Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 213


__ADS_3

"Bang hariini Ane mau minta ijin pergi sama wawa mau nganter Yeni ke bandara. boleh tidak?" tanya Ane


"Dia mau balik ke Kalimantan?" tanya Arif


"Iya bang, suaminya sudah selesai cuti. jadi dia mau balik ke kalimantan. dan sebelum itu rencananya kita mau mampir ke klinik Nia. sebenarnya peresmian pembukaan kliniknya udah kemarin bang, cuma kita baru bisa kesana hari ini, sekalian mau nagatar Yeni"


"Nia buka klinik di semarang?"


"Iya bang, Nia buka klinik disini. Sebenarnya kita juga tidak ada yang diundang. tapi tetap saja kita mau datang. karena kita lihat di storynya katanya kemarin peresmiannya"


"Tamu tak diundang dong kalian" ucap Arif


"Hahaha.. iya kali bang, biarlah tamu tak diundang tapi maksud kita baik bang. seperti apa dia. dia juga pernah baik sama kami, kalau masalah kesalahan dan dosanya biarlah itu menjadi urusan dia dengan Alloh" ucap Ane


"MasyaAlloh, adem banget saat mendengar bidadari surga abang bicara" ucap Arif


"Mulai deh gombalnya" ucap Ane


"Lho salahnya dimana bicara manis sama istri sendiri? boleh dong gombal sama istri sendiri" ucap Arif memeluk Ane dari belakang


"Iya, jadi gimana diijinin tidak?" tanya Ane


"Iya diijinin, kamu bawa mobil abang aja biar gak repot"


"Kalau Ane bawa mobil Abang, terus abang ke kantornya gimana? bukankah nanti juga ada meeting dengan klien di perusahaan?" tanya Ane


"Gampang, abang bawa motor aja nanti" jawab Arif


"Bener gak papa ketemu klien naik motor?"


"Iya sayang, tapi kamu nyetirnya hati-hati ya, jangan ngebut!" ucap Arif


"Siap suamiku" Ane berbalik menghadap Arif dan mencium pipi Arif


Setelah Arif berangkat ke kantor, kini Ane bersiap untuk pergi bertemu dengan Wawa dan Yeni


"Ma, Ane pamit mau bertemu dengan wawa ya, mau mengantarkan Yeni ke bandara sekalian ketempat Nia" pamit Ane


"Ketempat Nia?"

__ADS_1


"Iya ma, Nia sekarang buka klinik di semarang" jawab Ane


"Ane, mama sih tidak masalah kamu bertemu dengan teman-teman kamu, tapi. . mendengar kamu mau bertemu dengan Nia, kok mama merasa gimana gitu ya Ne" ucap Bu Imah tidak suka menantunya berteman dengan wanita seperti Nia


"Iya ma, Ane faham maksud mama. tapi Ane kesana hanya sekedar memberikan selamat atas pembukaan klinik barunya kok ma, InsyaAlloh Ane bisa membatasi diri. mama jangan khawatir ya!" ucap Ane menyakinkan


"Ya sudah, kalau kamu bisa membatasi diri dan jangan terlalu dekat lagi dengan Nia. teman itu pengaruhnya sangat besar, karena itu mama berharap kamu hati-hati dalam memilih teman. jangan asal berteman. apalagi kamu ini istri seorang pimpinan, dengan siapa kamu berteman pasti akan dijadikan gosip sama bhayangkari yang lain. jaga marwah kamu sebagai seorang wanita dan jaga nama baik suami kamu. mama ini sedikit khawatir karena dulu kan Nia itu juga bhayangkari, jadi pasti banyak kan orang kantor yang mendengar berita tentang perselingkuhan Nia?"


"Iya ma, Ane mengerti dan Ane tidak akan lama juga kok di tempat Nia. hanya untuk mengucapkan selamat saja"


"Ya sudah, sana berangkat. hati-hati ya!" ucap Bu Imah


"Siap ma, tolong titip Amar juga ya ma hehehe.." Ane ketawa


"Iya beres, kamu santai saja. nikmati waktu bersenang-senang dengan mereka." ucap Bu Imah menepuk pundak Ane


"Terimakasih ya ma Assalamu'alaikum" ucap Ane mencium tangan Bu Imah


"Walaikumsalam" jawab Bu Imah


Ane segera melakukan mobilnya dengan kecepatan stabil menuju rumah sakit menjemput wawa yang saat ini berada dirumah sakit menjaga suaminya. setelah menjemput wawa barulah mereka kerumah Yeni.


