Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 236


__ADS_3

Di pesantren


Hari ini Nur kedatangan tamu yang sama sekali tidak pernah disangka-sangka. dia adalah Nia sahabatnya yang sudah sangat lama menghilang. sejak dirinya menjalani hukuman dilepas untuk mempertanggung jawabkan kejahatan yang sudah dilakukannya. hari ini tidak ada angin tidak ada hujan. Nia datang ke pesantren tempat Nur tinggal. dan disana Nia menceritakan kisah hidup yang dialami selama ini. Nia dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan kerinduan hatinya pada sahabat-sahabatnya.


"Kalau kamu merindukan kami kenapa kamu harus pergi menghilang dari kami, kami sudah berusaha mencari kabar tentang kamu tapi tidak ada satu teman kita yang tau kamu ada dimana? bahkan kami pernah menghubungi orang tua kamu, tapi mereka bilang kamu juga tidak pulang ke rumah. sebenarnya kamu itu dimana?"cerca Nur


"Sebenarnya aku tidak kemana-mana, aku membuka toko kecil-kecilan dideket rumah Alan. karena aku ingin melihat Nana walaupun dari jauh. saat aku keluar dari penjara. Satu-satunya orang yang ingin aku temui adalah Nana. aku merasa sangat berdosa pada Nana. sebagai ibu aku tidak pernah ada disampingnya saat dia butuh. Dan apa kamu tau? melihat Nana sudah tumbuh dewasa dengan baik seperti itu, membuat hariku senang tapi aku juga sangat merasa bersalah." ucap Nia yang kini tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi ditahan kini akhirnya tumpah membasahi pipinya


"Yang sudah terjadi jadikan itu sebagai pembelajaran dalam hidup. dan yang penting sekarang kamu harus mulai menata masa depan kamu dengan lebih baik. jangan terus larut dalam dosa dimasa lalu, tapi harus ada perubahan untuk menjadi orang yang jauh lebih baik. lakukan sholat taubat, memohon ampun sama Alloh atas semua dosa yang sudah kamu lakukan, dan juga datangi ayah dan ibu kamu. bersimpuh dikakinya memohon ampun karena kamu sudah melukai hati mereka. ingat Nia ridho orang tua adalah ridho Alloh"ucap Nur memberi nasehat pada sahabatnya


"Aku merindukan ayah dan ibu tapi aku takut, aku takut mereka belum mau memaafkan aku. aku sudah membuat mereka malu dan kecewa"


"Kecewa sama kamu dan malu karena perbuatan kamu itu pasti Nia, tapi yang namanya orang tua pasti akan tetep merindukan anaknya dan sebesar apapun kesalahan yang anaknya lakukan yang namanya orang tua pasti akan memaafkan, karena itu pulanglah. minta maaflah sama kedua orang tua kamu. kasian mereka pasti hatinya sangat merindukan kepulangan kamu" Nur memberinya nasehat


"Iya Nur, aku akan pulang karena sesungguhnya aku juga merindukan mereka" ucap Nia


"Nur aku tidak menyangkal, sekarang hidup kamu bahagia. dan aku lihat disini semua orang sangat menghormati kamu" ucap Nia


"Alhamdulilah Alloh masih memberiku kesempatan untuk bertaubat hingga sekarang aku bisa mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian dengan mendekatkan diri pada Alloh. aku yakin, asa kamu bertaubat dengan sungguh-sungguh dan mendekatkan diri pada Alloh. Alloh pasti akan memberikan hidayahnya pada kamu Nia" Jawab Nur


***


Setelah Nia pulang Ustadz guntur mendekat dan menanyakan perihal Nia. Ustaz guntur merasa kasian dengan apa yang dialami Nia dan mendoakan semoga Nia mendapatkan hidayah dari Alloh.


"Iya mas, Apa yang dialami Nia memang tidak mudah. apalagi sekarang dia harus jauh dari anaknya. bahkan anaknya tidak mengenali dirinya. sebagai seorang ibu, ini bukanlah hal yang mudah. tapi aku juga tidak bisa mengalahkan mantan suaminya sepenuhnya. karena biar seperti apa mantan suaminya melakukan itu untuk kebaikan anak mereka."


