
Rara tidak pernah menyangka kalau selama ini kakeknya tau dengan apa yang dialaminya. Rara sudah berusaha menyembunyikan perasaannya selama ini, hidup dengan saudara yang tidak benar-benar menganggapnya saudara. Yang Rara lakukan hanya untuk melihat kebahagiaan mamanya, Rara tau mamanya akan bahagia jika melihat Rara dan Nana hidup rukun dan saling menyayangi. Karena itu Rara selalu mengalah agar tidak ribut dengan Nana.
Seperti pagi ini saat Amar datang menjemput Rara kerumah untuk di antarkan kesekolah, tiba-tiba saja entah dari mana datangnya Nana datang dan menyambar helm yang hendak dipakai Rara
"Aduh dek, maafin kakak ya. kakak hari ini ada kuliah pagi tapi kakak kesiangan karena tadi pagi bikin sarapan. Amar tolong antar aku kekampus ya" ucap Nana seraya melebarkan matanya pada Rara memberi kode
"Gak-gak, aku kesini mau jemput Rara. kamu berangkat sendiri. terserah mau naik apa" jawab Amar ketus
"Tolong banget Mar, lagian jemput Rara kan bisa lain kali. kali ini aja please tolongin aku, lagian kan kita satu kampus" rengek Nana dan kembali memelototi Rara memberi kode
"Kak Amar berangkat bareng kak Nana saja, biar Rara diantar sopir. lagian benar kak Nana, kalian kan juga satu kampus. lebih baik kalian berangkat bareng" sahut Rara berlalu
"Ta-tapi Ra_" Amar hendak menyusul Rara tapi dengan cepat Nana menahan tangan Amar
"Ayo Mar, keburu terlambat. Aku ada kuliah pagi" ucap Nana berusaha membujuk Amar, Nana yang selalu berusaha mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidupnya tentu saja tidak aka mudah menyerah begitu saja.
"Kak Amar, sebaiknya kakak segera berangkat dengan kak Nana. aku duluan kak" ucap Rara berlalu karena kebetulan ada taxi lewat sehingga Rara langsung naik taxi dan disaat itu juga Amar sudah tidak ada alasan untuk tidak pergi bersama dengan Nana
dengan hati sangat kesal Amar akhinya mau berangkat kekampus bersama Nana
Berbeda dengan Nana yang sangat bahagia, karena ini kali pertamanya Nana dibonceng menggunakan moge Amar yang selama ini sangat Nana inginkan.
Sesampainya dikampus Amar menurunkan Nana ditempat parkir dan tentu saja hal ini menjadi pemandangan yang langka untuk beberapa mahasiwa disana. Pasalnya selama ini Amar yang selalu dingin dengan semua cewek tiba-tiba datang kekampus dengan memboncengkan seorang gadis.
"Amar, tunggu! kelas kita searah, kita bareng ya?" tanya Nana karena Amar begitu cepat berjalan
"Aku tidak mau ke kelas dan tolong jangan sok dekat sama aku. ini yang terakhir kamu bareng aku kekampus" jelas Amar tanpa melihat kearah Nana. hati Amar rasanya kesal karena sikap Nana yang membuat Amar tidak bisa pergi mengantarkan Rara sekolah.
"Amar, kamu ini kenapa sih? kenapa aku tidak boleh dekat dengan kamu. Sementara kamu bisa dekat dengan Rara?" tanya Nana menuntut
"Jangan bandingkan kamu dan Rara" jawab Amar singkat
"Amar, aku suka sama kamu. Kenapa kamu seperti ini?" ucap Nana sedikit berteriak membuat orang disana melihat kearah Amar
"Aku tidak mencintai kamu" Jawab Amar berlalu
__ADS_1
"Amar kamu jahat" teriak Nana menghentakkan kakinya
***
"Eh.. Mar, Anak-anak bilang tadi kamu kekampus sama tunangan kamu. Siapa tunangan kamu? jahat kamu Mar, kenapa tunangan gak bilang-bilang? cerca Ranu
"Tunangan? siapa yang kamu maksud tunangan? apa Amar sudah punya tunangan? benar begitu Mar?" Sahut Vita yang mendengar samar-samar. Vita begitu takut jika benar Amar memiliki tunangan, karena Vita juga mempunyai perasaan untuk Amar sicowok dingin
"Kalian ini ngomong apa sih? tunangan siapa yang kamu maksud?" Jawab Amar tetep fokus pada buku yang sedang dibacanya
"Ya tunangan kamu lah, jangan bohong kamu. ada yang bilang kalau ada cewek tapi bukan dari fakultas kedokteran yang sering nyariin kamu kesini. Dan dia bilang dia tunangan kamu. katanya tadi pagi kalian juga berangkat bersama" cicit Ranu
"Berangkat bersama? Oo.. Nana maksud kamu? dia bukan tunangan ku, tapi dia itu seperti parasit yang menempel" jawab Amar kesal mengingat Nana yang merusak rencananya untuk mengantar Rara pagi ini.
