Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 204


__ADS_3

"Oya, kamu tadi kerumah sakit bawa mobil?" tanya Alan


"Iya" jawab dokter Anggun singkat


"Lalu kenapa tadi waktu aku ajakin kamu naik motor, kamu tidak minta bawa mobil kamu saja? padahal aku tau, kamu ketakutan waktu naik motor" tanya Alan


"Karena aku menghargai kamu, aku tau laki-laki itu pasti memiliki harga diri. jika aku menyuruh kamu menggunakan mobil hanya karena pakaian yang aku gunakan sepertinya aku terlalu meremehkan kamu. dan tidak menghargai apa yang kamu miliki" ucap Dokter Anggun tersenyum


Alan tidak pernah menyangka jawaban itu akan keluar dari mulutnya Dokter Anggun, wanita yang sangat bisa menghargai seorang laki-laki.


"Permisi ini pesanannya sudah jadi, gado-gado dua sama es teh nya dua ya" ucap pemilik warung mengantarkan pesanan Alan


"Iya bu, terimakasih" jawab Alan


"Silahkan dicoba" ucap Alan dan melihat Anggun yang sedang memasukkan sendok ke mulutnya


"Bagaimana menurut kamu? enak tidak?" tanya Alan


"Eemm.. ini enak banget Lan, Hu.. Hu.. " Ulya mengipas-ngipas mulutnya dengan tangan karena kepedasan

__ADS_1


"Enak banget, tapi pedes" ucap Dokter Anggun


"Maaf, maaf aku tidak tau kalau kamu tidak suka pedas. tadi aku memang minta pedas. aku kira kamu suka pedas juga" ucap Alan


"Iya tidak apa-apa, aku suka pedas kok" ucap Dokter Anggun


"Aku pesanin lagi saja ya, yang tidak pedas. yang ini tidak usah dimakan. jangan memaksakan diri" ucap Alan tidak tega melihat Dokter Anggun kepedasan hingga wajahnya berkeringat.


"Tidak, tidak. ini memang pedas menurutku. tapi aku suka beneran, ini gado-gado terenak sih menurutku" ucap Dokter Anggun sambil mengambil tempe mendoan yang ada di depannya.


Alan memperhatikan cara Dokter Anggun makan, terlihat begitu lahap dan sepertinya memang Dokter Anggun menyukai makanan disini. walaupun saat ini mereka hanya makan ditempat sederhana namun tak membuat Dokter Anggun merasa risih. justru Dokter Anggun tampak menikmati hal yang mungkin baru baginya.


"Apa dulu waktu kamu kuliah juga tidak pernah makan sama teman-teman kuliah kamu? anak kuliah kan biasanya makannya seadanya" ucap Alan asal


"Hehehe.. tidak pernah. aku itu orangnya dulu sangat tertutup dan tidak pandai bergaul apalagi aku itu selalu diawasi karena om aku kebetulan juga Rektor dikampus tempat aku kuliah. jadi kayak pergerakanku itu diawasi gitu. selesai kuliah supir sudah menunggu, kayak gak ada waktu bermain gitu. terus lulus kuliah untuk pertama kalinya jauh dari orang tua karena kerja. dan baru bekerja sekitar enam bulan mungkin bertemu dengan Tasya. saat itu kisah Tasya yang ditinggalkan ibu nya sejak kecil mengingatkan dengan diriku waktu kecil. kehilangan sosok seorang ibu karena mami meninggal saat aku masih kecil. dan itu rasanya benar-benar tidak enak. dari situ kedekatanku dengan Tasya dimulai dan karena Tasya juga aku bertemu dengan mas Sigit, mantan suami yang sudah menghianati aku."


