Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
OBSESI SISKA


__ADS_3

Mendengar kata - kata Siska tentu saja membuat Ane agak kesal tapi Ane lebih memilih diam dari pada menanggapi orang yang gak jelas seperti Siska, Pacar bukan tapi merasa memiliki. mungkin itu yang dinamakan obsesi berlebihan.


"Ini cewek sebenernya cantik tapi mulutnya pedes gak ada akhlak" celetuk Alan mendengar perkataan Siska


"Apa maksud kamu?" ucap Siska Kesal dengan kalimat yang baru saja dilontarkan Alan.


"Jadi cewek itu jangan Baperan mbak, mana ada cowok yang mau sama cewek judes kayak gitu" ucap Alan geleng - geleng kepala melihat tingkah Siska.


Tia yang berusaha menahan tawa karena mendengar kata - kata Alan tak mampu menahannya lagi hingga pecah tawanya menggema seluruh ruangan.


"Apa yang kamu tertawakan?" Siska kesal dengan Tia yang malah menertawakan dirinya.


"Gak kok, lucu aja" jawab Tia


"Apa nya yang lucu?" tatap Siska tajam


"Hati - hati kamu jangan dekat - dekat dengan orang kayak mereka, srigala berbulu domba" gerutu Siska menatap Ane dan Alan


"Siapa yang jadi srigalanya dan siapa yang jadi dombanya?" ucap Alan


Siska yang kesal menghentakan satu kakinya ke lantai dan melangkah kekamarnya meninggalkan mereka


"Kamu kok betah berteman dengan cewek model gitu?" tanya Alan pada Tia heran


Tia hanya tertawa mengangkat bahu nya


"Sudah - sudah ini tolong angkat barang - barangku" ucap Ane memberikan Kardus pada Alan


Tia pun ikut serta membantu mengemasi barang - barang Ane


"Terimaksih ya Dek" ucap Ane senyum melihat ketulusan Tia


"Iya Kak, omongan Siska tidak usah diambil hati kak. Kak Ane kan tau dari dulu sifatnya kayak gitu. apalagi cintanya bertepuk sebelah tangan" ucap Tia


"Iya gak papa kok" Ane senyum


"Dia terobsesi sama polisi, biasa police holic hehehe" canda Tia


"Kalau Tia bagaimana?" sahut Alan


"Agh...kamu Lan nyamber aja kayak api" goda Ane


"Nama nya juga usaha" jawab Alan menggaruk - garuk kepalanya yang sebenarnya juga tidak gatal


"Kamu ini Lan" Ane geleng - gelang kepala dan Alan senyum - senyum


Setelah selesai memindahkan barang - barangnya Ane berpamitan dengan suami dan mertuanya untuk berangkat kekampus menemui dosen pembimbing. Beruntung saja kali ini Ane tidak bimbingan dengan Dosen yang super duper kilernya kelewat batas, siapa lagi kalau bukan Bu Marta.

__ADS_1


Kali ini nasib baik mulai perpihak padanya, sekarang Ane dapat Dosen pembimbing yang super sabar dalam memberi bimbingan dan tidak galak seperti Bu Marta pastinya.


"Alhamdulillah...akhirnya selesai juga bimbingan hari ini" gumam Ane yang baru saja keluar dari ruang dosen


Ane yang bejalan menuju kantin jadi bahan omongan mshasiswa disana lantara Siska sudah menyebar gosib kalau Ane merebut cowok Siska. tapi Ane cuek dengan apa yang di dengarnya. Karena Ane memang tidak merebut Arif dari siapapun.


Ane mengurungkan niatnya untuk kekantin. dirinya lebih memilih untuk membaca buku diperpustakaan sembari mencari refrensi untuk bahan KTI ny.


Terlihat banyak mahasiswa yang sedang serius belajar, Ane menyadari dulu dirinya terlalu abai dengan pelajaran. seandainya dulu dirinya lebih perduli dengan kuliahnya dan mau sedikit lagi berusaha mungkin saat ini dirinya sudah lulus dan sudah bekerja, mengingat itu tiba - tiba Ane tersenyum.


Menyadari mungkin ini memang jalan yang terbaik dari Alloh untuknya. seandainya dulu dirinya menyeelesaikan kuliah dengan tepat waktu. mungkin saat ini malah dirinya belum menikah dengan Arif.


