
Hari ini Arif yang sudah merasa baikan ingin segera pulang kerumah, namun sebanrnya Dokter belum memberi ijin, tapi Arif yang sudah sangat bosan tinggal dirumah sakit ingin segera kembali kerumah.
"Kan istriku calon Bidan pasti bisa dong merawatku sendiri." ucap Arif
"Iya tapi kan lebih baik dirumah sakit Bang, ada Dokter." Ane yang masih berusaha meyakinkan suaminya untuk berada dirumah sakit sampai benar - benear pulih. tapi bukan Arif kalau tidak kepala.
Ane yang akhirnya menyetujuinya berusaha bicara sama Dokter untuk meminta Arif rawat jalan dan Dokter yang menjaga Arif pun akhirnya memberi ijin dengan benerapa persyaratan tentunya.
"Bang, tadi Ane sudah bicara sama Dokter dan Alhdulillah Dokter memberi ijin, tapi ingat harus banyak istirahat tidak boleh melakukan hal yang berat dulu.
"Iya, siap istriku" jawab Arif senyum bahagia pastinya keinginannya untuk pulang di acc Dokter.
Setelah berkemas - kemas , Ane segera menghubungi Bu Imah untuk menjemput mereka dirumah sakit.
Tak butuh waktu lama Papa Arif dan Bu Imah datang menjemput Arif dan Ane.
Ane yang sudah menyelesaikan administrasi segera kembali kerungan.
"Ini Bang" Ane memberikan ATM Arif yang tadi digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit.
"Kenapa dikembalikan??" Tanya Arif membulatkan matanya
"Kan ini ATM Abang?" ucap Ane
Arif menonyor kepala Ane lembut
"Kamu ini ya, Abang ini kan suami kamu. sudah sewajarnya kamu yang mengatur keuangan Abang" ucap Arif gemas dengan istrinya.
"Tapi kan??" Ane menghentikan ucapannya
"Tapi apa?" tanya Arif memandang istrinya
"Abang yakin? ini ATM gaji Abang lho? tanya Ane agak ragu
"Yakin sayang,kan memang kamu yang lebih berhak mengatur keuangaan Abang." ucap Arif yakin
"Nanti kalau Abang butuh gimana?" tanya Ane
"Ya, kan tinggal minta sama bendahara keuangan hehehe..." keduanya tetawa
"Terimakasih ya Bang" ucap Ane senyum begitu juga dengan Arif.
"Assalamualaikum..." salam Bu Imah dan Papa Arif
__ADS_1
"Walaikumsalam" Arif dan Ane yang kompak menjawab salam
"Ini beneran kamu mau pulang sekarang Rif?" tanya Bu Imah
"Iya beneran Ma, udah tidak krasan pengen pulang, biar dirawat istri Arif saja di rumah." ucap Arif meraih tangan Ane
"Igh..Abang tidak enak dilihat mama papa" Ane menunduk malu
"Kenapa harus malu? mama sama papa juga pernah muda" ucap Arif yang seneng banget menggoda istrinya.
"Iya Ne, Mama dan papa juga pernah muda kok, dan dalam rumah tangga itu bermanja - manja dengan pasangan perlu lho" ucap Bu Imah senyum
"Sudah - sudah kalian ini malah menggoda Ane terus" ucap Papa Arif membela menantunya yang wajahnya sudah merah merona seperti udang rebus
******
Sesampainya rumah, Arif segera dipapah Ane dan Bu Imah menuju kamarnya.
Siska teman satu kos Ane yang juga menaruh hati sama Arif mendengar kabar Arif pulang dari rumah sakit segera berkunjung kerumah Bu Imah untuk memastikan keadaan Arif.
"Assalamualikum "
"Walaikum salam, ada apa Sis" tanya Bu Imah
"Maaf ya Siska, tapi Arif harus istirahat belum bisa diganggu" ucap Bu Imah
Mendengar ada Siska yang berkunjung ke rumah Arif, Ane yang ada dikamar sama Arif mau keluar tapi segera ditarik Arif dan kali ini Ane jatuh dipangkuan suaminya.
