Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
TIDAK MENYANGKA


__ADS_3

Hari ini Nina yang sengaja pulang lebih cepat menyempatkan diri untuk mampir berbelanja membeli bahan - bahan makanan dan benerapa cemilan ringan untuk mengisi kulkasnya yang kosong.


Di supermarket Nina bertemu dengan Bu Imah dan Ane yang juga sedang berbelanja.


"Bu imah" sapa Nina


"Oo nak Nina ya" ucap Bu Imah


"Iya Tante" Nina mencium tangan Bu Imah


"Waduh..pengantin baru lagi berbelnja ya, maaf ya Tante gak bisa datang dinikahan nak Nina waktu itu" ucap Bu Imah


"Iya gak papa tante" ucap Nina


"Tante, bagaimana kalau kita pergi makan dulu" ucap Nina lagi


"Maaf nak Nina, karena Ane sedang hamil jadi tidak bisa makan sembarangan diluar, maunya masakan rumah" ucap Bu Imah dan Ane yang dari tadi terdiam hanya senyum.


Bu imah tidak mau terlalu lama ngobrol dengan Nina dan segera pamitan mendahului takut Ane merasa tidak nyaman.


****


Alan dan Nia berbincang - bincang ringan didalam mobil menuju kampung halamannya.


"Jujur saja Lan, aku sampai detik ini rasanya masih gak nyangka lho, beneran gak sih ini?" tanya Nia melihat kearah Alan yang sedang fokus menyetir


"Menurut kamu bagaimana? kita sudah sampai sejauh ini apa kamu kira aku masih main - main? jujur saja aku sendiri juga tidak menyangka akan mengambil keputusan secepat ini saat melihat kamu lagi." ucap Alan


"Jujur yan Lan, aku itu capek menjalin hubungan yang tidak jelas" ucap Nia


"Sama, aku juga merasa udah capek pacaran - pacaran terus tanpa arah tujuan. selama aku kenal cewek - cewek yang dulu pernah menjadi pacarku, aku sebenrnya sangat sadar kalau mereka kebanyakan hanya memanfaatkan aku. seperti membayari mereka makan atau sebagai ojek mereka saja" Alan menceritakan masa lalunya


"Kenpa kamu bisa berpikir begitu?" Nia tidak mengerti dengan jalan pemikiran Alan


"Iya mereka terkadang terlalu terlihat banget kalau memanfaatkan aku, sebenarnya aku juga tidak masalah toh aku menuruti mereka yang minta dibeliin ini itu bukan karena aku cinta sampai mau di manfaatin gitu aja, tapi aku lebih berpikir, ya sudah lah. toh hanya pacaran saja. aku turuti aja dulu tapi dalam hati aku sudah berjanji tidak akan menikahi mereka. karena aku menganggap mereka tidak pantas jika dijadikan istri" ucap Alan

__ADS_1


Disini kita bisa mengabil pelajaran ya, kalau pacar kita terlihat royal banget belum tentu lho karena mereka benar - benar mencintai kita.hehehe...


"Assalamualikum" sapa Nia dam Alan


"Walaikumsalam" sapa bu Iin dan pak Karsa


"Ni siapa? tumben kok pulang ada yang nganterin?" goda Bu Iin


"Hehehe..iya Ma kenalin ini Alan, teman Nia" ucap Nia tersenyum melihat arah Alan


"Alan mengulurkan tangan dan mencium tangangan Bu Iin dab Pak Karsa kemudian Alan dipersilahkan duduk oleh pak Karsa, Bu Iin segera membuatkan eh teh buat tamu nya yang datang jauh - jauh mengantar putrinya.


"Sudah lama kenal Nia" ucap Pak karsa buka suara


"Lumayan Om" jawab Alan yang terlihat gugup


"Ini diminum es nya, pasti haus kan?" Bu Iin menyodorkan eh tehnya di meja depan Alan


"Terimaksih tante" Alan senyum


Pak Karsa dan Bu Iin saling memandang penuh tanya pasalya, Nia belum menyampaikan maksud dan tujuan nya pulang hari ini bersama Alan.


