
Untuk pertama kalinya setelah Ane mulai bekerja dan Amar lahir mereka bisa dinner berdua.
"Sayang kamu harus jadi wanita yang mandiri ya" Tiba-tiba saja Arif berkata seperti itu membuat Ane mengerutkan dahinya
"Kenapa berkata seperti itu bang?"
"Abang hanya teringat dengan Viko. maksud abang istri dan anak-anak mereka yang masih kecil. kamu bisa bayangkan bagaimana kehidupan mereka setelah Viko meninggalkan mereka. selain kehilangan sosok seorang ayah sekarang ibu mereka harus bekerja sendiri untuk menghidupi anak-anak mereka yang masih kecil dan membutuhkan banyak biaya. Arif terlihat sedih
"Iya Ane faham bang, tidak mudah mudah diposisi bu Viko, tapi apa hubungannya Ane harus mandiri?"
"Sebagai manusia kita tidak tau kapan Alloh akan memanggil kita, jadi abang harap seandainya abang harus lebih dulu menghadap Alloh. Ane bisa mengurus anak kita dengan baik. jadi Ane harus jadi wanita yang mandiri" ucap Arif
"Abang, kenapa bicara seperti itu? Ane gak suka akh.. Ane gak mau abang bicara seperti itu. dan itu namanya mendahului takdir bang. pamali bang. Alloh tidak suka seperti itu" gerutu Ane
"Astaghfirullah.. maaf ya sayang, abang masih terbawa suasana"
"Iya bang, Ane faham tidak mudah bagi abang untuk bisa melupakan bang Viko. Ane pun sebenarnya tidak menyuruh untuk melupakan tapi jangan diratapi kasian bang Viko disana, kalau yang ditinggalkan masih meratapi kepergianannya.disana bang Viko juga akan ikut merasa sedih"
"Astaghfirullah, ya Alloh ampuni hambamu ini" ucap Arif
"Terimakasih ya sayang, selalu mengingatkan abang disaat abang lalai"
"Sudah menjadi kewajiban Ane untuk selalu mengingatkan, begitu juga sebaliknya. sebagai suami istri kita memang harus saling mengingatkan"
Arif memegang tangan Ane menatapnya lekat penuh cinta.
Tak lama pesanan mereka pun sudah siap, karena Ane sudah memesan sebelumnya lewat telpon, Ane yang sekarang hobby makan tidak ingin menunggu pesanan terlalu lama.
"Kamu yakin bisa menghabiskan makanan sebanyak ini?" Arif heran melihat pelayanan membawakan makanan yang begitu banyak.
"Yakinlah bang, Ane kan sekarang makannya banyak hehehe.. " Ane tertawa
Arif hanya senyum geleng-geleng melihat melihat istrinya yang sekarang doyan makan.
***
Keesokan hari dirumah Nia
"Mas, mumpung hari ini libur bisa temani Nia periksa kandungan tidak? sekalian nanti pulang dari rumah sakit, Nia mau menjenguk Nur dirumah sakit. sudah lama Nia tidak menjenguknya"
"Bisa dong, kemanapun sang putri pergi pangeran akan mengantarkannya" goda Alan
"Apaan sih mas, bercanda mulu igh.., ya sudah sana cepet ganti baju. Nia tunggu diluar ya" ucap Nia yang sudah siap dan menenteng tasnya
"Nia mau kemana sayang?" tanya bu Indah yang sedang menata bunga ditaman depan rumah
"Mau periksa kandungan ma, mumpung mas Alan libur sekalian mau jenguk sahabat Nia dirumah sakit ma" jawab Nia
__ADS_1
"Sahabat kamu yang dirumah sakit jiwa itu?" tanya Bu Indah
"Iya ma" Jawab Nia singkat
"Nia kamu kan sedang hamil, apa tidak sebaiknya kamu jangan terlalu sering kerumah sakit jiwa sayang. bukannya apa-apa tapi mana menghawatirkan kandungan kamu" ucap Bu Indah
"Memangnya kenapa ma?" tanya Nia
"Disana kan banyak orang yang tidak bisa mengontrol diri, mama takutnya kalau ada yang tiba-tiba melukai kamu dan cucu mama. Nia kamu tau kan, ini cucu pertama mama dan mama berharap banyak dari cucu mama ini" Bu Indah mengelus perut Nia
"Iya ma, Nia faham. InsyaAlloh Nia akan menjaga cucu mama dengan baik" ucap Nia senyum dan memegang perutnya
"Ayo sayang kita berangkat" ucap Alan yang sudah ganteng dengan kaos putih dan celana jeansnya
"Ma kita berangkat dulu nya" pamit Nia mencium punggung tangan bu Indah
"Hati-hati ya sayang, benaran ya tidak usah kerumah sakit jiwa dulu. setidaknya tunggulah sampai kamu selesai melahirkan"
"Iya ma" ucap Nia
Dimobil
"Mama bilang apa tadi?" tanya Alan
"Mama bilang Nia jangan kerumah sakit jiwa dulu" jawab Nia
"Ya wajarlah mas, mama hanya ingin melindungi cucunya. takut kenapa-napa"
"Terus gimana sayang?"
