Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
TEMAN MAKAN TEMAN


__ADS_3

Sesampainya di kos, Nia merebahkan tubuhnya di kasur menatap langit - langit dan meraih hape nye, ada satu pesan masuk dari Alan


"(Nia, besok kamu libur kan?)" chat Alan


"(Iya besok aku libur, ada apa?" balas Nia


"(Mama dan Papa ku besok mau ketemu kamu. besok aku jemput kamu jam 9 pagi ya!)" chat Alan


"(Aku takut ya, harus besok ya?" bales Nia yang perasaan nya tak karuan mau bertemu calon meretua


Semua wanita bergelar istri pasti mengalami ya perasaan cemas dan deg - deg an pertama kali bertemu dengan calon mertua hehehe...


"(Kenapa harus takut, gak mungkin juga kan ditunda terus. Mama dan Papa orang nya baik kok gak usah cemas)" chat Alan mencoba menenangkan Nia


Setelah menerima chat dari Alan, Nia semakin gak bisa tidur karena perasaan takut


Dret...dret....


Suara panggilan masuk dari Saka membuyarkan lamunan Nia tentang pertemuannya besok dengan calon mertua.


"Saka ada apa lagi ini orang telphon, akh biarin aja lah" gumam Nia kembali meletakan hapenya


Tapi sekali dua kali tidak dijawab telphonnya tidak membuat Saka berhenti untuk menelphon


Dret...dret..


Panggilan yang kesekian kalinya akirnya Nia tidak tega juga untuk tetap mengabaikannya.


"Assalamualikum" Nia mengucap salam


"Walikumsalam, kenapa dari tadi tidak diangkat" tanya Saka


"Sorry gak tau tadi kalau ada telphon lagi dikamar mandi" jawab Nia terpaksa bohong


"Oo, kirain sudah tidak mau menerima telphon dari aku lagi" ucap Saka


"Ada apa malam - malam telphon" tanya Nia yang sebenarnya memang sudah males menerima telphon dari Saka


"Apa aku sudah tidak boleh menghubungi kamu, kok pertanyaan kamu seperti itu? seoalah sudah tidak mau aku hubungi" tanya Saka


"Saka, memang sebaiknya kita sudah tidak saling menghubungi. aku sebentar lagi menjadi istri orang" ucap Nia


"Masih sebentar lagi kan, masih ada kesempatan untuk aku kan?" ucap Saka yang terlihat sedikit egois

__ADS_1


"Saka, kita pernah baik. ayo lah jangan seperti ini. aku tidak ingin kita bermusuhan" ucap Nia


"Nia, aku tau selama ini mungkin bagi kamu aku menggantung hubungan kita. tapi itu sama sekali tidak benar. kamu tau kondisi keluarga ku dan kamu tau pekerjaan aku yang tidak memungkinkan bagi aku untuk bisa selalu menghubungin kamu. tapi perayalah aku mencintai kamu. setiap kapal bersandar dipelabuhan dan ada sinyal orang yang pertama kali aku hubungi pasti kamu.


Kamu tau betapa aku merindukan kamu" ucap Saka


"Maafkan aku Saka, bukan aku tidak mau mengerti kondisi kamu. tapi saat itu aku sudah berkali - kali meminta kejelasan sama kamu. oke lah kalau belum bisa menikah tapi setidaknya kenalkan aku pada kelurgamu. biar aku bisa yakin sama kamu. tapi apa? justru kamu selalu saja ada alasan" ucap Nia


"Oke aku akui saat itu aku mungkin salah karena tidak bisa memberi kamu ketegasan. tapi alu mohon kali ini kamu mau memberi aku satu kesampatan" ucap Saka


"Maaf saka aku tidak bisa. aku sudah dilamar dan sebentar lagi kami akan menikah" ucap Nia memutus sambungan telphonya


Saka yang sangat emosi mengacak - acak rambut nya


Dret...dret...


Panggilan masuk dihape Saka dan Saka segera menggeser tombol jawab saat mengetahui Nur menelphone


"Assalamualikum Saka" ucap Nur


"Walikumsalam" jawab Saka


"Kamu apa kabar? kenapa akhir - akhir ini jarang menghubungi aku?" Nur berusaha memancing karena kemarin saat vidio call Nia mengatakan kalau Saka mau melamarnya


"Akhir - akhir ini aku sibuk, mengurus beberapa dokumen untuk kembali berlayar." jawab Saka


"Aku sudah tau semuanya, Nia sudah cerita kalau kamu berusaha melamar dia. kamu ini sebenarnya kenapa Saka? kamu anggap aku ini apa?" Nur kesal


"Maafkan aku Nur, tapi saat mendengar Nia sudah dilamar laki - laki lain apa lagi, laki - laki itu Polisi. aku tidak rela" ucap Saka yang tidak begitu suka dengan Polisi karena pernah mencoba daftar Polisi sampai tiga kali tapi gagal.


