
Mendengar anaknya menyukai anak Ane, Nia jadi kepikiran dan ingin bisa membantu anaknya untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
Nia yang saat ini membuka sebuah minimarket yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Alan terkejut lantaran saat ini dirinya harus melihat Alan yang sedang membeli minuman dingin di tokonya.
"A-Alan" Gumam Nia yang baru menyadari saat Alan hendak membayar minuman dinginnya
"Nia, kamu_?" ucap Alan tidak melanjutkan kata-katanya
Kini keduanya duduk, mengobrol di kursi depan minimarket Nia
"Aku minta maaf Alan, aku minta maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan. saat aku dipenjara, aku sadar. betapa bodohnya aku. aku sudah menyia-nyiakan anugrah yang Alloh berikan. penjara mengajari aku tentang banyak hal" ucap Nia dengan mata berkaca-kaca
"Untuk apa kamu berada disini? apa kamu tau. dengan kamu disini, ini memungkinkan Nana untuk bertemu dengan kamu. aku tidak mau Nana tau siapa kamu sebenarnya. aku tidak mau Nana kecewa kalau tau dulu kamu seperti apa"
"Alan, aku tau apa yang aku lakukan salah. dan aku sudah membayarnya dengan dipenjara selama sepuluh tahun. kamu tau itu kan? aku hanya ingin melihat anakku dari jauh. itu saja. aku pun tidak akan membiarkan Nana tau siapa aku yang sebenarnya. karena akan lebih baik jika Nana tidak pernah tau seperti apa ibu kandungnya."
"Tapi dengan kamu disini, tidak menutup kemungkinan dia akan belanja disini, dan dia akan melihat kamu"
"Kita sudah pernah bertemu" jawab Nia
"Apa? kamu sudah bertemu dengan Nana?" Alan tercengang
"Kamu tenang saja, Nana tidak mengenali aku sama sekali" jawab Nia berusaha tersenyum dan menyembunyikan kesedihannya.
"Terimakasih Alan kamu sudah merawat Nana dengan sangat baik"
Alan pulang dan menemui Nana dirumah
"Nana papa mau bicara sebentar boleh?" tanya Alan membuka pintu kamar Nana yang saat ini sedang main ponsel diatas ranjangnya
"Masuk saja pah, ada apa?"
"Nana, apa akhir-akhir ini kamu sering belanja di minimarket "N" yang tidak jauh dari rumah itu?"
"Tidak pa, emang ada apa?" tanya Nana menatap Alan
"Tidak, tidak ada apa-apa. hanya saja papa sarankan. sebaiknya jangan berbelanja disitu"
__ADS_1
"Memang ada apa pah? kenapa tidak boleh belanja disana?"
"Itu, itu karena disana banyak barang yang dijual padahal sudah kadaluwarsa." ucap Alan asal jawab
"Oow.iya pah" jawab Nana
Setelah mengobrol cukup lama, Alan pun menanyakan perihal kuliahnya.
Namun lagi-lagi Nana belum mau terbuka perihal kuliahnya pada Alan.
"Nana, papa harap kamu bisa lebih menghargai mama Anggun. kamu tau kan bagaimana sayangnya mama Anggun sama kamu?"
"Iya pah, Nana tau itu. Nana juga sayang sama Mama Anggun. hanya saja Nana ingin tau yang sebenarnya pah, kenapa bisa papa menikah dengan Mama Anggun dan dimana sebenarnya mama kandang Nana saat ini? dirumah ini semuanya tidak ada yang mau memberitahu Nana, kakek Karsa dan nenek Iin pun hanya diam setiap kali Nana tenya tentang hal itu. Nana hanya ingin mengetahui yang sebenarnya pah"
"Percayalah sama papa. akan lebih baik kamu tidak pernah tau siapa mama kandung kamu. papa tidak mau kamu terluka" jawab Alan
Nana hanya terdiam tidak berniat untuk menjawab kembali. karena dirinya tau, percuma bertanya tidak akan ada yang mau memberitahu kenyataan yang sebenarnya.
***
Dikamar Alan
"Iya sayang" jawab Alan
"Mas sebenarnya tadi siang Ane datang kerumah sakit dan Ane memberitahu sesuatu tentang Nana" ucap Dokter Anggun
"Memberitahu soal Nana? soal apa itu?" Alan mendekat
"Jadi begini mas, tapi kamu janji jangan langsung marah ya sama Nana"
"Katakan ada apa?"
