
Alan sengaja mengajak Nana untuk bertemu dengan Dokter Anggun, karena rencananya siang ini keduanya akan mengajak Nana jalan-jalan ke sebuah Mall yang ada disana untuk membelikan beberapa baju untuk Nana.
"Eh..itu Dokter Anggun nak" ucap Alan pada Nana menunjuk Dokter Anggun yang baru keluar dari rumah sakit
Dit.. dit..
Alan membunyikan klakson dan membuka kaca mobilnya.
"Hai.. Cantik" Sapa Dokter Anggun pada Nana
"Hai Bu Dokter Cantik" jawab Nana senyum
"Kata papa, Nana mau beli baju ya?"tanya Dokter Anggun pada Nana
"Iya Bu Dokter" jawab Nana
"Tante boleh ikut tidak? tante juga mau lihat-lihat baju, siapa tau ada yang bagus
"Iya boleh Bu Dokter cantik" Jawab Nana dan Nana memilih untuk pindah ke kursi belakang
"Lho kenapa pindah cantik" tanya Dokter Anggun
"Biar Bu Dokter cantik duduk didepan sama papa" jawab Nana dan semua tertawa
"Anak kamu pintar ya Lang" ucap Dokter Anggun
"Iya dong, papanya juga pintar" Alan tersenyum dan menyalakan mobilnya
Alan mengendarai mobilnya dengan kecepatan stabil di tengah kota semarang menuju ke sebuah Mall.
mereka berjalan bertiga beriringan. Nana yang awalnya digendong papanya minta diturunkan dan memilih jalan. tangan kanan nya memegang tangan Alan dan tangan kirinya memegang tangan Dokter Anggun.
Siapapun yang melihat mereka pasti akan mengira kalau mereka adalah sebuah keluarga yang bahagia.
"Mama" Suara Tasya memanggil menghentikan langkah Dokter Anggun dan segera berbalik mencari sumber suara
"Tasya" ucap Dokter Anggu
"Mama Tasya kangen" ucap Tasya memeluk Dokter Anggun
"Iya sayang, mama juga kangen. ta-tapi bagaimana kamu bisa ada disini? kamu sama siapa disini?" tanya Dokter Anggun melihat sekeliling
__ADS_1
"Tasya sendiri ma, Hari ini Tasya mengurus kepindahan sekolah Tasya. dan karena semua sudah selesai Tasya sekalian aja jalan-jalan kesini mau beli beebrapa keperluan sekolah" jawab Tasya
"Pindah? kamu pindah sekolah kesini? tapi kenapa?" tanya Dokter Anggun
"Iya ma, Tasya dan Papa sebentar lagi akan tinggal disini. karena Papa mau membuka Klinik disini. biar Tasya bisa sering-sering bertemu dengan mama. boleh kan ma?" tanya Tasya
"I-iya boleh dong, tapi bagaimana dengan Papa dan mama baru kamu? mereka pasti tidak akan seneng kalau kamu serin-sering bertemu dengan mama"
"Masa bodoh ma, Tasya gak perduli dengan wanita itu." jawab Tasya memanyunkan bibirnya kesal
"Gak boleh bilang seperti itu, biar bagaimana dia itu sekarang sudah menjadi mama kamu dan sebentar lagi dia akan melahirkan adik kamu" terang Dokter Anggun
"Tidak akan ada adik Tasya dari wanita itu ma" jawab Tasya
"Kenapa bilang begitu? maksudnya apa?" Dokter Anggun tidak mengerti
"Dia keguguran, anak itu sekarang sudah tidak ada lagi dan itu artinya Papa gak harus sama dia lagi kan ma? itu artinya mama bisa kan kembali sama papa?" tanya Tasya antusias
"Tasya sayang, pernikahan bukan suatu mainan yang bisa dimainkan seperti itu. hanya karena dia keguguran, bukan berarti papa kamu akan meninggalkan dia sayang" terang Dokter Anggun
"Tapi papa tidak mencintai wanita itu ma, Tasya tau sendiri mereka tidak pernah akur. dan Tasya juga tidak suka dengan wanita itu" ucap Tasya
"Tasya sayang, sudah ya jangan bahas itu lagi" ucap Dokter Anggun
"Mama ini sama siapa?" Tasya yang baru menyadari kalau mamanya tidak sendiri
"Oow.. ini teman mama kenalin, ini Om Alan dan Nana putrinya. Alan ini Tasya anak dari mantan suamiku" ucap Anggun mengenalkan
"Senang bertemu dengan Tasya" ucap Alan mengulurkan tangannya dan Tasya membalas dengan raut wajah tidak suka. Tasya juga melihat kearah Nana, tampak ada kecemburuan dimata Tasya karena merasa Nana akan merebut Dokter Anggun darinya.
