Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
TERUSIR


__ADS_3

"Mas, baiklah aku akan pergi, tapi sebelum aku pergi. aku ingin bertanya. apakah mas Alan yang memberitahu istrinya mas Sigit?" Nia yang masih memegang kaki Alan, menengadahkan kepalanya


"Iya aku yang melakukan" jawab Alan singkat


"Kamu jahat mas, kenapa kamu lakukan ini semua? jika kamu ingin menceraikan aku, aku akan menerimanya. tapi kenapa kamu hancurkan hubunganku dengan mas Sigit? aku tau aku bersalah mas, tapi kenapa kamu melakukan ini semua?" Nia berdiri menatap mata Alan


"Apakah benar kamu sudah tidak punya malu? bagaimana bisa kamu menanyakan semau ini? apa kamu tidak pernah berpikir bagaimana rasanya hatiku melihat istrinya tidur dengan laki-laki lain" ucap Alan


"Astaghfirullah" Bu Indah dan pak Sandi tercengang


Plak..


Bu Indah menampar Nia


"Wanita tidak tau diri kamu Nia. begitu tega kamu menghianati suami kamu" teriak bu Indah


"Ma, aku hanya ingin mendapatkan perhatian. selama menikah dengan mas Alan, aku sudah mencoba untuk menjadi wanita yang baik dan setia. tapi mas Alan selalu beralasan sibuk dengan pekerjaannya. aku capek ma diperlakukan seperti itu terus"


"Nia, dari awal kita menikah kamu tau pekerjaanku sebagai Polisi seperti apa, dan bukankah saat sidang nikah kamu juga sudah diberitahu seperti nanti kedepannya menjadi seorang bhayangkari? kenapa sekarang semua itu kamu jadikan alasan untuk berselingkuh? istri Polisi bukan hanya kamu, nyatanya mereka tidak selingkuh. lihat sahabat kamu kak Ane, kurang sibuk apa bang Arif? apa kak Ane selingkuh? tidak kan? bahkan kak Ane lebih memilih untuk berhenti bekerja supaya apa? supaya setiap suaminya pulang kerumah ada Kak Ane dirumah. hingga tidak ada alasan kesibukan. sedangkan kamu? berapa kali aku minta kamu untuk berhenti bekerja? bukannya nurut tapi kamu malah selingkuh" ucap Alan yang sudah tidak mampu menahan emosinya dan meluapkan apa yang menjadi ganjalan dihatinya.


"Ane lagi, Ane lagi. selalu saja kamu bandingkan aku Ane. itu salah satu hal yang membuat aku benci sama kamu hingga hilang perasaanku untuk mu. karena kamu selalu membandingkan aku dengan Ane. katakan saja kalau sebenarnya kamu suka kan sama Ane?" ucap Nia senyum menyeringai


"Astaghfirullah, ternyata kamu memang belum sadar juga Nia. entah hati dan perasaanmu terbuat dari apa hingga kamu masih tega untuk memutar balikkan fakta menuduh aku dan Kak Ane seperti itu." Alan menggelengkan-gelengkan kepalanya


"Benar-benar istri gak tau diri, selama ini kamu tuduh Alan selingkuh, padahal kamu yang selingkuh. sekarang juga segera pergi dari rumah kami" sahut Bu Indah

__ADS_1


"Saya akan bawa anak saya"


"Jangan mimpi kamu bisa kembali bertemu Nana, perempuan seperti kamu tidak pantas disebut sebagai seorang ibu" tegas Alan


"Seperti apapun aku, Nana tetep anak aku!"


"Aku akan memenangkan hal asus Nana, aku sudah menyimpan semua bukti-bukti perselingkuhan kamu. chat kamu dengan selingkuhan kamu dan aku punya saksi termasuk istri dari selingkuhan kamu yang sudah siap untuk menjadi saksi dipengadilan. dan aku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu lagi dengan Nana. bahkan jika aku mau aku bisa membaca masalah ini lewat jalur hukum, tapi aku tidak akan melakukan itu, cukup kamu tidak usah bertemu lagi dengan Nana selamanya. aku akan mengatakan pada Nana kalau mamanya sudah meninggal" Alan senyum menyeringai


"Apa selama ini, aku membuka Hapeku?" Nia tertegun pasalnya selama ini Nia selalu membawa hapenya bahkan kekamar mandi, dan hapenya juga selalu di pasword. bagaimana mungkin Alan bisa membaca chatnya


"Kamu itu lupa, suami kamu itu siapa? atau kamu yang terlalu bodoh? Alan menatap Nia


"Jadi benar, kamu sudah mengetahuinya lama?" Nia seakan tak percaya kalau Alan sudah lama merencanakan semua ini.