"Janji dulu jangan langsung marahi Nana!"
"Iya janji katakan!"
"Em.. Nana sepertinya jarang kuliah mas, hampir setiap jam kuliah Nana justru ada dirumah Ane. ini yang membuat Ane bingung. kalau Ane tanya alasnya selalu tidak ada dosen. padahal kuliah kebidanan itu tidak mungkin sesantai itu. Ane yang merasa aneh, akhirnya memberitahu Anggun tadi siang"
__ADS_1
"Astaghfirullah, kenapa Nana seperti itu?" Gumam Alan
"Tapi kalau dia tidak kuliah kenapa malah setiap hari dirumah kak Ane?" Alan merasa heran
"Itulah yang awalnya membuat Ane bingung sayang, kenapa setiap hari Nana berada dirumah Ane? sepertinya tebakan aku tempo dulu benar sayang, kamu ingat kan aku pernah bilang kalau sepertinya Nana menyukai Amar. sepertinya karena itu"
"Apa benar seperti itu? tapi kamu tau kan, Amar sepertinya tidak pernah melihat Nana? tapi yang membuat aku heran, Amar begitu perhatian sama Rara."
"Mungkin karena Amar memperlakukan Rara sebagai adiknya. sedangkan dengan Nana, sepertinya Amar tau kalau Nana ini memendam hati untuk dirinya. mungkin Amar hanya tidak ingin memberikan harapan berlebihan. menurutku saat ini Amar ingin fokus pada kuliahnya. kuliah di kedokteran itu bukan hal yang mudah sayang. wajarlah jika Amar tidak ingin berurusan dengan masalah percintaan dulu"
"Lalu menurut kamu aku harus bagaimana?"
"Kita harus menasehati Nana dengan cara yang baik, memberikan pengertian cinta itu seperti apa dan alangkah lebih baiknya jika saat ini dirinya fokus dengan masa depannya dulu"
"Baiklah besok aku akan mencoba bicara dengan Nana, terimakasih ya sayang. sudah memberikan aku nasehat dan jujur aku tidak tau tanpa kamu disisku aku akan seperti apa. aku beruntung bisa bertemu dengan kamu. kamu wanita yang sangat sempurna"
"Jangan memujiku terlalu berlebihan seperti itu mas, tidak ada manusia yang sempurna karena sejatinya kesempurnaan itu hanya milik Alloh"
Alan memeluk Dokter Anggun dan mengucapkan terimakasih, karena sudah menerima dirinya dan juga anaknya. merawat dan mendidik Nana layaknya anak kandung. Alan juga merasa bersyukur karena Dokter Anggun adalah wanita yang sangat menghargai seorang suami. biarpun dirinya wanita yang mandiri dan penghasilnya lebih banyak dari suaminya. namun Dokter Anggun selalu menerima dan menghargai berapapun nafkah yang suaminya berikan. tidak pernah sekalipun mencela.
Sikap rendah hati dan penyayang nya membuat Alan sangat mencintai istrinya ini.
mungkin ini yang dinamakan langit tak selamanya mendung dan akan ada pelangi setelah ada badai.
Itulah hidup yang saat ini dirasakan Alan. setelah kesakitannya lantaran dihianati oleh Nia dan setelah segala permasalahan dalam hidupnya, kini akhirnya Alan menemukan kebahagiaan dan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Karena itu untuk siapapun jika saat ini kamu merasa hidup kamu sedang diuji, bersabarlah! tidak lama lagi pasti akan ada kebahagiaan yang menghampirimu. akan ada pelangi setelah ada badai.
***
"Jadi mama dan papa besok mau ke Surabaya? kenapa tidak memberitahu Nana?" ucap Nana
"Iya sayang, mama, papa, tante Ane dan Om Arif rencananya besok mau ke Surabaya untuk melihat keadaan adik kamu disana. karena tante Ane mau mengunjungi Amar, ya sudah akhirnya kita mau berangkat bersama."
"Nana ikut, Nana mau ikut ya pah" ucap Nana antusias
"Ya sudah, kalau memang mau ikut segera siapkan barang yang mau dibawa. karena rencananya besok setelah subuh kita akan berangkat" sahut dokter Anggun
__ADS_1
"Okay mah" jawab Nana berlari kekamar untuk menyemas bajunya
^ Happy Reading ^