Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
YANG TERBAIK


__ADS_3

Pemakaman papa Nur dihadiri keluarga dekat, kerabat dan teman-teman Nur.


Kepedihan yang mendalam dirasakan oleh bu Elsa.


Bu Elsa yang kini kehilangan sandaran hidupnya. semua terasa seperti mimpi baginya. bagaimana tidak? dalam waktu bersamaan masalah datang dalam hidupnya dan sekarang harus kehilangan suami yang sangat dicintai untuk selamanya.


"Pa, kenapa harus sekarang pa? kenapa papa meninggalkan mama disaat mama sangat membutuhkan Papa disamping mama. sekarang apa yang harus mama lakukan? lihat putri kita yang sudah kehilangan akalnya dan melupakan kita. cucu kita yang tidak tau nantinya seperti apa. sekarang papa pergi begitu saja. kenapa papa tega meninggalkan mama?" tangis bu Elsa memeluk Nisan suaminya.


"Tante, tante yang kuat ya! tante yang sabar. istighfar tante" ucap Ane menenangkan bu Elsa


"Papa.. " tangis bu Elsa lagi


"Tante maafkan Saka tante" ucap Saka yang baru saja datang ke pemakaman


"Pembunuh, kalian semua pembunuhan. puas kalian merusak keluarga saya? lihat bagaimana sekarang keadaan Nur, dia menjadi orang yang kehilangan akal, lihat bagaimana keadaan cucu saya, dia berjuang antara hidup dan mati dan lihat suami saya yang tiba-tiba pergi. ini semua karena kamu, karena kamu"Teriak bu Elsa memukul-mukul dada Saka


"Sabar tante, sabar tante. istighfar tante." Ane memeluk bu Elsa.


"Ijinkan saya menebus dosa-dosa saya tante" Saka berlutut


"Dengan cara apa kamu mau menebus dosa-dosa kamu? apa kamu bisa menghidupkan suami tante kembali? apa kamu bisa menyembuhkan cucu tante? dan apa kamu bisa mengembalikan Nur seperti bsedia kala? katakan apa kamu bisa? apa kamu bisa?" bu Elsa meninggalkan suara


"Saya akan berusaha memberikan perawatan yang terbaik untuk Almira, dan saya akan menjaga Nur serta membiayai perawatannya tante" ucap Saka


"Apa kamu pikir uang kamu akan mengembalikan semuanya?" ucap bu Elsa


"Saya akan minta cerai tante, biar Saka bertanggung jawab atas Nur dan anak mereka. biar Saka menikahi Nur tante" sahut Tika berusaha menguatkan hati


Seketika semua mata tertuju pada Tika, tidak menyangka kata itu akan keluar dari mulut Tika.


"Tika" Saka menatap Tika tidak menyangka dengan pemikiran Tika


"Iya mas Saka, ceraikan aku! tanggung jawablah pada mbak Nur. bertobat lah mas" ucap Tika


"Tidak Tika, aku tidak akan menceraikan kamu. kamu istriku dan selamanya akan seperti itu" tegas Saka


"Mas, lalu apa yang akan kamu lakukan? apa kamu akan berpoligami?" ucap Tika dan semua menunggu Jawaban Saka

__ADS_1


"Yang jelas aku tidak akan menceraikan kamu" ucap Saka


"Saka sudah cukup, sebaiknya kalian pulang dulu. saat ini tante Elsa sedang berduka. tolong jangan tambahi bebannya dengan perdebatan kalian. sebaiknya kalian segera pulang saja" ucap Ane


***


Dirumah Saka dan Tika saling berargumen dengan pendapat masing-masing.


"Ceraikan aku mas, aku sudah tidak tahan dengan semua ini. bertanggung jawablah, apa mas tidak berpikir bagaimana perasaannya mereka?"


"Tapi aku tidak bisa menceraikan kamu, aku sudah mencintai kamu"


"Lalu apa yang akan mas Saka lakukan jika tidak mau bercerai?"


