
"Ane jujur saja saat ini hatiku sedang galau karena ustadz Guntur" ucap Nur
"Ustadz Guntur? siapa ustadz Guntur?" tanya Ane
"Ustadz Guntur adalah anak dari kiayi di pondok pesantren dimana tempat aku sedang mempelajari ilmu agama. dan kebetulan ustadz Guntur baru kembali setelah belajar ilmu agama di Kairo selama empat tahun disana, ini pertama kalinya ustadz Guntur pulang dan mulai mengajar dipesantren sini. setelah beberapa kali bertemu denganku, tiba-tiba ustadz Guntur menyampaikan keinginannya untuk mengajak aku ta'aruf pada Abahnya. dan beberapa waktu yang lalu Abah memintaku datang untuk menyampaikan pesan dari ustadz Guntur untuk mengajak aku ta'aruf tapi saat itu juga aku menolaknya. Aku pikir dengan aku menolaknya, ustadz Guntur akan menyerah tapi ternyata ustadz Guntur menemuiku dan meminta alasan kenapa aku menolaknya, melihat ustadz Guntur yang sangat berharap dariku akhirnya aku menceritakan yang sebenarnya kalau aku sudah mempunyai anak diluar nikah dan aku juga sempat dirawat dirumah sakit jiwa karena depresi bahkan papaku juga meninggal gara-gara aku. aku ceritakan semua itu pada ustadz Guntur." cerita Nur menangis
"Lalu apa sekarang kamu menyesal karena sudah menceritakan semuanya pada ustadz Guntur?" tanya Ane
"Tidak Ne, sama sekali aku tidak menyesalinya tapi yang jadi masalah sekarang. saat ustadz Guntur sudah mengetahui kebenaran tentang diriku. beliau masih tetap ingin menjadikan aku istrinya. bukan aku tidak bersyukur dan bukan aku tidak mau menikah dengan seorang ustadz seperti beliau, tapi aku malu Ne, aku malu dengan diriku sendiri. aku hanya seorang pendosa yang selamanya tidak akan pernah pantas untuk mendampingi seorang ustadz seperti beliau"ucap Nur
"Lalu, suami seperti apa yang menurutmu pantas untuk menjadi suami kamu?" Ane memberi penekanan dalam pertanyaannya
"Aku tidak pantas untuk laki-laki manapun Ane, aku kotor, aku pendosa" tangis Nur
"Nur berhenti kamu terus bersikap seperti itu, kamu sudah bertaubat dan kami semua menjadi saksi bahwa kamu sudah benar-benar bertaubat. jangan terus menghukum diri kamu dengan kesalahan yang sudah kamu sesali. kita semua pernah melakukan kesalahan. tapi bukan berarti hidup kita harus berhenti karena kesalahan tersebut. justru kita harus maju dan memperbaiki kesalahan dimasa lalu dengan menjadi orang yang lebih baik. dan mungkin Alloh sengaja mengirim utusan Guntur untuk menjadi suami kamu agar bisa membimbing kamu menjadi orang yang lebih baik selalu positif thinking kepada Alloh Nur!" ucap Ane menasehati
"Tadi ustadz Guntur pun mengatakan hal sama seperti apa yang barusan kamu katakan Nur"
"Kalau begitu kenapa kamu malah ragu? saat Alloh mengirimkan seseorang yang bisa membawamu kedalam kebaikan? jangan sia-siakan apa yang sudah Alloh kirimkan untukmu. karena kesempatan tidak datang dua kali Nur"
"Aku akan mencoba sholat Istikharah Ne, jika memang dengan sholat Istikharah hatiku semakin yakin dengan ustadz Guntur maka aku akan mempertimbangkan seperti yang kamu katakan tadi" ucap Nur
"Alhamdulillah, aku ikut senang Nur mendengarnya. dan aku berharap ustadz Guntur memang jodoh yang sengaja Alloh kirim untuk kamu. aku ingin kamu bahagia Nur" Ane tersenyum diseberang telpon
"Astaghfirullah.. " gumam Fatimah menutup mulutnya yang sejak tadi menguping pembicaraan Nur ditelpon
Fatimah berjalan menuju kekamar nya. dirinya masih tidak percaya dengan apa yang barusan didengar.
