Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERTIMBANGAN


__ADS_3

Sepanjang perjalan pulang dari acara nikahan Nia, Ane berpikir mungkinkah kepergian Nur tanpa kabar benar - benar tidak ada kaitannya dengan Saka? apa iya hanya karena Saka ingin putus membuat Nur senekat ini pergi tanpa kabar berita? dan aneh nya Nur sempat bilang dirinya harus menikah dengan Saka? apa itu bukan karena dirinya hamil?


"Sayang, kamu mikiran apa? Abang perhatikan bengong terus?" ucapan Arif membuyarkan lamunan Ane


"Eh..tidak Bang, hanya sedang berpikir soal nur saja. tadi Nia cerita dini hari tadi Saka menghubungi dirinya agar tidak menikah dengan Alan dan menunggu kepulangan Saka. dan saat Nia mengatakan Nur pergi dan Saka harus bertanggung jawab. Saka bilang kepergian Nur tidak ada kaitan dengan dirinya sedangkab dulu sebelum Nur pergi Nur pernahbtelphon Ane bilang kalau dirinya harus menikah dengan Saka. kira - kira salah tidak kalau Ane menungga Nur pergi ada kaitannya dengan Saka atau bisa jadi Nur.."


"Iya Abang tau Ane berpikir kearah mana, sebenarnya tidak salah. tapi sebelum ada bukti yang kuat kita juga tidaj boleh suudzon. coba nanti biar abang ikut bantu cari. tapi melihat cara pergi nya Nur jelas dia tidak ingin ada yang tau keberadaannya" ucap Arif


"Karena itu Bang, gak mungkin kalau tidak apa - apa Nur sampai menghilang seperti ini. kalau alasannya cuma sakit hati sepertinya terlalu tidak masuk akal." ucap Ane


"Kayaknya kamu cocok deh Ne jadi intel, pintar sekali menganalisa suatu kejadian" goda Arif


"Tu kan mulai lagi" ucap Ane senyum dan merangkul tangan suaminya.


"Eh Bang, tadi Wawa dan Yeni cerita tahun depan sepertinya ada formasi PNS untuk bidan


boleh tidak Ane ikut coba daftar?"


"Kenapa Ane pengen kerja? tidak mau dirumah saja nyambut abang pulang kerja?" tanya Arif


"Bukan tidak mau Bang, pengen nyoba - nyoba saja setidaknya punya pengalaman gitu. belum tentu keterima juga kan? pendaftarnya saja banget sedang dibutuhkan hanya lima bidan"


"Iya boleh saja sih kalau Ane mau nyoba. senisal nanti Ane sudah lahiran pengen kerja juga abang tidak akan melarang. yang penting Ane tau kewajiban utama Ane sebagai seorang istri dan ibu jangan sampai di abaikan" Arif menasehati


"Terimaksih ya bang, makain sayang Ane sama Abang"


"Ehem..." Viko yang duduk dibangku bus belakang Ane dan Arif berdemem


"Kenapa Vik, haus?" goda Arif balik


"Kalian ini ya, romantis - romantisan didepan orang yang pergi sendiri gini." ucap Viko


"Istrinya kenapa gak diajak Bang?" tanya Ane


"Nanti kalau kamu udah kerja juga pasti ngrasain. ya gini jarang bisa pergi berdua. kalau aku nya libur, dia kerja. dia libur aku nya yang ganti kerja. makanya sebelum terlanjur dipikir - pikir dulu saja." nasehat Viko yang istrinya juga seorang bidan


"Belum lagi sebagi istri perwira Polisi yang harus aktif dalam organisasi bhayangkari. kira - kira nanti pembagian waktunya, capek nya harus diperhitungkan. intinya sebelum kerja itu semua harus diperhitungkan dulu" kembali Viko memberi nasehat


"Gimana masih pengen kerja?" tanya Arif


"Ya coba Ane pikir lagi bang. dan lihat situasi nantinya"


"Iya, kamu juga harus ingat kewajiaban utama kamu suami dan anak" ucap Arif

__ADS_1


***


Dirumah Nia


Tamu undangan satu persatu mulai habis berpamitan. tinggal Wawa dan Yeni yang juga berpamitan


"Terimakasih ya kalian sahabat - sahabat terbaikku" ucap Nia


"Iya, semoga persahabatan kita langgeng ya" jawab Wawa


"Ingat saling komunikasi ya, karena kita bisa kumpul - kumpul gini itu cuma saat ada acara seperti ini. dimana pun kita berada saling mendoakan yang terbaik ya" ucap Yeni yang sebentar lagi juga harus ikut suaminya bertugas di papua saat nanti mereka selesai menikah.