Mendengar laki - laki yang kali ini dekat dengan Nia adalah Polisi tentu saja Saka tidak rela. hanya karena obsesinya tidak mau kalah.


"Lalu aku mau kamu kemanain? jangan egois kamu Saka. selama ini aku selalu menahan hatiku takut teman - teman membemciku. setelah semua yang aku lakukan, kamu mau campakkan aku begitu saja? egois kamu Saka?" Nur murka


"Sudah lah aku capek, besok kita bahas lagi" ucap Saka memutus sambungan telphonnya.


Selama ini Nur telah bermain api dengan Saka dibelakang Nia sahabatnya sendiri.


Dimata semua teman - teman nya Nur ini sosok teman yang bijaksana, bisa memberi nasehat dan selalu berpikir dewasa hingga tidak ada yang menyangka sudah hampir satu tahun Nur menjalin hubungan dengan Saka di belakang teman - temannya.


*Flasback*


Satu mimggu sebelum acara wisuda, Yeni dan Wawa dan Nia hunting kebaya untuk wisuda. tapi Nur tidak ikut hunting kebaya bersama mereka dengan alasan menemani Ane yang saat itu tidak bisa ikut wisuda.

__ADS_1


"Kalian pergi bertiga saja, aku gak enak kalau ninggal Ane sendiri. kasian nanti dia sedih kalau lihat kita semua pada beli kebaya buat wisuda sedangkan Ane g wisuda" ucap Nur


"Nanti kebaya kamu gimana?" tanya Nia


"Gini saja, aku percaya sama pilihan kalian. tolong pilihin buat aku ya" ucap Nur


"Okay, kalau gitu. kita pergi dulu" sahut Wawa


Setelah teman - temannya pergi. Nur mengambil hape yang ada disakunya dan mengirim chat untuk Saka


"Sayang, teman - teman sudah pada pergi jemput aku ditempat biasa ya" chat Nur


"Okay sepuluh menit lagi sampai" bales Saka


"Ane, kamu disini. aku nyariin kamu tadi" ucap Nur pada Ane yang sedang tiduran dikamar sebelah


"Ada apa?" tanya Ane


"Aku ada perlu sebentar, kira - kira kalau kamu aku tinggal sebentar papa gak ya?" tanya Nur ragu - ragu


"Pergi aja, gak papa kok. aman" jawab Ane senyum


"Beneran tidak apa - apa?" ucap Nur


"Iya bener, sana pergi saja" jawab Ane


Nur yang merasa lega, Ane tidak curiga segera mengambil tas dan beranjak keluar menunggu Saka menjemput dipertigaan agak jauh dari kos.


"Hai Ka" sapa Nur yang melihat Saka sudah menunggunya di bawah pohon


"Hai, ayo naik" ucap Saka menyuruh Nur naik ke motornya


Motor melaju dengan kecepatan stabil menuju sebuah cafe, dan keduanya memesan makanan disana


Cafe yang letaknya lumayan jauh juga dari kos dan kecil kemungkinan ada anak kampusnya yang kesana


"Nia belum tau ya kalau kamu sudah pulang?" tanya Nur yang sudah di hadapan Saka


"Belum, aku sengaja belum ngabari Nia kalau sudah selesai berlayar karena ingin bersama kamu dulu. nnti kalau Nia tau kita susah untuk ketemu seperti ini" ucap Saka


"Jujur Saka, sebenarnya aku tidak hati sama Nia. kok kesannya aku jahat banget ya. pacaran sama pacarnya sahabat sendiri" ucap Nur


"Kamu gak jahat kok, kamu juga gak salah. aku yang salah, karena aku yang duluan mencintai kamu" ucap Saka memegang tangan Nur

__ADS_1


"Aku gak bisa membayangkan, apa jadinya jika sampai Nia tau soal hubungan kita" ucap Nur


"Kamu tenang ya, untuk sementara kita jalani aja seperti ini. sampai nanti jika waktunya sudah tiba. aku akan bilang sendiri pada Nia tentang hubungan kita" ucap Saka


__ADS_2