"Sesungguhnya Alloh tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuan umatNya. yakinlah akan ada hikmah dibalik semua kejadian, asalkan Nia mau bertobat dan kembali kejalan Alloh" ucap ustadz guntur memegang bahu Nur


***

__ADS_1


Dirumah Pak Karsa


"Assalamu'alaikum" ucap Nia didepan pintu


"Wa-laikumsalam" jawab bu Iin menutup mulutnya dengan tangan dan membulatkan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang saat ini dilihatnya.


"Ibu" ucap Nia dengan air mata bercucuran


"Nia, apa itu benar kamu nak" ucap bu Iin lirih


"Iya ibu, ini Nia. Maafkan Nia ibu. maafkan Nia" ucap Nia menjatuhkan diri di kaki bu Iin dan memohon maaf untuk kesalahan yang sudah dilakukan selama ini


"Ya Alloh Nia, bangun nak, kamu kemana saja selama ini nak. ibu dan ayah mencari kamu kemana-kemana. kami sudah hampir putus asa karena tidak berhasil menemukan keberadaan kamu nak" tangis Bu Iin pecah dan mengangkat bahu Nia agar berdiri


"Nia, itu kamu nak?" pak Karsa yang sedang sakit dengan gontai berjalan keluar kamar menghampiri Nia


"Tidak, ayah tidak apa-apa. ayah senang kamu baik-baik saja Nia. ayah merindukan kamu nak" ucap pak Karsa memeluk Nia


"Ayah, maafin Nia ayah. maafin Nia" tangis Nia pecah dipelukan pak Karsa


Diluar dugaan Nia, ternyata orang tua Nia sangat menyambut kedatangannya.


"Selama ini kamu kemana nduk? ayah kelapas tapi mereka bilang kamu sudah keluar" tanya pak Karsa saat semuanya sudah duduk diruang keluarga.


"Nia sebenarnya ingin langsung pulang ke rumah yah, tapi Nia takut. Nia tidak punya keberanian untuk bertamu dengan ayah dah ibu. Nia takut kalau Nia tidak diterima dirumah ini lagi" ucap Nia


"Nia, kenapa kamu bisa berpikir seperti itu. kami ini orang tua kamu, semarah apapun kami. kami pasti akan tetap menerima kamu sayang" sahut bu Iin


Bu Iin memeluk erat Nia dan mencium pucuk rambut Nia

__ADS_1


"Nak apa kamu sudah pernah bertemu dengan suami kamu?" tanya pak Karsa


"Suami? maksud ayah?" Nia menatap ayahnya


"Iya, suami kamu! apa kamu sudah bertemu dengan suami kamu Sigit?" tanya pak Karsa lagi


"Kenapa ayah masih membahas dia, dia bukan suami Nia" jawab Nia


"Memang kamu sudah bercerai dengan Sigit?"


tanya pak Karsa


"Gak tau pa, tapi Nia tidak pernah bertemu lagi dengan orang itu. mungkin dia sudah menalak Nia" Jawab Nia asal


"Sayang, Sigit tidak pernah menalak kamu. sampai saat ini Sigit masih suami kamu" ucap pak Karsa


"Ini" Ibu Iin memberikan amplop coklat berisi uang yang barusan diambil dari kamar


"Apa ini bu?" tanya Nia heran mengambil amplop tersebut


"Bukalah" ucap bu Iin menganggukkan kepala dan memandang Nia untuk menyuruh membuka amplop tersebut


Nia membuka amplop putih dan begitu terkejut saat melihat ternyata isinya berupa uang


"U-uang apa ini bu? kenapa banyak sekali?" tanya Nia


"Itu uang kamu dari Sigit. setelah kamu dipenjara dan setelah Sigit sembuh. dia datang kesini untuk memberikan uang itu untuk kamu. dia juga setiap bulan selalu mengirimi uang nafkah untuk kamu" ucap bu Iin


^ Happy Reading^

__ADS_1


__ADS_2