Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
MENEMUKAN KEBERADAAN NUR


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Hari ini untuk pertamanya kalinya baby Amar diajak keluar kota, Ya, hari ini adalah hari dimana Yeni akan melangsungkan pernikahanya.


"Igh.. lucu banget kamu dek, tante gemes" ucap Wawa


"Semoga nanti segera nular ya, bisa nikah langu isi" ucap Ane


"Amin.. amin do'ain ya" jawab Wawa


"Do'ain aku juga ya, pengen juga punya baby kayak baby Amar. gemesin" sahut Yeni


"Udah gak sabar aja ini pengantin" goda Nia


"Iya lah, setiap orang menikah apa sih yang dicari pasti ingin memiliki anak kan" jawab Yeni


"Iya-iya, semoga kita semua menjadi orang yang selalu beruntung, dilimpahkan rejekinya dan diberi Keturunan-keturunan yang sholih dan sholihah" ucap Ane dan diaminkan semuanya.


"Eh ngomong-ngomong sudah ada kabar tentang Nur belum?" tanya Wawa penasaran


"Iya, sudah hampiri satu tahun dia menghilang. apa belum ada tanda-tanda dia ditemukan gitu?" ucap Yeni


"Sebenarnya teman Abang, sudah ada yang melihat perempuan dengan ciri-ciri mirip Nur. cuma Abang belum memastikan" sahut Arif


"Benarkah? kenapa tidak segera dipastikan Bang?" tanya Ane.


"Rencana minggu depan abang akan terbang ke Ambon memastikan keberadaan Nur." ucap Arif


"Ambon?" ucap Wawa dan Yeni kaget


"Bagaimana mungkin Nur sampai sana?" dengan siapa dia di sana?" ucap Wawa


"Ini baru dugaan, untuk lebih pasti nya nanti akan dikabari lagi sama rekan Abang yang ada disana" ucap Arif


"Apa tidak sebaiknya kita memberi tahu orang tua Nur Bang?" tanya Ane


"Melihat dari sikap orang tua nur yang tidak mau meminta bantuan sama Polisi. apa bukan berarti mereka memang tidak ada niatan untuk menemukan Nur?" sahut Alan


"Yang nama nya orang tua walaupun kecewa dengan sikap anaknya tapi Ane rasa di dalam hatinya pasti juga merindukan Nur." ucap Ane


"Begini saja Bang, nanti kalau sudah pasti itu Nur, kita kabari orang taunya. biar bagaimana mereka berhak tau keberadaan Nur. tambah Ane lagi


"Yang sampai saat ini aku pikiran, hanya karena putus dari Saka bisa membuat Nur meninggalkan kita semua dan meninggalkan orang tuanya. seperti tidak masuk di akal pikiran kita yang waras gitu" sahut Wawa


"Seperti nya memang tidak sesederhana itu" ucap Arif


"Benar kah Bang?" Ane melihat Arif


"Abang tidak berani menyimpulkan tapi sepertinya apa yang dikatakan Wawa masuk akal. faktor penyebab pergi nya Nur, abang yakin bukan hanya karena putus cinta"

__ADS_1


Selesai acara pernikahan Yeni. semua berpelukan. Yeni juga berpamitan kepada teman-teman nya kalau dirinya besok akan berangkat ke papua mengikuti suaminya yang bertugas disana.


"Apa secepat itu? kalian kan baru saja menikah?" tanya Nia


"Iya, mau bagaimana lagi. cutinya sudah habis" jawab Yeni.


"Berarti kamu nanti absen gak bisa datang ke nikahan aku dong" ucap Wawa sedih


"Iya, maaf ya. aku saja gak tau kapan bisa pulang lagi. setahun sekali juga belum tentu" jawab Yeni sedih


"Ya sudah, dimanapun berada semoga kia semua dilindungi Alloh. dan jangan bersedih kan bisa video call" Sahut Ane


***


Satu minggu kemudian


"Sayang, ternyata perempuan yang mirip dengan Nur, benar adanya memang Nur." ucap Arif dikamar saat akan tidur


"Ya sudah kita kasih tau orang tua Nur. pasti mereka senang


"Sepertinya masalahnya memang tidak sederhana sayang"


"Maksud Abang?"