Tasya tau bagaimana dokter Anggun sangat menyukai anak-anak
"Mamanya kemana om? kenapa malah jalan-jalan sama mama Tasya" ucap Tasya sinis menatap Nana
"Mamanya sudah tidak ada" jawab Alan singkat semakin membuat Tasya takut kalau Dokter Anggun akan lebih menyayangi Nana.
"Sekarang mama mau kemana?" tanya Tasya
"Mama mau menemani Nana mencari beberapa baju. iya kan cantik?" tanya Dokter Anggun tersenyum dan memegang dagu Nana membuat Tasya semakin tidak suka
"Tasya boleh kan ikut jalan-jalan bersama kalian?"
__ADS_1
Mendengar permintaan Tasya, Dokter Anggun tidak langsung mengiyakan tapi melihat kearah Alan seakan meminta ijin
"Boleh, gabung saja dengan kita. semakin rame malah asyik kan" jawab Alan
Tasya selalu menggandeng tangan Dokter Anggun seakan tidak ingin membiarkan Dokter Anggun dekat dengan Nana dan papanya. karena Tasya masih sangat berharap Dokter Anggun kembali rujuk dengan papanya. agar mereka bisa kembali bersama seperti dulu lagi.
"Lan, coba lihat yang ini bagus ya? cocok buat Nana, pasti cantik kalau dipakai Nana" ucap Dokter Anggun menunjukkan sebuah gaun untuk Nana
"Mama, coba lihat itu. bagus kan ma?" Tasya menunjuk kearah pakaian remaja dan menarik tangan Dokter Anggun kearah pakaian remaja.
"Tasya sayang, mama kan belum selesai memilihkan baju untuk Nana. biar Nana selesai dulu pilih bajunya nanti ganti kamu ya sayang"
"Tapi Tasya ingin segera lihat yang itu ma, takut diambil orang" ucap Tasya memaksa
"Ya sudah, kamu temani Tasya saja dulu biar aku sendiri yang mencari baju untuk Nana" ucap Alan
"Maaf ya Alan, maaf ya cantik. tante temani Kakak Tasya cari baju dulu ya" ucap Dokter Anggun merasa menyesal
"Iya Bu Dokter cantik" jawab Nana melambaikan tangannya
"Habis menemani kakak Tasya, nanti tante kesini lagi ya" ucap Dokter Anggun tapi tangannya segera ditarik oleh Tasya.
"Ayo ma, kita jangan kelamaan disini keburu diambil orang bajunya"
Sesampainya di tempat yang ditunjuk Tasya, ternyata disana Tasya tidak segera mengambil apa yang tadi ditunjuk.
"Sayang, tadi bukannya kamu bilang mau baju yang ini ya? sampai takut diambil orang. terus kenapa sampai sini malah tidak segera diambil?"
"Ternyata tidak sebagus waktu Tasya lihat dari jauh ma" jawab Tasya yang sebenarnya memang tidak menginginkan baju itu
"Ya sudah, terus Tasya mau yang mana?" tanya Dokter Anggun lagi.
"Sebentar ma, Tasya pilih dulu" jawabnya
Cukup lama Tasya memilih-milih pakaian tetapi tak satupun ada yang cocok dan itu membuat Dokter Anggun mulai mengerti kalau sebenarnya Tasya hanya mencari-cari Alasan untuk menjauhkan Dokter Anggun dari Alan dan Nana.
"Tasya sayang, mama mau bicara boleh?"
"Bicara apa ma?"
"Bagaimana kalau kita ngobrol sambil duduk dan makan es cream? Tasya mau?" tanya dokter Anggun
__ADS_1
^ Happy Reading ^