"Jadi sedih biasanya kita kumpul berlima tadi cuma berempat. semoga Nur baik - baik saja dimana pun dia berada" ucap Wawa


"Iya, aku juga sebenarnya prihatin dengan Nur. kenapa harus seperti itu. coba dari awal bilang, dengan senang hati aku akan mengiklaskan tidak perlu hubungan sembunyi - sembunyi seperti ini." sahut Nia


"Ya Sudah kami pulang dulu ya, selamat menikmati malam pertama nya hihihi" goda Wawa


"Mulai deh.." Nia dengan wajah yang tiba - tiba memerah memikirkan kata - kata Wawa


"Hahahaha" ketiganya pun tertawa


"Lagi pada bahas apa sih heboh banget" sahut Alan yang sudah menggunakan kemaja putih panjang berjalan mendekat menaikan baju lengan panjangnya ke siku.


"Bahas malam pertama" Yeni keceplosan menjawab Alan


"Igh..kalian ini apaan sih, gak harus diucapain didepan Alan juga kan" ucap Nia malu


"Hihihihi" Alan terkekeh apa lagi melihat reaksi Nia yang baru saja sah menjadi istrinya.


"Ny. Alan kenapa malu - malu gitu" goda Alan


"Iya tu Lan, awalnya malu - malu, coba aja nanti pasti dia yang mau - mau hahaha" ucapan Wawa berhasil membuat Alan tertawa terpingkal - pingkal


"Ini anak emang ya, kalau bicara suka gak ada otaknya" Nia mencubit Wawa


"Udah pada gede ini, kenapa bahas gituan harus malu." Sahut Yeni


"Udah - udah kalian buruan pulang saja" ucap Nia


"Wah parah, saking gak sabarnya malam pertama teman sendiri diusir" ucap Wawa


"Lha kalian gitu sama teman sendiri. malu tau" ucap Nia

__ADS_1


"Iya..iya kami pulang dulu bu Alan." ucap Wawa berpamitan


Setelah semua pergi rumah kembali sepi yang tersisa tinggal pak karsa dan Bu Iin dirumah.


Selesai sholat berjamaah mereka makan malam bersama, dan setelah makan, mereka bercerita panjang lebar. Pak Karsa yang merasa lega Nia memiliki suami yang sepertinya cukup bertanggung jawab dan memiliki kepribadaian yang baik. sopan terhadap orang tua. itu sudah nilai plus buat Pak Karsa. sehabis mengobrol dengan mertuanya. Nia dan Alan menuju kamar mereka.


Sementara Pak Karsa dan Bu Iin masih duduk diruang keluarga


"Nia beruntung Bu menikah dengan Alan, anaknya sopan, keluarganya juga baik. berpendidikan semua. Ayah lega rasanya menikahkan putri Ayah dengan Alan." ucap Pak Karsa


"Iya Yah, ibu juga lega dan senang punya menantu seperti Alan" ucap Bu Iin


Dikamar Ane yang malu - malu memandang Alan.


"Kenapa, mau?" tanya Alan


"Igh..apaan sih?"


"Tadi yang dikatakan teman - teman kamu" goda Alan


"Mereka memang sukanya bercanda" ucap Nia dengan wajah memerah


"Lha itu wajah Nia memerah kenapa?"


"Mana ada wajahku merah? ini efek make up tadi saja yang belum bersih" Nia salah tingkah


"Hihihi..." Alan terkekeh


"Kamu itu lucu" Alan mendekat dan memeluk Nia


"Terimakasih sudah mau jadi istri Mas Alan" bisik Alan


Mendengar bisikan dari suaminya, membuat tubuhnya merinding


Cup..


Alan mendaratkan sebuah ciuman dibibir Nia.


tentu saja kalau ciuman ini bukan pengalaman pertama bagi mereka. karena sebelumnya mereka juga sudah berciuman dengan pacar terdahulunya.


* Haiii...Readers, terimaksih ya sudah membaca cerita Author samapai Bab ini.


Author membaca komentar - komentar dari kalian, yang meminta Up lebih banyak. tapi maaf ya, waktunya yang belum ada. insyaalloh nanti kalau ada waktu author up yang bayak yak...

__ADS_1


Sayaaanxxx kalian....


^Happy reading^


__ADS_2