Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERTEMUAN BHAYANGKARI


__ADS_3

Menyadari istrinya adalah wanita yang sholehah membuat Arif semakin merasa bersalah. mungkin benar dirinya selama ini kurang tegas dengan perempuan yang terang - terangan mendekatinya, dirinya kini sadar mungkin perempuan diluar sana tidak akan dengan ganpang memaafkannya tapi tidak dengan Ane yang justru merasa bersalah karena pergi tanpa pamit padahal hal itu mungkin akan dianggap wajar bagi sebagian istri diluar sana dengan alasan marah.


Dengan Ane yang bersikap seperti ini justru membuat Arif semakin mengagumi istrinya.


"Kamu tidak seharusnya minta maaf Ane, Abang yang salah. Abang janji mulai sekarang akan belajar terus untuk menjadi suami yang baik dan tidak menyakiti hati Ane. bagi Abang Ane wanita yang luar biasa tidak bisa dibandingkan dengan siapapun diluar sana" ucap Arif dan mencium kening Ane


"Maafin Ayah ya Nak" ucap Arif mengusap perut Ane


"hehehe...kok rasanya gimana gitu ya Bang lihat Abang kayk gini. mungkin karena belum terbiasa" ucap Ane ketawa


"Ya harus dibiasakan, mulai sekarang hati - hati jangan capek - capek juga ingat ada anak kita disini yang harus kita jaga baik - baik" ucap Arif memegang lembut perut Ane


"Udah gak mual lagi sekarang?" tanya Arif


"Ya masih lah Bang, biasanya mual kayak gini akan hilang kalau udah empat bulan." jelas Ane


"Kok lama ya? kasian kamu dong Ne?" ucap Arif


"Udah kodratnya Bang, dinikmati saja" ucap Ane senyum


"Kamu benar sayang, insyaalloh ini akan menjadi ladang pahala buat kamu. karena wanita yang mau hamil dan menyusui bayinya setelah nanti lahir dan semua itu dikarenakan Alloh pahalanya seperti sedang bejihad dijalan Alloh" ucap Arif


Tok...tok..


"Ane Mama masuk ya" ucap Bu Imah mengetuk pintu kamar


"Iya Ma" jawab Ane yang masih bersandar ditempat tidur


"Gimana keadaan kamu? Ini Mama bawakan susu hamil" Bu Imah memberikan susunya dan segera diminum Ane dengan susah payah Ane menghabiskan satu geles susu yang dibawakan Bu Imah karena terasa mual.


"Sabar ya Nak, dulu waktu Mama hamil Arif juga sama kayak gitu, malah lebih parah kayaknya. minum air putih saja dulu Mama muntah" ucap Bu Imah


"Iya Ma, Ane berusaha menikmati prosesnya dan bersyukur kok Ma, walaupun rasanya seperti ini Ane tetap bersyukur dikasih kepercayaan sama Alloh ada malikat kecil didalam rahim Ane" ucap Ane tersenyum mengusap lembut perutnya.

__ADS_1


"Tetnyata penikiran kamu lebih dewasa dari pikiran Mama lho Ne, awalnya umi sedikit kawatir karena usia kamu termasuk masih muda, tapi Mama salah. kamu sepertinya memang sudah siap untuk menjadi seorang ibu" ucap Bu Imahap


"Mama lupa ya? Ane kan calon bidan, sedikit banyak faham tentang kehamilan heehe..." ucap Ane ketawa begitu juga dengan Bu Imah


"Tidak salah Arif cari istri Bidan." Bu Imah dan semuanya ketawa.


***


Pagi Ini Arif bersiap - siap kekantor dan Ane yang masih tampak lemah tidak beranjak dari tempat tidur


"Maaf ya Sayang, aku tidak bisa membantu menyiapkan seragam dan bekal untuk Abang, tapi ingat ya jangan terima bekal dari wanita lain. kalau mau makan beli dikantin saja" ucap Ane yang masih tiduran


"Iya sayang tidak apa - apa yang penting kamu dan anak kita sehat, dan kali ini Abang akan lebih memperhatikan pesan - pesan Ane tidak mengulangi kesalahan Abang. Ane baik - baik dirumah Abang berangkat kerja dulu" ucap Arif pamit, mencium kening Ane dan Ane mencium tangan suaminya


Sampai dikantor Arif menanyakan pada rekannya apakah ada wanita melaporkan kasus tindak kekerasan, tapi ternyata dari kemarin tidak ada laporan tindak kekerasan.


