleh ibu kandungnya sendiri.


Dosa dimasa lalu yang menorehkan luka begitu dalam. dan tak termaafkan.


Deny perasaan menyesal Saka kembali pulang kerumah.


***


Dirumah Saka memeluk Tika dan menangis dipelukan Nur.


"Sabar ya mas, ini cobaan untuk mu, disini keinginan mu untuk bertaubat sedang diuji." Tika mengusap punggung Saka lembut


"Tika tolong jangan tinggalkan aku! aku tau aku harus bertanggung jawab terhadap Nur, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan kamu. aku tidak sanggup jika harus kehilangan kamu Tika" tangis Saka pecah


"Mas, kita sudah bahas masalah ini. tolong hargai keputusan yang sudah aku buat. aku tidak bisa jika harus melukai mbak Nur lagi."


"Kamu tidak melukainya, aku yang melukainya. jadi biarkan aku bertanggung jawab. tapi tidak dengan menceraikan kamu. Tika, tidak bisakah kalau aku menikah dengan Nur tanpa menceraikan kamu?" ucap Saka dengan mata sayu.


"Maksud kamu apa mas? apa kamu mau berpoligami?" tanya Tika membulat kan matanya


"Jika memang bisa seperti itu, dan jika kamu bersedia aku madu, ijinkan aku menikah lagi dengan Nur tanpa menceraikan kamu" ucap Saka memohon


"Mas, poligami itu tidak semudah yang kamu bayangkan. salah niat malah dosa yang akan kamu dapat. apalagi jika kamu tidak bisa berbuat adil, kamu akan jadi suami dzalim mas, dan itu hukumnya haram." ucap Tika


"Tapi aku tidak bisa menceraikan kamu Tika dan apa kamu tidak memikirkan bagaimana keadaan psikisnya Almira jika tiba-tiba kamu pergi? apa kamu pikir Almira akan begitu saja melupakan kamu dan menerima Nur?" ucap Saka berusaha menyakinkan Tika untuk tidak pergi.

__ADS_1


"Pelan-pelan kita akan memberi Almira pengertian mas" jawab Tika


"Jadi, kamu benar-benar ingin cerai dariku? baiklah Tika jika itu mau kamu. aku tidak lagi bisa mencegahmu. aku hanya bisa mengucapkan terimakasih kamu sudah merawat Almira dengan baik. dan maafkan aku belum pernah menjadi suami yang baik" ucap Saka pergi


Tika yang merasa hatinya sakit, hanya bisa menangis.


"Ante.. ante... kenapa ante menangis?" tanya Almira


"Tidak sayang, tante tidak menangis. tadi tadi lagi nyapu e.. malah debunya masuk kedalam mata tante" jawab Tika tidak ingin Almira tau yang sebenarnya


Almira menyeka air mata Tika dengan lembut.


"Almira sayang ante" ucap Almira


"Hua... Hua... " tangis Tika kembali pecah dan memeluk Almira erat seakan tidak ingin terpisah.


"Ante jangan nangis lagi ya. Almira ikut sedih kalau tante sedih" ucap Almira memeluk Tika


"Iya sayang, maafkan tante ya. kita tidur lagi yuk! tante temani. besok pagi kita main lagi."


"Iya ante"


Tika memeluk erat Almira dan mengusap-usap kepalanya.


***


Tika membangunkan Almira untuk mandi, menyiapkan sarapan dan menyuapi Almira.


"Almira sayang, nanti Almira dijagain Ayah dulu ya! tante ada perlu sebentar" ucap Tika di meja makan


"Apa kamu mau kerumah sakit?" tanya Saka


"Iya mas, hari ini aku akan menemui mbak Nur" jawab Tika


"Tika, kamu yakin tidak mau aku antar?" kembali Saka bertanya karena menghawatirkan Tika


"Tidak usah mas, mbak Nur ingin aku kesana sendiri" Jawab Tika


"Justru karena itu aku kawatir"

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas, lagian siapa yang akan jaga Almira kalau kamu ikut mas?"


Dengan berat hati Saka memberi ijin kepada Tika untuk menemui Nur sendiri kerumah sakit.


Dirumah sakit, Tika melihat Nur duduk ditaman


"Mbak Nur" ucap Tika


Nur menoleh kearah Tika, mengingat pertama kali bertemu dengan Tika dirumah Saka dan mengatakan kalau dirinya istri Saka.


Nur terus menatap Tika dengan tatapan tajamnya.


"Mbak Nur" Tika mendekat


"Duduk" ucap Nur menepuk-nepuk bangku kosong disampingnya


Tika menurut dan duduk disamping Nur


Nur terus melihat kearah Tika, hingga membuat Tika salah tingkah


"Em.. mbak Ane kemarin datang kerumah dan mengatakan katanya mbak Nur ingin bertemu dengan Tika?" ucap Tika


"Terimakasih" ucap Nur


"Untuk apa mbak?" Tika menatap Nur heran


"Ane dan Nia sudah menceritakan kalau kamu sudah merawat Almira dengan baik. terimakasih" Ucap Nur senyum


"Mbak, jangan berterimakasih. Tika hanya melakukan tugas Tika untuk membantu mas Saka menjaga Almira selama mas Saka berlayar dan mbak Nur masih sakit" ucap Tika menyakinkan Nur


"Maksudnya?" tanya Nur


"Iya mbak Nur, Tika akan mengembalikan Almira dan mas Saka pada mbak Nur. Tika akan meninggalkan mas Saka" ucap Tika


"Tika, aku tidak menyuruhmu untuk meninggalkan Saka. selama disini aku sadar. apa yang aku lakukan selama ini memang salah. sebagai seorang wanita aku tidak bisa menjaga marwahku" ucap Nur


"Mbak setiap orang pasti pernah melakukan suatu kesalahan dan setiap orang juga berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua. begitu juga dengan mbak Nur. mbak Nur berhak untuk menerima kesempatan kedua dan memulai lagi semua dari awal" ucap Tika


"Ternyata kamu memang orang yang baik Tika. Saka beruntung mendapatkan istri seperti kamu. aku juga berhutang sama kamu. aku tidak tau apa jadinya Almira tanpa kamu" ucap Nur dengan mata bisa berkaca-kaca

__ADS_1


"Mbak Nur, jangan berkata seperti itu. maafkan aku mbak Nur, maafkan aku. aku benar-benar tidak tau kalau mas Saka punya masa lalu seperti itu dengan Mbak Nur, andai dari awal aku tau, aku tidak akan mungkin menikah dengan mas Saka mbak. aku benar-benar tidak tau" ucap Tika terisak


"Jangan menangis untuk sesuatu yang bukan kesalahan kamu. kamu tidak salah aku yang salah. aku salah mengatas namakan cinta untuk dosa yang tidak semestinya kami lakukan. dan sekarang aku harus menuai akibat dari dosa itu" ucap Nur menyeka air mata Tika


__ADS_2