Sesampainya dirumah Yeni, mereka menuju ke klinik Nia


"Iya, aku kemarin sempat tanya kliniky dimana? tapi aku tidak bilang kalau kita mau kesana" jawab Yeni


"Ya sudah coba kita cari aja dulu.oya yen, ini nanti berarti kamu langsung bertemu dengan suami kamu dibandara?" tanya Ane


"Iya Ne, tadi aku udah bilang sama suamiku. kalau nanti aku ke bandara sama kamu dan wawa setelah ke klinik Nia. tenang saja masih lumayan lama kok waktu keberangkatannya" jawab Yeni


"Ini kok tempatnya kayak gini ya? apa mungkin Dokter Sigit akan membuka klinik dilingkungan seperti ini?" ucap Wawa


"Itu juga yang sebenarnya aku pikirkan Wa" sahut Ane


"Itu di depan ada plang nama Praktik Dokter Kandungan Dr.Sigit prambudi SpOG ➡200M"


Yeni menunjuk plang nama didepan


"Bener pasti itu, kliniknya Nia" ucap Ane

__ADS_1


Ane memarkirkan mobilnya ditepati jalan


"Jadi maksudnya mobil ini tidak bisa masuk dan kita harus berjalan 200M untuk sampai ke kliniknya?" ucap Ane


"Apa ini tidak salah Yen? masak iya Nia buka klinik disini? bukakan suami Nia orang kaya?" sahut waw


"Kalau melihat namanya sih benar, itu nama suami Nia. ya udah kita turun aja sih. kita lihat dulu saja" ucap Yeni


Ane, wawa dan Yeni akhirnya turun dari mobil dan berjalan kaki melewati jalan setapak dilingkungan kumuh. dan akhirnya mereka menemukan klinik tapi sebenarnya tak layak juga disebut klinik.


"Assalamualaikum"


"Wa-Walaikumsalam" Jawab Nia tercengang melihat kedatangan sahabat-sahabatnya


"Jadi benar ini klinik yang baru kamu resmikan?" ucap Wawa dan Ane menyenggol tangan Wawa


"Ops Sorry" gumam Wawa lirih menutup mulut dengan tangannya


"Oya duduk dulu" ucap Nia mengalihkan pembicaraan


"Mas ini sahabat-sahabatku" ucap Nia memperkenalkan saat melihat Dokter Sigit keluar dari ruangannya


"Em.. " ucap Dokter Sigit berlalu tanpa memperdulikan kedatangan teman-teman Nia


"Sombong banget suami kamu?" ucap Yeni


"Ma-maaf ya, mas Sigit tidak bermaksud seperti itu, tapi pasti karena mas Sigit sedang lelah saja" ucap Nia


"It's okay gak masalah. kita kesini juga tujuannya untuk bertemu dengan kamu kok, bukan dengan suami kamu" ucap Ane


"Jadi kami bertiga kesini untuk mengucapkan selamat atas peresmian klinik baru kamu dan tadi Nur juga titip salam buat kamu, dia tidak bisa ikut datang. tapi Nur mendoakan yang terbaik buat kamu dan suami kamu" ucap Wawa


"Iya terimakasih, sebenarnya kalian tidak perlu repot-repot kemari" ucap Nia


"Nia, aku dari tadi sudah berusaha menahan mulutku untuk tidak ikut campur urusan kamu. tapi kenapa rasanya mulutku gatel banget ya pengen ngomong. aku heran sama kamu, apa sih yang kamu lihat dari suami kamu ini, sampai kamu rela meninggalkan anak dan suami kamu yang muda dan gantengnya gak ketulungan untuk laki-laki tua dan sombong kayak gitu"ucap Yeni


"Jujur aku juga bertanya-tanya sama seperti Yeni, aku kira suami kamu ini lebih ganteng dan lebih kaya dari Alan. tapi kalau melihat, maaf banget ya bukan aku merendahkan. tapi klinik kamu ini_" Wawa matanya melihat sekeliling


"Apa sih yang ada diotak kamu sebenarnya?" timpal Yeni lagi

__ADS_1


Ane hanya diam mendengarkan Yeni dan Wawa mencerca berbagai pertanyaan


^ Happy Reading ^


__ADS_2