
Hari ini Ane dan teman-temannya mengadakan pertemuan rutin yang biasa mereka lakukan. Dan kali ini mereka juga membawa anak-anak mereka. Salah satunya Nia yang membawa Nana ikut serta dalam pertempuran itu.
"MasyaAlloh Nana, sekarang kamu cantik banget. sampai pangling lho tante" ucap Wawa
"Terimakasih tante, Ini tante Wawa ya ? tanya Wawa
"Iya masih tan, dulu kan kita pernah ketemu dirumah tante Ane" jawab Nana
"Ini pertama kalinya lho Q bertemu dengan Nana" sahut Yeni
"Iya Nana juga baru pertama lihat tante. Ini tante_? " ucap Nana terputus
"Tante Yeni sayang" timpal Nia
"Senang bertemu tante" ucap Nana
Sesekali Nana tampak sedang mencari- cari, karena orang yang ditunggunya tak juga menampakkan batang hidungnya
"Kenapa sayang?" tanya Nia
" Tidak apa-apa ma" jawab Nana
"Ane gak berangkat ya? kok tumben belum terlihat" tanya Nia
"Ane datang kok, tapi tau sendiri. kalau mau ngajak Amar itu harus bersabar si Ane, secara anaknya kan seorang Dokter yang cukup sibuk" Jawab Wawa
"Assalamu'alaikum, maaf terlambat! biasalah kalian tau sendiri kan, kalau mau kencan sama pak Dokter ini susahnya minta ampun deh.. kalian sudah lama datanya?" tanya Ane
"Belum lama kok, belum lama untuk cukup menghabiskan dua porsi makanan maksudnya hahaha" canda Wawa
"Nana, kamu ikut Nia? tante kira kamu masih di Surabaya?" tanya Ane
"Iya tante, Nana sekarang sudah kembali kesini dan bekerja dirumah sakit Mama Anggun" jawab Nana
"Enak ya, bisa langsung kerja. Gak merasakan susahnya cari pekerjaan kayak tante dulu" sahut Yeni
"Alhamdulillah tante, Mama Anggun menginginkan Nana untuk bekerja dan membantu di rumah sakit Mama" jawab Nana
"Amar kamu sekarang di rumah sakit mana?" tanya Nana mencoba membuka suara
"Rumah sakit Medika" jawab Amar singkat
"Kenapa gak di rumah sakit Mama Anggun saja Mar? Mama pasti senang kalau kamu bekerja di sana" ucap Nana
"Gak suka jalur koneksi" jawab Amar santai seketika Nana langsung terdiam.
__ADS_1
"Bukan jalur koneksi, tapi kalau ada yang mudah kenapa harus yang ribet" Sahut Nia mencoba membela Nana, karena Nia merasa kalau Amar ini memojokkan Nana
"Bunda sepertinya Amar harus segera balik rumah, gak enak ninggal pasien terlalu lama" ucup Amar
"Oo.. iya sudah, terimakasih ya nak sudah dianterin" Jawab Ane yang tau Amar sengaja pamit untuk menghindari Nana
"Lho Amar pulang, gak ikut makan bareng?" tanya Nur
"Tidak Nur, ini tadi sebenarnya dia jaga di rumah sakit, tapi aku suruh nganterin bentar. Biar kenal sama temen-temen bundanya" kilah Ane
"Bukan karena ada Nana kan tan?" tanya Nana
"Bukan lah Na, kenapa kamu berpikir seperti itu? tanya Ane
"Takutnya kalau karena ada Nana, kan Nana jadi tidak enak tan"
"Bukan kok sayang, jangan berpikir seperti itu" jawab Ane
"Sepertinya, Amar masih gak suka dengan Nana ya tan?" kembali Nana bertanya
"Akh.. gak kok, jangan berpikir seperti itu, kamu kan tau Amar dengan siapapun juga kayak gitu orangnya cuek." kilah Ane
"Iya sayang, tante Ane udah bilang tidak. Berarti tidak benar. Jangan berpikir yang tidak-tidak ya sayang" bujuk Nia
"Itu si Amar gimana kalau lagi sama pasiennya ya? bisa dibuat mati kutu pasiennya menghadapi Dokter yang super dingin" sahut Yeni
"Ehem.. " Ane berdeham
"Yang punya anak gak terima ini lho" sahut Nur dan semua tertawa
"Kalian ini ya, bisa aja kalau kasih perumpamaan. Masak anak aku dikatain dingin seperti es? Tapi emang iya sih hehehe" ucap Ane tertawa
