
"Selamat siang Dok" Nia senyum dan kembali menutup pintu
"Selamat siang" Dokter Sigit senyum dan mendekati Nia
Dokter Sigit memeluk dan mencium kening Nia
"Dok, ini rumah sakit" Nia mencoba melepas pelukan Dokter Sigit
"Memang kenapa?" Kembali Dokter Sigit mendekatkan wajahnya
"Nanti kalau ada yang melihat gimana Dok?"
"Ya gimana lagi? aku sudah merindukan kamu" ucap Dokter Sigit mencium bibir Nia dengan penuh gairah.
Nia melepaskan ciuman Dokter Sigit
"Jangan disini Dok, ini tempat kerja. tidak baik kan kalau sampai ada yang tau?"
"Lalu dimana? bagaimana kalau pulang kerja ke apartemenku?"
"Sepertinya hari ini Nia tidak bisa, orang rumah sudah mulai curiga dan bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini Nia jarang dirumah"
"Hufft.. Okay" Dokter Sigit mengangkat kedua bahunya
"Mas Sigit jangan marah, mas Sigit juga tidak mau kan kalau hubungan kita sampai ketauan!?"
"Iya, tapi lain kali kamu harus ikut aku pulang ke apartemen" Dokter Sigit menarik pinggang Nia hingga keduanya berjarak begitu dekat.
Tok.. tok...
Suara pintu diketuk Nia terkejut dan segara menjauh dari Dokter Sigit
"Masuk"
"Dok, pasien sudah berada di kamar Operasi. tinggal menunggu kehadiran dokter Sigit" ucap perawat
"Kalau begitu, saya permisi dulu dok" ucap Nia segera pergi karena dokter Sigit akan segera melakukan operasi sesar
***
Dret... dret..
Nia melihat ada panggilan masuk di hapenya dari Ane
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam Ne ada apa?"
__ADS_1
"Kamu sore nanti sibuk tidak?" tanya Ane
"Nanti sore? em.. aku nanti pulang dari rumah sakit jam dua sih, ada apa?"
"Nanti jam setengah empat kalau kamu ada waktu kita jalan ke tempat biasa yuk, ada Wawa" ucap Ane semangat
"Wawa? dia disini?" Nia senang
"Iya, Wawa baru saja sampai disini. kita kumpul ya nanti sore"
"Okey siap deh, aku juga udah kangen banget sama Wawa"
Setelah menerima telpon dari Ane. Nia tersenyum dan segudang rencana sudah ada di otaknya saat ini.
Waktu yang ditunggu pun tiba, saat ini Nia, Wawa dan Ane sudah berada di sebuah tempat makan disalah satu mall yang menjadi langganan mereka sejak mereka masih kuliah.
"Wawa, Ane" teriak Nia memeluk Wawa dan Ane yang sudah datang lebih dulu.
"Hai.. Nia, aku kangen banget sama kalian" ucap Wawa
"Eh bagaimana kehidupan disana? apa kamu sebetah itu sampai baru pulang?" tanya Nia
"Alhamdulillah disana baik, q cukup betah. Orang-orangnya juga asyik bisa menerimaku sebagai seorang pendatang. ya intinya baiklah." Wawa menceritakan pengalamannya selama berada di papua, mendampingi suaminya bertugas disana.
"Ini kamu pulang untuk seterusnya apa ada rencana balik kesana lagi?" tanya Ane
"Ya Alloh Wawa, kamu yang sabar ya. InsyaAlloh pasti suami kamu bisa sembuh, kembali seperti sedia kala"
Saat bersama dengan teman-temannya Nia terlihat lebih sering melihat hapenya dibanding dengan ngobrol bersama teman-temannya.
"Kita Foto dulu yuk, jarang kan kita bisa bersama" Ucap Nia mengeluarkan hape dan mulai mengambil beberapa gambar untuk dikirim ke Alan kalau saat ini dirinya sendang bersama Ane dan Wawa.
Dan Nia juga mengirim pesan untuk Dokter Sigit agar menjemputnya di depan Mall dimana Saat ini dirinya berada.