"Ya kita nurut aja sama mama, mama hanya ingin yang terbaik untuk Nia dan adik" ucap Nia melihat perutnya yang sudah terlihat membuncit
Dirumah sakit, Alan dan Nia terlihat senang melihat rekaman USG 4D anak mereka.
"Alhamdulillah semua oke, pertumbuhan nya sesuai dengan usianya. berat badannya agak berlebihan dikit ya, kurangi makanan manis dulu ya" ucap Dokter yang memeriksa
"Baik Dok, terimakasih ya dok" ucap Nia dan Alan
Dimobil
"Tu sayang jangan banyak makan manis-manis dulu. kamu tiap malam mau nya martabak bandung terus" goda Alan
"Adik yang pengen mas, beneran rasanya kayak gak bisa tidur kalau belum makan martabak bandung" Nia memanyunkan bibirnya
"Bang, mampir beli maem dulu yuk." ajak Nia manja mengedip-ngedipkan matanya
"Mau makan apa?" tanya Alan yang selalu senang setiap kali Nia manja
__ADS_1
"Mau makan, es krim"
"Tidak.. tidak.. bandel ya. baru juga dibilangin kurangi makan manis udah minta es krim lagi" Alan menarik hidung Nia
"Awww.. sakit mas" teriak Nia
"Makanya jangan aneh-aneh! nurut sama dokter!"
"Sekali ini saja, boleh ya besok janji tidak lagi cuma satu kali ini saja" ucap Nia memohon
Lagi-lagi Alan tidak pernah bisa mengatakan tidak pada Nia.
"Okay tapi Janji ya, cuma kali ini! besok gak ada manis-manis lagi"
"iya janji, tapi mau nya makan es krim nya dimall" jawab Nia senang
"Ini sih mamanya yang modus, bilang saja mau ke mall"
"Hehehe... adik yang minta mas" Nia mengedipkan matanya menggoda Alan
"Iya-iya, kapan sih mas pernah nolak keinginan kamu" ucap Alan melajukan mobilnya kesebuah mall yang tidak jauh dari rumahnya.
Sesampainya disana Nia segera memesan es krimnya
Dret... dret..
panggilan masuk dihape Alan
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, Lan segera kekantor ya. ada perintah dari Pak KA(Kapolres) diminta segera merapat kemako." ucap Arif dari sebrang telpon
"Siap bang, segera merapat"jawab Alan menutup telponnya
"Sayang maaf ya, Mas harus segera merapat kekantor. ada perintah langsung dari pak kapolres untuk segera merapat"
"Ini kan waktunya mas lepas dinas, apa harus berangkat juga?" tanya Nia
"Iya sayang. namanya juga polisi. kalau pimpinan udah bilang merapat ya pasti kami hanya bisa bilang siap merapat. tidak boleh banyak protes sayang"
"Okay-okay terus gimana es nya? kan belum habis?" Nia menunjukkan es krim nya yang baru dimakan sedikit
"Lain kali, mas belikan lagi" Ucap Alan
"Benar ya, janji lain kali beliin lagi" ucap Nia
"Iya sayang"
__ADS_1