"Tapi benaran lho Ne, anak kamu itu ganteng banget" ucap Yeni
"Alhamdulillah" ucap Ane tersenyum saat anaknya dipuji oleh teman-temannya
"Oya Nur, Almira apa kabar?" tanya Ane
"Alhamdulillah baik, tahun depan InsyaAlloh pulang" jawab Nur
"Semoga nanti pas acara nikahannya Amar, Almira sudah pulang ya. Biar bisa kumpul semua, soalnya setiap kumpul selalu Almira tidak pernah ada" ucap Ane
"Uhuk.. uhuk.. " Nana tersedak
"Kenapa sayang, ini diminum dulu" Nia memberikan minum untuk Almira
__ADS_1
"Tidak apa-apa ma, hanya tersedak minuman tadi" jawab Nana menahan hatinya yang bergemuruh
"Lho si Amar mau nikah?" tanya Nia
"Iya, kamu belum tau? apa Nana tidak cerita sama kamu kalau Rara sudah menerima lamaran kami dan InsyaAlloh tahun depan setelah Nana wisuda mereka akan langsung menikah" Jawab Ane
"Iya, Nana belum sempat cerita ke Mama Nia Tan, karena Nana juga belum begitu yakin awalnya tan, mengingat Rara bilang kalau Rara masih harus koas juga. Jadi Nana tidak yakin awalnya kalau mereka akan menikah secepat itu" ucap Nana
"Kalau masalah itu, tidak masalah menurut tante karena dulu tante juga menikah sambil kuliah. Dan InsyaAlloh Amar akan memberikan ruang untuk Rara. Tante yakin Amar tidak akan mengekang Rara nantinya setelah mereka menikah" ucap Ane
"Iya tante, Nana juga yakin itu" ucap Nana tersenyum
"Wah akan ada banyak yang patah hati ini nantinya, kalau Amar menikah" ucap wawa yang tidak sadar kalau kata-katanya melukai hati Nana
"Oya ma, Nana sepertinya juga harus segera balik soalnya papa tadi nyuruh segera pulang. Gak boleh lama-lama" ucap Nana yang sudah mulai gerah disana
"Mama ikut pulang bareng kamu ya sayang" ucap Nia
"Tidak usah ma, mama disini saja dulu gak apa-apa, kan mama sudah lama tidak kumpul sama teman-teman mama" ucap Nana
"Gak kebetulan juga Mama harus segera menemani papa Sigit buka praktek, jadi kita pulang sama-sama ya sayang" jawab Nia
"Ya sudah kalau gitu ma" ucap Nana
"Kita pulang duluan ya" pamit Nia
"Iya Nia, Hati-hati ya! padahal kita belum ngobrol banyak lho, tapi kamu udah mau pulang aja" ucap Yeni
"Iya lain kali kita akan ngbrol banyak. Sekarang kita pulang dulu ya. Assalamu'alaikum" pamit Nia berlalu
"Kamu sih, bilang akan ada yang patah hati. Jadinya pergi kan tu mereka" ucap Yeni saat Nia dan Nana sudah pergi jauh
"Sorry aku lupa, kalau anaknya Nia naksir berat sama Amar. Sumpah gak ada niat kesitu aku" ucap Wawa
"Sudah-sudah, tidak apa-apa kok. lagian Nana sudah merestui hubungan Rara dan Amar kok. Nana juga sudah tidak pernah mengganggu hubungan mereka, sepertinya Nana memang sudah bisa melupakan Amar" ucap Ana
"Tapi aku kok meresa tidak seperti itu ya Ne, aku merasa Nana belum melupakan Amar" sahut Nur
"Kita sepemikiran Nur, aku pun merasa seperti itu. Dari cara Nana melihat Amar masih sangat jelas kalau Nana masih suka Amar" timpal Yeni
"Kalian ini, jangan suudzon aja" ucap Ane
Persahabatan Ane dan teman-temannya yang sudah terjalin bertahun-tahun, dan mereka selalu meluangkan waktu untuk meetup bersama dalam tiga bulan sekali.
Saling memaafkan dan saling memberi masukan serta tidak gampang sakit hati dengan saran itu yang menjadikan persahabatan mereka awat.
__ADS_1
^Happy Reading^
Masih Ditunggu Dukungannya ya, like, coment dan Vote dari kalian sangat berarti bagi thor. terimakasih 🙏