"Alhamdulillah" gumam Vita lirih tersenyum bahagia mendengar jawaban Amar yang belum tunangan
"Kenapa kamu bisa berangkat sama tu cewek kalau kamu gak suka?" tanya Ranu yang tau sifat Amar selalu dingin sama cewek
"Sudahlah tidak usah bahas dia. Males banget bahas tu orang" gerutu Amar yang memang tidak suka dengan sifat Nana
Panggilan dari ayah
"Assalamu'alaikum yah" jawab Amar
"Walaikumsalam, Amar kamu masih ada kuliah tidak?"
"Sudah selesai sih yah, ada apa?" kembali Amar bertanya
"Ayah ada di Surabaya, ini ayah mau ke kos kamu" ucap Arif yang merindukan putranya
"Ayah di sini? kenapa tidak bilang ayah ada disini? sama bunda juga yah?"
"Tidak , Ayah sama om Alan. kita sedang ada pekerjaan disini" jawab Arif
Amar segera pulang ke kos karena sudah merindukan ingin bertemu dengan ayahnya. Amar dan Arif memang cukup dekat selama ini.
__ADS_1
Brum.. brum..
Suara moge Alan memasuki pekarangan kosnyakosnya
"Assalamu'alaikum ayah" Ucap Amar berlari kecil memeluk ayahnya
"Walaikumsalam, bagaimana sehat kan?" tanya Amar membalas pelukan Amar dan mencium tangan Arif dan Alan
"Alhamdulillah sehat, ayah sendiri sehat kan? bunda gimana? tadi pas tau ayah disini Amar kira sama bunda juga yah."
"Ayah, bunda semua sehat. ini Ayah sama om Alan dan masih ada beberapa anggota lain sih sebenarnya tapi yang lain ada di hotel. kita sedang ada pekerjaan diSurabaya. jadi sekalian lihat keadaan kamu. ini nanti rencana juga mau mengunjungi Rara dan Nana juga" Arif menceritakan pada Amar tujuannya ke Surabaya
"Jadi nanti ayah dan om Alan mau berteman Rara dan Nana?" tanya Amar seperti ingin menceritakan sesuatu tapi ragu
"Kamu kenapa Mar? apa ada yang mau dibicarakan? kenapa wajahnya tegang gitu?" kembali Arif bertanya karena melihat wajah Amar yang tidak seperti biasanya
"Duduk dulu yah, om Alan. Jadi begini om, sebelumnya Amar mau minta maaf. Maaf banget, tapi Amar harus mengatakan ini" ucap Amar menatap Alan
Alan menjadi bertanya-dengan sikap Amar yang tiba-tiba terlihat ada sesuatu yang harus dikatakan, Alan sepertinya sudah bosan menebak apa yang akan dikatakan Amar pasti soal anaknya. sehingga Amar terlihat begitu serius
"Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan Mar? apa ini ada hubungannya dengan anak om Alan?" tanya Alan dengan tersenyum
"Sejujurnya Amar katakan iya om, ini ada hubungannya dengan anak om Alan, karena itu Amar mau minta maaf terlebih dulu" jawab Amar, Arif pun langsung melihat kearah putranya
"Apa ini tentang Rara atau Nana?" tanya. Alan penasaran
"Ini tentang Nana om Alan" jawab Amar singkat
"Nana? ada apa dengan Nana?" tanya Alan semakin penasaran
"Begini om Alan, sebenarnya mungkin Amar tidak perlu mengatakan ini, tapi Amar berpikir lagi, mungkin jika om Alan yang menyampaikan dengan Nana dia akan mengerti. karena Nana semakin kesini semakin melewati batas om, setiap hari Nana mancari Amar ke kelas dan mengatakan kepada teman-teman Amar kalau Nana tunangan Amar. Maaf banget om, tapi menurut Amar ini sudah melewati batas " jelas Amar dengan sopan, karena biar bagaimana Alan juga ayah dari wanita yang dicintainya.
"Astaghfirullah, maafkan Nana ya Mar. Om tidak menyangka kalau Nana sejauh itu. Sepertinya Nana benar-benar mencintai kamu." ucap Alan menghela nafas kasar. Tidak menyangka putrinya begitu mencintai Amar sampai melupakan harga dirinya sebagai seorang perempuan.
^Happy Reading^
__ADS_1
Mohon maaf ya jika akhir-akhir ini up nya jarang-jarang, thor sedang banyak pekerjaan didunia nyata. sampai kadang bingung membagi waktunya. sekali lagi Mohon maaf, tapi pasti thor akan selesaikan novel ini dan tidak akan menggantung . terimakasih 🙏🙏