
"Nia, kamu kenapa disini?" Sinta kaget
"Aku mau bicara sama kamu?"
"Aduh Nia maaf ya, aku sudah ditunggu abang ojeknya. kasian kan kalau menunggu lama"
"Aku mohon Sinta sebentar saja"
"Ya sudah, kamu kerumah aku saja. kita bicara dirumahku saja." ucap Sinta
***
Dirumah Sinta
"Duduk Nia, ya beginilah keadaan rumahku" ucap Sinta mempersilahkan Nia masuk
"Bunda, bunda" teriak anak-anak Sinta
"Sayang, mbak Tina dimana kok kalian sendiri?" tanya Sinta yang menanyakan keberadaan mbak Tina tetangga yang menjaga anak-anaknya saat ditinggal kerja
"Mbak Tina ada dirumah, tadi kami lihat bunda udah pulang jadi kami ijin pulang duluan."
"Ya sudah kalian, masuk kamar dulu ya. Bunda mau bicara sama teman bunda"
"Iya bunda"
"Anak-anak kamu semuanya ikut kamu?" tanya. Nia
"Iya, sejak aku bercerai dengan suamiku. semua hak asuh anak-anak jatuh ke aku. karena semua masih dibawah umur"
"Repot tidak membesarkan anak sendiri?"
"Jangan ditanya, pastilah sangat repot. tapi mau bagaimana lagi. ayahnya anak-anak pengangguran, tidak mungkin bisa membiayai anak-anak. kamu tau sendiri kan biaya anak-anak sekolah itu tidak murah" ujar Sinta
"Jadi mantan suami kamu pengangguran?"Nia melihat Sinta dengan ragu
"Kalau tidak? menurut kamu untuk apa aku selingkuh dan berusaha mencari laki-laki yang mapan" ucap Sinta
"Oya sebenarnya kamu mau ketemu aku untuk apa?" tanya nya lagi
"Kamu tau kan semenjak hubunganku dengan Dokter Sigit ketahuan, semau orang menjauh dan memandangku dengan jijik. dan kenapa sekarang kamu juga sepertinya menghindar? aku tau kamu juga blokir nomorku kan?"
"Huh.. Nia, Nia, mau bagaimana lagi aku juga gak mau ambil resiko. semua orang dirumah sakit dilarang berhubungan dengan kamu jika masih ingin bekerja disana. kamu tau kan pemilik rumah sakit itu ternyata istrinya Dokter Sigit dan sekarang Istrinya lah yang menjabat sebagai direktur disana" kilah Sinta
"Ja-jadi Dokter Sigit sudah tidak bekerja disana?" Nia membuka mulutnya karena terkejut
"Tidak, sekarang Dokter Anggun yang menjabat sebagai direktur. dan menurutku mungkin karir Dokter Sigit juga akan berakhir."
"Kenapa begitu?"
"Masak kamu tidak faham juga, keluarga Dokter Anggun bukan orang sembarangan. mereka mampu mencabut ijin praktek Dokter Sigit" ucap Sinta
__ADS_1
"Kenapa semua jadi seperti ini" Nia terisak
"Sudahlah Nia semua memang ada konsekuensinya, lagian kamu juga jadi wanita kurang bersyukur. punya suami ganteng, Polisi dan berkecukupan tapi masih juga selingkuh"
"Sinta? kenapa kamu sekarang bilang seperti ini? bukankah dulu kamu mendukung dan membenarkan aku?" Nia tidak percaya dengan perubahan sikap Sinta
"Ya karena aku juga tidak tau situasinya akan seperti ini, masalahnya kamu berselingkuh dengan suami pemilik tempat kamu bekerja. sudahlah Nia sebaiknya kamu segera pulang, aku mau masak untuk anak-anakku"
Nia yang sadar kehadirannya tidak diterima dirumah Sinta segera pulang dan kembali ke kosnya.
***
Dua minggu berlalu, tapi sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda panggilan kerja dari tempatnya melamar. padahal Nia mengirim cukup banyak surat lamaran pekerjaan di beberapa rumah sakit, tapi satupun tidak ada yang memanggilnya.
Dan semakin hari Nia merasakan kesehatannya semakin menurun. kepalanya semakin sering pusing dan mual setiap kali mencium bau-bau menyengat.