Disini Arif sedikit berpikir kenapa Norma tidak melaporkan atas tindakan yang dilakukan mantan suaminya.


Arif perduli bukan karena masih ada cinta tapi hanya sebatas kemanusiaan dan nalurinya sebagai seorang polisi. tentunya tidak mungkin hanya diam melihat tindak kejahatan didepan matanya. terlepas siapa orang itu tapi ini adalah kejahatan yang harusnya ditangani pihak kepolisian.


Dret...dret...


Satu pesan masuk dihape Ane dari nomer tidak dikenal dan ternyata istrinya Viko yang mengirim pesan.


Setelah membuka dan membaca pesan Ane kebingungan, karena dia lupa kalau hari ini ada pertuan bhayangkari diPolres


Ane yang sedang tidak begitu sehat memaksakan diri untuk menghadiri pertemuan bhayangkari lantara menyadari itu sudah jadi bagian dari dirinya sekarang. menjadi istri Polisi berarti sekarang dirinya menjadi anggota bhayangkari yang harus selalu mendukung setiap tugas suaminya termasuk ikut serta dalam kegiatan bhayngkari.


Ane segera menghubungi suaminya untuk ijin menghadiri pertemuan tersebut.


"Kalau lagi sakit ijin saja sedang tidak enak badan tidak apa - apa sayangku, jangan memaksakan diri" ucap Arif kawatir


"Tidak apa - apa kok Bang, ini pertama kalinya Ane mengikuti kegiatan sebagai istri Polisi. biar Ane datang ya Bang" ucap Ane

__ADS_1


"Ya sudah, nanti selesai acara mampir kekantor Abang ya!"


Ane yang sudah siap dengan baju pink seragam bhayangkarinya, segera bergegas menuju Polres tempat suaminya bekerja.


Entah kenapa ada perasaan haru dan bangga ketika dirinya mengenakan seragam ini.


Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau dirinya akan mengenakan seragam pink ini ketika dirinya sudah putus dengan Tegar, keinginan menikah dengan Polisi sempat Sirna saat mengetahui perselingkuhan Tegar. tidak menyangka kalau dirinya bisa kembali menjalin hubungan dengan Polisi kembali tapi dengan Polisi yang goodboy tentunya.


Tanpaa disadari dirinya tersenyum, membayangkan perjalanan cintanya yang singkat dengan Arif. menikah tanpa proses pacaran dengan Polisi pula.


Di Polres Ane bertemu dengan semua ibu - ibu bhayangkari lainnya. ini pertama kalinya Ane menghadiri acara kegiatan rutin bhayangkari tentu saja ada perasaan canggung. tapi ternyata anggota Bhayangkari disana sangat ramah hingga tidak sulit bagi Ane untuk beradaptasi dengan lingkungan itu.


"Ibu Arif ya?" ucap Lisa istri dari Viko


"Eh iya" jawab Ane sedikit gugup


"Saya Lisa istrinya Pak Viko" ucap Lisa mengulurkan tangan dan disambut oleh Ane.


"Oow, Bu Viko" ucap Ane senyum, maklum ya kalau sedikit canggung ini kali pertamanya juga Ane ketemu istri dari Viko sahabat suaminya.


"Pak Viko sudah bercerita banyak tentang Bu Arif. katanya calon Bidan juga ya?" tanya Lisa


"Iya Bu, Bu Viko Bidan juga?" tanya Ane tersenyum


"Iya, kebetulan saya juga bidan" jawab Lisa senyum


Ternyata emang bener banyak Polisi yang jodoh nya antara bidan atau perawat, bener - bener masih jadi misteri kenapa Polisi rata - rata sukanya sama Nakes?


Adakah yang bisa bantu jawab hehe...?


Selesai acara Ane dan Lisa menuju ruangan tempat Arif dan Viko bekerja.


Terimaksih sudah membaca, mohon dukungan dari semua reader ya dengan Like, Coment dan Vote jangan lupa kasih rating bintang lima ya. dukungan reader sangat berarti bagi Author

__ADS_1


__ADS_2