"Kamu bodoh Nia, kamu pikir saat pisah dari aku kamu akan menikah dengan seorang Direktur rumah sakit. huh.. Nia, Nia pemikiranmu terlalu sempit. dan kamu itu sungguh tidak punya harga diri. sudahlah aku jijik melihatmu lagi. pergilah!"


Alan tidak menghiraukan.


Diruang keluarga, Pak Sandi bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. dan Alan menceritakan bagaimana dirinya bisa mengetahui perselingkuhan istrinya


"Astaghfirullah, papa tidak menyangka Nia akan melakukan hal sejauh itu. sekarang apapun keputusan kamu papa akan mendukung" ucap Pak Sandi


"Mama juga Alan, mama akan selalu mendukung semua keputusan kamu nak, mama harap kamu sabar ya, semoga ini juga bisa memberi kita semau pelajaran agar kedepannya menjadi lebih baik. begitu juga dengan Nia, jujur saja mama sangat kecewa dengan Nia. kenapa dia bisa melakukan hal kotor seperti itu, apakah dia lupa bagaimana dulu kalian berjuang untuk mendapatkan restu dari kami. tapi sekarang lihatlah"bu Indah menghela nafas kasar


"Maafkan Alan ma, maafkan Alan ya ma!" Alan menangis dikaki Bu Indah

__ADS_1


"Iya anakku, mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu, jujur saja Lan saat ini yang paling mama pikirkan adalah Nana, anak sekecil itu harus menjadi korban perpisahan orang tuanya" kembali bu Indah menghela nafas kasar


"Mungkin ini yang terbaik ma. dari pada Nana harus bersama wanita yang tidak bisa menjaga marwahnya sebagai seorang wanita. Alan tidak ingin Nana mencontoh sikap jelek mamanya


"Apa yang dilakukan Alan sudah benar ma, masalah Nana, papa yakin saat dewasa nanti dia pasti akan mengerti kenapa papanya melakukan ini semua. lagipula ada kita nenek dan kakaknya yang akan membantu Alan merawat Nana hingga Nana tidak akan kekurangan kasih sayang" terang pak Sandi


***


Dirumah Arif


"Jadi kemarin kalian memergoki Nia langsung di apartemen Dokter itu bang?" Ane membulatkan matanya terkejut


"Iya, kami juga menghubungi istri Dokter itu, dengan kata lain saat ini istri Dokter itu pun tau tentang perselingkuhan suaminya" jawab Alan


"Astaghfirullah, mama tidak menyangka kalau Nia seperti itu. mama mengenal Nia juga sejak kalian kuliah dan kos dirumah sebelah. mama lihat Nia juga orangnya ramah, periang. tidak menyangka kalau seperti ini. Nur sudah menemukan jalan yang benar sekarang malah Nia yang mengulangi jalan salah itu. jujur mama prihatin dengan teman-teman kamu Ne" sahut Bu Imah


"Iya ma, Ane juga tidak menyangka. dan lagi-lagi anak yang harus menjadi korban" Ane menghela nafas kasar


"Semoga kita bisa sehidup sesurga ya sayang, saling mengingatkan dan saling menyayangi" ucap Arif memegang tangan Ane


"Amin, InsyaAlloh bang. Ane pun menginginkan hal yang serupa. bisa seperti mama dan papa. InsyaAlloh sehidup sesurga" terang Ane


"Amin" Semua mengaminkan


Bu Imah merasa lega memiliki menantu seperti Ane. yang begitu menurut dengan suaminya dan bisa menyayangi mertuanya layaknya orang tua sendiri.

__ADS_1


^Happy Reading^


Terimakasih untuk dukungan kalian Like, coment dan Vote kalian sangat berarti buat semangat Author. apalagi saat baca komen dari kalian. rasanya bisa membuat hati Author semangat dan senyum2 sendiri 🙏🙏😘🥰😍😍


__ADS_2