"Tidak mungkin aku_" Nia menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya
Nia yang merasakan kepalanya masih pusing berusaha bangun dan pergi ke apotek untuk membeli tes kehamilan.
Nia berjalan dengan mata menerawang, berdoa agar hal yang ditakutkan tidak pernah terjadi.
"Ya Alloh, jangan. aku mohon jangan" gumam Nia menggelengkan kepala.
"Itu bukannya Nia dek" ucap Arif
"Iya bang, mau kemana dia berjalan seperti itu? sepertinya keadaannya sangat kacau. apa kita berhenti dulu bang?" tanya Ane
Arif menepikan mobilnya dan Ane keluar menemui Nia
"Ane, kamu" ucap Nia melihat Ane pandangannya semakin kabur, dan terasa gelap
"Nia, Nia. bang bantu Nia Bang" Ane memanggil Arif dan membantu Nia masuk ke mobil
"Nia kenapa sayang?" tanya Arif
"Kita bawa Nia kerumah sakit dulu bang"
Dimobil Ane melihat ada tespek dikantong Nia yang kondisinya sangat lemah
"Nia apa kamu hamil?" batin Ane
Sesampainya dirumah sakit, Nia sedang mengalami pemeriksaan diruang UGD dan Ane menunggu diluar bersama Arif
"Bang tadi Ane lihat ada tespek disaku Nia, mungkin Nia?" Ane melihat Arif
"Mungkin kenapa sayang? mungkinkah Nia hamil?"
"Iya bang, kenapa Ane curiga seperti itu?"
"Kalau menurut cerita Alan, Nia itu sudah lama tidak pernah mau melakukan hubungan suami istri dengannya. apa mungkin?" Arif melihat Ane
__ADS_1
"Astaghfirullah, semoga tidak ya bang" ucap Ane
"Sudahlah dek, kita tidak usah ikut pusing masalah orang. Nia bukan anak kecil dia tau resiko dari perbuatannya" ucap Arif
Dret.. dret...
"Abang angkat telpon dulu ya?"
"Iya bang"
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam ndan, ijin melaporkan ini ada laporan terjadi pembunuhan disebuah rumah warga."
"Oke langsung datang ke TKP(Tempat Kejadian Perkara). aku segera merapat"
"Siap laksanakan"
Arif menutup telpon dan mendekati istrinya
"Sayang maaf ya, Abang harus pergi. ada pembunuhan. abang harus segera mendatangi TKP." ucap Arif
"Iya bang, Hati-hati ya" jawab Ane
"Kamu gimana, mau disini dulu. apa abang antar pulang?"
"Ane disini dulu bang, abang pergi dulu saja"
"Nanti kamu pulangnya bagaimana?"
"Abang, Ane kan bukan anak kecil. nanti Ane pulang naik tadi online saja"
"Ya sudah, Abang pergi" pamit Arif dan Ane mencium tangan suamimu
Menikah dengan Polisi itu harus siap dengan kondisi seperti ini. yang tiba-tiba harus ditinggal pergi suami karena tugas negara memanggil.
"Maaf, apa anda keluarga dari pasien atas nama Nia" tanya seorang perawat
"Iya saya teman dan yang membawa Nia kesini. bagaimana keadaannya Sus?"
"Silahkan masuk, biar Dokter yang menjelaskan"
"Baik , terimakasih ya Sus" ucap Ane dan masuk kedalam ruangan untuk bertemu dengan Dokter
"Dok bagaimana keadaan teman saya?" tanya Ane
"Teman ibu baik-baik saja. hanya butuh istirahat dan perbaiki pola makannya. sepertinya pasien lemah juga karena kekurangan asupan gizi. dikarenakan pasien sedang hamil jadi asupan nutrisi dan Gizi yang masuk harus lebih diperhatikan" jelas Dokter
"A-apa Dok? tadi Dokter bilang Nia lagi hamil?" tanya Nia
"Iya saat ini pasien sedang hamil 4 minggu. jadi wajar jika kondisinya masih lemah. karena itu mulai sekarang lebih diperhatikan asupan nutrisi yang masuk. walaupun cuma sedikit tapi harus dipaksakan masuk nutrisinya"
__ADS_1
"Baik Dok. saya mengerti" ucap Ane
"Astaghfirullah Nia, anak siapa yang saat ini kamu kandung? bagaimana cara mu menghadapi semua ini disaat sebentar lagi Alan akan menceraikan kamu?" gumam Ane