"Apa yang mau kamu sampaikan?" ucap Pak Karsa


"Alan sebenarnya menyukai anak bapak dan ibuk" ucap Alan gugup


Pak Karsa dan Bu Iin kembali saling pandang mendengar apa yang barusan disampaikan Alan karena terkejut, selama ini yang mereka tau Nia memang dekat dengan seorang cowok cuma belum pernah diajak kerumah, tapi Nia pernah memperlihatkan fotonya. mereka sangat ingat bahwa laki - laki yang ada diadapannya ini bukan laki - laki yang pernah Nia tunjukan di foto.


"Lalu kenapa kamu memberi tahu kami tentang hal itu?" ucap Pak Karsa mengerutkan dahinya


"Karena saya berniat ingin menjalin hubungan yang serius dengan anak Bapak dan Ibu" ucap Alan penuh keyakinan


"Menjalin hubungan serius? secepat itu?" tanya Pak Karsa


"Iya Pak, saya sudah membicarakan niatan baik saya ini pada Nia" ucap Nia

__ADS_1


Pak Karsa dan Bu Iin memandang ke arah Nia saat mendengar pernyataan Alan karena terkejut putrinya tiba - tiba ingin menjalain hubungan serius dengan laki - laki yang belum pernah diceritakan pada mereka.


"Benar yang disampaikan Alan?" tanya pak Karsa menatap tajam Nia


"Iya Ayah, Nia memang mengatakan kalau mau suka sama Nia langsung datang kerumah untuk menemui Ayah dan ibu" ucap Nia yang hatinya juga berkecamuk takut orang tuanya marah


"Jadi selama ini kalian tidakn pacaran?" Pak karsa menatap Alan dan Nia


"Tidak om, kami memang tidak pacaran tapi kami ingin menjalin hubungan yang serius" jawab Alan


"Apa yang membuat kalian memutuskan menjalin hubungan serius sementara kalian belum saling mengenal terlalu lama?" tanya Pak Karsa


"Karena saya yakin Nia bisa menjadi istri yang baik buat saya dan saya tidak ingin sampai masuk kedalam lembah dosa karena pacaran. dan insyaalloh saya akan berusaha membahagian Nia" ucap Alan


"Apa yang membuat kamu yakin bisa membahagian Nia?" tanya Pak Karsa menatap Alan


****


Ditempat lain Arif dan Viko yang sedang dikantor membahas perkembangan kasus Norma yang disinyalir terlibat dengan kasus pengedaran Narkoba.


"Semua bukti sudah mengarah ke Norma Rif, sepertinya kali ini Norma yang akan menjadi target penangkapan kita selanjutnya" ucap Viko sambil menyedekapkan tangannya didada seraya berpikir bagaimana bisa Norma melakukan hal sejauh Ini.


"Apa serahkan saja kasus ini padaku, biar aku saja nanti yang menyelidiki dan melakukan pemeriksaan terkait kasus Norma ini? bukan apa - apa Rif, biar bagaimana dia pernah menjadi wanita spesial dihati kamu. aku takut kamu akan goyah" ucap Viko


"Goyah giman maksud kamu? apa kamu pikir aku tidak akan profesional dalam bekerja?" ucap Arif melihat Viko yang duduk didepannya tersebut.


"Bukan seperti itu maksud ku, aku hanya tidak ingin Norma kembali mempengaruhi hidup kamu yang sudah bahagia bersama Ane" ucap Viko


"Tenang saja, sudah biar aku yang menangani kasus ini" ucap Arif


"Kamu yakin. percayakan saja kasus ini padaku. biar aku yang mengurus" ucap Viko


"Benaran aku tidak apa - apa kok, aku bisa membedakan masalah pribadi dan masalah pekerjaan. apa lagi kasus Norma ini bukan kasus kecil, tentu saja aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja" ucap Arif penuh yakin walaupun jauh dilubuk hatinya, masih tidak menyangka Norma akan seperti itu.


Mohon dukungan dari teman - teman dengan Like, coment dan Vote jika ada. Terimakasih ya dukungan kalian sangat berarti bagi Author

__ADS_1


__ADS_2