"Jadi Nur punya anak diluar nikah? dan ustadz Guntur mau menikah dengannya? bagaimana bisa dia berpikir untuk menikah dengan ustadz Guntur setelah dia berbuat dosa besar seperti itu? dan bagaimana mungkin ustadz Guntur masih mau menikah dengan orang seperti itu? tidak.. tidak ini tidak benar. ini tidak bisa dibiarkan" batin Fatimah menggelengkan kepala
__ADS_1
"Fatimah, kamu kenapa bengong begini?" tanya santriwati yang melihat Fatimah bengong dan tidak sadar saat dipanggil
"Eh.. maaf, aku tidak melihat kalian tadi" ucap Fatimah
"Bagaimana mau lihat, kamu bengong terus dari tadi. bahkan tidak sadar mau nabrak orang"
"Iya kah? aduh maaf banget ya, maaf banget" ucap Fatimah senyum
***
Setelah tiga hari berturut-turut Nur melakukan sholat Istikharah, kini hatinya seperti digerakkan untuk menerima lamaran dari ustadz Guntur.
Hatinya semakin yakin kalau menerima ustadz Guntur menjadi suaminya adalah keputusan yang tepat karena dirinya bisa belajar banyak dari ustadz Guntur dan yang utama tentu saja akan Alloh. karena menikah adalah salah satu sunah dalam ajaran agama yang Nur anut.
Dipersimpangan jalan saat Nur akan ke kelas, secara tidak sengaja Nur berpapasan dengan ustadz Guntur
Ustadz Guntur berhenti dan menjawab salam
"Walaikumsalam" ustadz kembali berjalan
"Jika tawar ustadz kemarin lusa masih berlaku" ucap Ane dan ustadz Guntur kembali berhenti sedikit menoleh melirik Nur
"Seperti saran ustadz Guntur, aku sudah melakukan sholat Istikharah dan hatiku" ucap Nur terhenti sesaat
Ustadz Guntur memejamkan matanya menunggu kelanjutan perkataan Nur
"Hatiku mantab untuk menerima ustadz sebagai pendamping hidupku yang InsyaAlloh mampu membimbingku kejalan yang Alloh ridhoi" ucap Nur
"Alhamdulillah" jawab ustadz Guntur senyum
__ADS_1
Setelah pembelajaran selesai ustadz Guntur menmui Abah diruang kerjanya
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Abah yang masih fokus pada Dokumen dihadapannya
"Abah ada yang mau Guntur sampaikan" ucap Guntur
"Ada apa Tur? katakanlah" ucap Abah melihat Guntur
"Setelah Guntur berbicara dengan Nur dan menjelaskan pada Nur tentang keinginan Guntur untuk ta'aruf dengannya. akhirnya Nur kembali memberi jawaban dan bersedia menerima lamaran Guntur Abah" ucap ustadz Guntur seneng dan tersenyum bahagia saat menyampaikan Nur yang menerima lamarannya
"Alhamdulillah le, semoga ini menjadi awalan yang baik untukmu. jika kalian sudah memutuskannya sebaiknya niat baik segera dilakukan. tidak baik menunda-nunda niat baik yang sudah disepakati" ucap Abah
"Iya Abah, rencananya minggu depan jika Abah tidak keberatan, Guntur ingin mengajak Abah untuk menyampaikan keinginan Guntur meminang Nur didepan ibunya."
"InsyaAlloh Abah tidak keberatan. selama Nur belajar disini sepertinya dia juga anak yang cukup baik dan rajin" ucap Abah
"Terimakasih Abah" Guntur mencium punggung tangan Abah
Berita Ustadz Guntur akan mengkhitbah Nur Minggu depan pun dengan cepat terdengar ditelinga para santri dan santriwati. dan membuat banyak hati santriwati yang merasa patah hati. lantaran ustadz yang menjadi idaman para santriwati sebentar lagi akan menjadi suami Nur. dan berita ini juga sampai ketelinga Fatimah yang tidak kalah syoknya dengan santriwati yang lain.
"Tidak ini tidak benar, ustadz Guntur tidak boleh sampai menikah dengan wanita seperti Nur, wanita yang sudah memiliki anak diluar pernikahan" batin Fatimah menggelengkan kepala.
Fatimah memikirkan cara untuk bisa menghentikan rencana ustadz Guntur yang akan mengkhitbah Nur sebagai istrinya.
^Happy Reading^
Terimakasih readers yang sudah setia membaca novel ini๐๐ Semoga Novel ini bisa menghibur kalian semua ๐ฅฐ๐ jangan lupa Like, coment dan Vote ya sayanx๐ฅฐ๐
__ADS_1