Itulah yang dinamakan rencana Alloh yang terbaik.


Sebagai manusia tentu boleh berencana tapi Alloh lah yang memutuskan.


Dan apa yang menurut kita baik belum tentu baik dimata Alloh. tapi apa yang baik menurut Alloh sudah pasti baik untuk kita.


Jangan pernah menyesalin Takdir, kondisi apapun yang saat ini diberikan Alloh kepada kita itu lah yang terbaik untuk kita.


Selesai meminjam buku dari perpustakaan Ane kembali kerumah.


"Assalamualaikum" Ane mengucapkan salam


"Walaikumsalam" jawab Arif


"Istri Abang udah pulang" menyambut istrinya dan Ane segera mencium tangan Arif


"Tumben istri Abang berani bermanja - manja gini sama Abanh" goda Arif


"Ane lagi butih tempat bersandar" jawab Ane singkat


"Ada apa? Apa banyak revisinya?? jadi Ane capek? tanya Arif mengusap lembut punggung istrinya dan Ane hanya menggelengkan kepala.


" Terus kenapa?" tanya Arif


"Kabar kita menikah sudah terdengar semua Mahasiswa dikampus Ane" jawab Ane


"Terus kenapa? sayang malu nikah sama Abang" Arif mengerutkan dahinya


"Bukan...bukan begitu, tapi orang - orang pada memandang Ane sinis seolah Ane ini perebut cowok orang" jawab Ane cemberut


"hahahaha....."


Ane menatap suaminya yang malah ketawa mendengar cerita Ane


"Ngapain sih kamu dengarin omongan - omongan kayak gitu, sejak kapan Abang ini punya pacar?" ucap Arif

__ADS_1


"Ya makanya itu Bang, Siska itu kayake terlalu halu orangnya. jadi dia menganggap Abang itu miliknya yang Ane rebut. dan itu disebarain dikampus." Cerita Ane pada Arif


"Apa biar Abang tegur aja nanti?" ucap Arif


"Tidak usah Bang, Ane ini bukan mau mengadu kok. Ane cm bercerita tapi Ane gak papa" yakin Ane


"Bener istri Abang gak papa?" ucap Arif memegang dagu istrinya dan menatap mata istrinya


"Tidak apa - apa Bang" Ane senyum


Cup....


Kecupan manis mendarat dibibir istri cantiknaya.


"Abang..." Ane mencubit pinggang suaminya


"Aaawww...." Arif teriak kesakitan


"Malu Bang, nanti dilihat Mama" gerutu Ane


"Mama sedang dikamar,lagi tidur siang sepertinya kok" ucap Arif dan Ane hanya senyum melangkahkan kaki kekamar


Ane yang sudah berganti baju dengan rambut terurai sebahu yang dibiarkan tergerai


"Kamu cantik sayang" ucap Arif pada istrinya


Ane tersenyum menghampiri suaminya mencium dan memeluk suaminya manja.


Arif senang melihat istrinya sekarang sudah tidak malu - malu lagi mengungkapan perasaannya


"Andai Abang sudah benar - benar sembuh" ucap Arif sedih


"Sabar Bang, semua akan indah pada waktunya" goda Ane kembali mencium mesra bibir suaminya


Arif sampai heran dengan perubahan Ane yang sangat berani tidak seperti biasanya.


"Kenapa?? heran ya?" goda Ane melangkah mengambil jilbabnya dan keluar menemui Bu Imah.


"Ma.." panggil Ane


"Iya Ne" jawab Bu Imah yang sedang menjahit


"Ane kirain Mama lagi tidur. Ane juga mau dong Ma, diajari menjahit" ucap Ane yang kagum dengan hasil jahitan Bu Imah


"Beneran mau?" tanya Bu Imah


"Iya Ma, oya...kenapa Mama gak buka jahitan aja? hasil jahitan Mama bagus sekali lho padahal. semisal Mama buka jahitan pasti banyak yang antri pengen dibuatin baju sama Mama." puji Ane pada mertuanya.

__ADS_1


"Kamu bisa aja Ne, dulu waktu Arif masih kecil sebenarnya Mama sudah pernah buka jahitan. Rame juga tapi pas Arif SMP, Mama berhenti menjahit untuk orang lain" ucap Bu Imah


Terimaksih yang sudah membaca jangan lupa like, coment dan vote ya


__ADS_2