"Jadi kamu menikah dengan mantan suami kamu hanya karena Tasya?" tanya Alan


"Aku tidak bisa mengatakan kalau aku menikah dengannya hanya karena Tasya. tapi awal mulai memang iya karena Tasya, aku tau rasanya tidak memiliki seorang ibu. aku ingin menjadi ibu untuk Tasya, apalagi aku tau Tasya sangat menyukaiku. mungkin karena sering bertemu dengan mas Sigit lama kelamaan, aku juga merasa menyukainya walaupun jarak usia kami cukup jauh dan saat itu, Papi sangat menentangku berhubungan dengan mas Sigit, tapi aku memaksa dan terus menyakinkan Papi sampai akhirnya papi merestui kami karena aku sempat mengurung diri hahaha" Dokter Anggun tertawa menyadari kebodohannya. karena saat itu untuk pertama kalinya Dokter Anggun merasakan dekat dengan seseorang

__ADS_1


"Kalau kamu sendiri gimana?" tanya Dokter Anggun


"Aku jujur saja, awalnya termasuk laki-laki yang mungkin bisa dikatakan cukup playboy. sampai suatu kejadian saat aku bertugas dan sempat hampir tertembak tapi atasanku bang Arif namanya, yang waktu pagi-pagi kita ke apartemen mantan suami kamu itu. itu aku bersama dengan bang Arif"


"Oow.. itu" Dokter Anggun berusaha mengingat-ingat


"Iya kalau saat itu tidak ada bang Arif yang bersedia berkorban untukku mungkin aku sudah tidak ada lagi saat ini. karena menolongku bang Arif yang saat itu terkena tembakan sempat koma sekitar enam bulan. dan disitu aku melihat istrinya yang sangat setia menemani dan menjaga bang Arif. akhirnya aku berpikir ternyata seorang istri lah yang nantinya akan menjaga kita disaat kita sakit dan tidak bisa apa-apa. lalu aku berpikir tidak ingin lagi menyakiti hati wanita, dan jika ada wanita yang mau menikah dan serius denganku, aku ingin seperti Bang Arif dan istrinya. tanpa pacaran langsung menikah"


"Berarti kamu dan istri kamu menikah tanpa pacaran?" tanya Dokter Anggun


"Kami memang tidak pacaran tapi aku cukup mengenalnya saat itu, karena Nia itu sahabat Kak Ane istri Bang Arif. mereka dulu teman kuliah. jadi kami sering bertemu saat menengok Bang Arif yang saat itu baru sadar dari koma nya. dulu awalnya Nia itu baik saat kami belum menikah dan setelah kami menikah awalnya juga masih baik tapi karena kesibukan kami masing-masing mebuat kita sering ribut. Nia menganggap aku terlalu mementingkan pekerjaan, sementara dia sendiri sibuk. dari situ pertengkaran kami dimulai. awalnya aku mengira apa yang terjadi antara kami hanya benar-benar karena kesibukan ku sebagai seorang polisi. tapi semakin kesini aku sadar mungkin juga karena Nia berpikir dengan menikah dengan Dokter dia akan lebih bahagia dan secara ekonomi juga pastinya jauh lebih baik"


"Kalau menurutku ya Lan, orang selingkuh itu emang dasar orangnya. dan itu seperti penyakit yang tidak mudah untuk disembuhkan. karena itu aku paling tidak bisa memaklumi yang namanya perselingkuhan. kesalahan apapun aku mungkin masih bisa memaafkan tapi tidak dengan perselingkuhan."


"Aku setuju dengan kamu" ucap Alan tersenyum


Setelah makan Alan mengantarkan kembali Dokter Anggun kerumah sakit, dan ternyata ada beberapa pasangan mata yang memperhatikan mereka hingga mulai berhembus desas desus tentang hubungan mantan istri Dokter Sigit dengan mantan suami Nia. dan berita ini pun sampai ke telinga Dokter Sigit dan sontak membuat Dokter Sigit merasa tidak rela


^ Happy Reading^

__ADS_1


Terimakasih dukungannya, jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang 🙏🥰😘


__ADS_2