"Maaf sayang, maaf, Ane gak sengaja" ucap Ane terbata - bata
"Kamu ini lucu? kenapa harus minta maaf terus" ucap Arif memeluk pinggang istrinya yang sedang dipangkuannya
"Iya kan kamu masih sakit" ucap Arif
"Tapi Abang sudah kangen sama Ane" ucap Arif manja
"Udah deh...gak usah mulai Bang, sembuh aja dulu" Ucap Ane kali ini lebih berani melingkarkan tangan dileher suaminya
"Eh..itu lho Bang ada Siska diluar" ucap Ane
"Terus kenapa kalau ada Siska? ucap Arif cuek
"Salah satu penggemar Abang kan, itu pasti mau cari perhatian lagi sama Abang" ucap Ane kesal
__ADS_1
"Kamu cantik kalau lagi cemburu" ucap Arif yang berusaha menggoda istrinya.
"Udah agh...Ane mau keluar dulu " ucap Ane
Ane segera berdiri dan menuju ruang tamu, Siska yang melihat Ane keluar dari kamar Arif pastinya kaget, dirinya saja tidak boleh ketemu Arif tapi bagaimana ceritanya Ane bisa keluar dari kakar Arif dan Bu Imah membiarakan.
"Kak Ane, sejak kapan Kakak ada disini? dan bukannya Kak Ane sedang pulang kampung karena gak ada kuliah ya" tanya Siska yang masih penasran
"Bu Imah, kenapa Kak Ane diijinkan melihat Bang Arif dan aku gak boleh?" tanya Siska merasa sedih diperlakukan beda sama Bu Imah.
"Ya karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Nak Ane untuk merawat Arif" ucap Bu Siska
"Maksudnya Kak Ane sekarang merawat Bang Arif?? mending Siska saja bu, Siska bisa kok merawat Bang Arif" ucap Siska berusaha menyakinkan Bu Imah
"Tidak usah Sis, biar Ane saja. karena sudah sewajarnya seorang istri itu merawat suaminya" ucap Bu Imah dan kata - kata Bu Imah barusan membuat Siska syok pastinya.
"Istri??" ucap Siska lirih dan Ane hanya senyum melihat Siska
"Gak mungkin, Bu Imah pasti bercanda kan??" ucap Siska tidak percaya kalau Ane istri Bang Arif
"Kapan kalian menikah?" tanya Siska
"Enam bulan yang lalu" jawab Ane singkat
"Tidak mungkin. kamu pasti bohong, kalau kalian sudah menikah kok belum ada yang tau kalau Bang Arif sudah menikah" ucap Siska
"Ya, karena baru akhad Nikah aja buat resepsinya nanti" jawab Ane
Siska yang masih merasa tidak percaya meninggalkan rumah Bu Imah tanpa pamit.
Sampai dikos tentu saja Siska marah - marah merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar nya.
"Kamu itu kenapa sih Sis?? datang - datang kayak orang kesetanan gitu" Tia yang merasa heran melihat tingkah Siska
"Kamu percaya gak? masak katanya Bang Arif sama Ane sudah menikah? menurutmu benar gak? apa cuma bisa - bisa nya mereka aja ya?" ucap Siska merasa tidak percaya
"what? Kak Ane nikah sama anak Bu Imah?" Tia yang juga kaget mendengar berita pernikahan Ane dan Bang Arif
"Iya, aku yakin ada yang tidak beres. bisa - bisa nya mereka udah nikah? padahal setiap tak tanya Kak Ane selalu bilang tidak pacaran. ini pasti biar aku lengah saja dan Kak Ane bisa bebas dekati Bang Arif. ucap Siska Emosi
" Tapi sebenarnya sih aku sudah lihat kalau Bang Arif suka sama Kak Ane" ucap Tia
"Kamu ya, sama aja kayak mereka" Siska ngambek
__ADS_1