"Dari informasi yang Abang dapat Nur memiliki bayi"


"Apa? benar kah itu Bang?" Ane menggeleng-geleng kan kepalanya tidak percaya


"Apa mungkin itu, i-itu anak Saka?" Ucap Ane Ragu


"Kalau melihat cerita kalian Nur hanya berhubungan dengan Saka, bisa jady itu memang anak Saka" ucap Arif


"Astaghfirullah, apa mungkin mereka melakukan hubungan sejauh itu? kenapa Nur bisa melakukan itu?" Ane tidak percaya


"Lebih pasti nya itu benar anak Saka atau tidak, nanti kamu bisa tanyakan langsung saja"


"Tapi Bang, apa mungkin Nur mau kembali ke sini dengan bayinya? kok Ane ragu Bang, dan lagi apa orang tua Nur bisa menerima keberadaan bayi itu?"


"Seperti apapun respon dari orang tua Nur. sebaiknya kita tetap menyampaikan kebenaran nya." Jawab Arif


"Baik lah Bang, besok pagi Ane akan hubungi orang tua Nur"


keesokan harinya


Ane mencari nomer telpon orang tua Nur, dan menghubungi mereka


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam, maaf ini siapa ya" jawab bu Elsa

__ADS_1


"Maaf tente, ini saya Ane temannya Nur"


"Ane, bagaimana nak. ada apa? apa kamu mendengar kabar tentang Nur" tanya bu Elsa


"I-iya tante, sebenarnya suami saya sudah tau keberadaan Nur saat ini" jawab Ane gugup


"Bener kah? lalu dimana Nur sekarang? apa dia baik-baik saja?" tanya Bu Elsa lega


"Sebenarnya saat ini Nur ada di Ambon" jawab Ane


"Ambon? astaghfirullah. bagaimana mungkin Nur bisa kesana? dengan siapa dia kesana? Bu Elsa terdengar panik


"Sepertinya Nur kesana sendiri tante. saya juga kurang paham."


"Ane, bisa tante minta tolong?"


"iya tante. Ane akan senang bisa membantu tante"


"tolong suruh Nur pulang. sebenarnya saat ini papa nya sedang sakit. semenjak kepergian Nur, kesehatan om memang menurun." ucap bu Elsa


"Rencana nya besok saya dan Bang Arif akan ke Ambon menjemput Nur tante."


"Terimakasih Ane, terimakasih. tante sangat berterimakasih sama Ane dan suami. tante memang kecewa sama Nur, tapi bair bagaimana Nur anak tante yang tidak bisa tante abaikan" ucap bu Elsa


"Baiklah tante, Ane tutup dulu telpon nya. besok kalau sudah sampai Ane kabari tante. asalamualaikum" ucap Ane menutup telpon nya.


***


Hari ini Arif ditemani Ane pergi ke Ambon menyusul Nur sahabat nya. dan meninggalkan baby Amar dirumah bersama dengan neneknya.


Sebenarnya Ane tidak tega meninggalkan Baby Amar sendiri tapi demi sahabat nya Nur, Ane mempercayakan Baby Amar pada neneknya.


Sesampainya di Ambon Arif dan Nia segera menuju rumah kos tempat Nur tinggal selama ini


Tok.. tok..


Tanpa curiga Nur yang merasa tidak akan ada teman-teman nya yang mengetahui keberadaan nya segera membuka pintu mengira tetangga nya yang mengetuk.


Klek


suara pintu dibuka


"Nur" Ane langsung memeluk sahabat nya dan Nur hanya diam berdiri tidak pernah mengira Ane akan menemukan nya. Nur lupa suami Ane adalah seorang Polisi.


"Ne-Ane" Nur terlihat gugup dan salah tingkat


"Oek.. oek.. " suara tangis bayi


Nur berlari melihat putri nya yang sedang menangis. Ane dan Arif mengikuti langkah Nur

__ADS_1


Ane melihat Nur yang mencoba menenangkan baby nya tapi tak kunjung diam.


"Sini biar aku coba gendong" ucap Ane


__ADS_2