"Ane, Wawa. maaf ya sepertinya aku harus segera pulang" ucap Nia
"Lho kenapa? baru juga sampai masak udah mau pergi lagi? akh.. gak asyik kamu, Bilang kangen. aku disini kamu nya pergi" gerutu Wawa
"Iya maaf, maaf. next time ketemu lagi ya, oya kan bentar lagi ketemu dinikahnya Nur. sekali lagi maaf ya, anakku nangis katanya. ini Alan barusan kirim pesan aku disuruh segera pulang" ucap Nia tersenyum dan berlalu
"Ya ampun tu orang, bilang kangen kesini cuma nyamperin aja. ngobrol juga engak" ucap Wawa
"Ne, Ane kenapa diam" tanya Wawa menepuk bahu Ane
"Eh.. gak kok, cuma lagi mikirin Nia aja"
"Mikirin Nia? kenapa harus mikirin Nia?" Wawa tak mengerti
__ADS_1
"Sepertinya ada yang salah dengan Nia"
"Salah gimana maksud kamu? cerita yang jelas dong Ne"
"Aku sendiri juga belum tau, tapi firasat ku mengatakan, Nia ini menyembunyikan sesuatu. karena rumah tangga dia dan Alan sedang tidak baik-baik saja, Alan juga bilang kalau Nia sekarang ini sudah tidak perduli dengan anaknya. kok bisa tiba-tiba dia dengan gampang nurut sama Alan. sepertinya ada yang tidak benar" ucap Ane
"Astaghfirullah, sebenarnya ada apa dengan Nia? tapi kita do'akan saja semoga benar adanya kalau saat ini dia pulang ke rumah karena ingin menemani anaknya l" ucap Wawa
"Wa, mungkin gak sih, Nia ini kembali seperti dulu lagi?" Ane memandang Wawa
"Maksud kamu?" Wawa mengerutkan dahinya
"Kita semua tau lah, dari dulu Nia tipe wanita yang gampang bosen dengan laki-laki, diantara kita semua kan yang sering berganti-ganti pacar jaman kuliah cm Nia" ucap Ane
"Itu kan jaman dulu saat dia belum dapat Polisi. kita kan juga tau saat itu Nia sering ganti-ganti cowok karena belum dapat pacar Polisi. kita semua tau Nia itu sangat menginginkan Polisi. tapi sekarang kan sudah dapat apa yang dia inginkan. suaminya Polisi. apa iya dia mau macam-macam lagi? lagian dulu kan masih pacaran wajarlah kalau gonta-ganti. tapi kalau sekarang kan pernikahan. apa iya Nia kan main-main dengan pernikahan" ucap Wawa
"Entahlah" Ane mengangkat bahunya
"Semoga tidak ya Ne. kita do'akan semoga rumah tangga Nia baik-baik saja"
"Amin. masalahnya Nia bilang ke aku kalau menyesal menikah dengan Polisi"
"What? Nia bilang gitu?" Wawa menggelengkan kepala
"Iya, dia sendiri yang bilang gitu ke aku. aku udah coba menasehati tapi dianya malah marah. aku sama Nia baikan baru lho setelah aku minta maaf dan bilang tidak ikut campur lagi masalahnya. baru kita baikan."
***
Nia berjalan agak jauh dari Mall tempatnya bertemu dengan Ane dan Wawa
Din.. din..
Suara klakson mobil
Sebuah mobil sedan berjalan dengan pelan dan membuka kaca mobilnya.
"Masuk" ucap Dokter Sigit menghentikan mobilnya
Nia melihat sekeliling, memastikan tidak ada yang dikenalnya dan segera masuk kedalam mobil Dokter Sigit
"Gimana ceritanya tiba-tiba kamu bilang mau ikut aku ke apartemen? padhal tadi pagi jelas-jelas kamu nolak ajakan aku" ucap Dokter Sigit
"Iya maaf mas, bukan maksud nolak, tapi tadi pagi aku bilang tidak bisa pergi karena memang tadi pagi aku tidak punya alasan untuk pergi"
"Kok sekarang tiba-tiba bisa pergi" Dokter Sigit menatap Nia
^ Happy Reading ^
__ADS_1