"Aku akan membiayai dan menanggung keperluan mereka" ucap Saka


"Sadarlah mas, bukan itu yang Nur butuhkan. Nur butuh kamu disamping nya. bukan sekedar uang mas" ucap Tika


"Tapi bercerai dengan kamu juga tidak mungkin sayang" Saka memegang pundak Tika


"aku mohon Tika, jangan tinggalkan aku. jika memang itu harus terjadi. aku akan berusaha adil tapi aku mohon jangan tinggalkan aku. aku tidak sanggup tanpa kamu disiku. kamu kekuatan untuk ku sayang" Saka berusaha menyakinkan tapi Tika memilih untuk tetap meninggal kan Saka


Tika mengemas semua baju-bajunya dalam koper


"Sayang aku mohon jangan tinggalkan aku" Saka berusaha mencegah Tika pergi


"Apa kamu akan benar-benar meninggalkan Saka disaat suami kamu seperti ini?" tanya mama Saka


"Tika hanya ingin mas Saka bertanggung jawab ma. sudah sepantasnya mas Saka bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dia perbuatan" jawab Tika.


"Apa itu hanya alasan kamu untuk meninggalkan suami kamu, disaat suami kamu sedang menghadapi suatu permasalahan?"ucap mama Saka


"Ma, kenapa mama tidak juga mengerti. Mas Saka harus mempertanggung jawabkan semua kesalahan mas Saka ma, dan ini cara Tika membantu mas Saka. biar mas Saka bisa fokus dengan mbak Nur dan anaknya. Tika tidak bisa menjadi orang yang egois dengan mempertahankan mas Saka. Tika ini juga seorang perempuan ma, Tika tau bagaimana perasaannya mbak Nur. mungkin jika Tika yang ada di posisi mbak Nur, Tika tidak akan sanggup hidup lagi ma"


"Tapi perempuan itu juga salah, dia mau tidur dengan laki-laki yang bukan suaminya. kenapa jadi Saka satu-satunya orang yang disalahkan"


"Ma, sudah ma, sudah, cukup ma. tolong jangan salahkan Nur terus, Saka yang salah ma. Saka yang membuat Nur melakukan itu" tangis Saka pecah

__ADS_1


"Tika pergi mas" ucap Tika menarik kopernya


Kali ini sudah tidak ada alasan lagi untuk Saka mencegah kepergian Tika. meskipun berat, tapi Saka menyadari kepergian Tika mungkin sebagai balasan atas perbuatan yang sudah dilakukan pada Nur. bahkan ini belum seberapa dibandingkan dengan penderitaan yang telah Nur dapat karenanya.


***


Terdengar suara moge Arif memasuki halaman rumahnya


Ane dan putranya segera keluar menyambut kepulangan Arif dari luar kota


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam ayah" ucap Ane


"Anak anak sudah ganteng, habis mandi ya" ucap Arif pada Amar putranya


"Iya ayah," jawab Ane menjawabkan Amar yang belum bisa berbicara


"Mau langsung makan apa mandi dulu bang?"


"Mandi dulu saja ya sayang"


"Iya bang, sudah Ane siapkan keperluan mandi abang dikamar mandi" ucap Ane


Setelah Arif selesai mandi, Ane menceritakan semua yang terjadi pada Nur termasuk kepergian papanya Nur.


"Cukup memprihatinkan ya, itulah kenapa kita harus berpikir jauh kedepan sebelum melakukan dosa. satu orang yang melakukan dosa tapi seluruh keluarganya yang harus menanggung akibatnya. tidak setimpal dengan kesenangan sesaat yang didapat" ucap Arif


"Iya bang, semua yang abang katakan benar, karena kesalahan Nur saat itu, kini seluruh keluarga nya mendapatkan imbasnya. tapi kasian juga Nur bang, sekarang harus berada di rumah sakit jiwa. karena jiwanya terguncang melihat Saka sudah menikah dengan perempuan lain"


"Intinya seorang perempuan itu harus bisa menjaga harga dirinya sayang, dan laki-laki yang benar-benar mencintai pasti akan menjaga dengan cara menghalalkannya." ucap Arif


"Bang, besok Ane minta ijin buat jenguk Nur dirumah sakit ya bang?"


"Iya, tapi Maaf ya sayang. sepertinya abang tidak bisa mengantar kamu. karena abang besok ada supervisi dari polda" ucap Arif.


"Iya tidak apa-apa bang, besok Ane sama Nia kok" ucap ane

__ADS_1


__ADS_2