Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
KEIKLASAN


__ADS_3

Nur yang merasa dirinya banyak melakukan kesalahan dan dosa memutuskan untuk memperbaiki diri dengan lebih banyak memperdalam ilmu agamanya dengan belajar di sebuah pondok pesantren.


Keputusan Nur untuk memperbaiki diri di pondok pesantren mendapatkan dukungan dari bu Elsa. mungkin dengan memperdalam ilmu agamanya Nur akan menjadi lebih baik untuk kedepannya.


Sebelum berangkat ke pondok pesantren, Nur mendatangi rumah Saka untuk bertemu dengan Saka, Tika dan Almira.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Bu Risma menatap sinis Nur dan Nur melihat bu Risma dengan gemetar.


"Kamu rupanya, mau apa lagi kesini? sudah tidak gila lagi kan?" ucap bu Risma


"Mama hentikan! jangan terus memojokkan Nur." ucap Saka dengan suara meninggi


"Lho apa salahnya mama? mama mengatakan yang sebenarnya" ucap bu Risma


"Cukup ma, cukup!"


"Mbak Nur, maafkan mama jangan diambil hati omongan mama ya mbak" ucap Tika memegang pundak Nur


"Aku tidak apa-apa" Nur tersenyum


Bu Risma meninggal Nur dan menghentakkan satu kakinya tanda kekesalannya.


"Masuk yuk mbak" Tika mengajak Nur masuk


"Ante... ante... " Almira berlari memeluk Tika


"Anakku, mama merindukan mu nak, mama ingin bisa memelukmu seperti itu" batin Nur melihat Almira memeluk Tika dengan erat.


"Almira sayang, cium tangan dulu sama mama Nur" Tika mengajak Almira untuk mencium tangan Nur


"Enggak mau" Almira menggelengkan kepalanya


"Almira anak pinter kan? nurut sama tante Tika kan?"


"Iya" Almira mengangguk


"Kalau begitu, Almira harus nurut,. ayo cium tangan dulu sama mama Nur. kasih mama Nur ciuman" perintah Tika


Almira pun menurut dan perlahan mendekat pada Nur mencium tangan Nur dan mencium pipi Nur

__ADS_1


Air mata bahagia Nur tumpah seakan tidak bisa dibendung lagi. bahagia itulah yang dirasakan.


Setelah bersabar sekarang bisa mendapat satu ciuman dari putri kecilnya adalah hal yang selama ini selalu diimpikan.


"Seperti mimpi rasanya Almira mau menciumku" batin Nur


mungkin mulutnya tak mampu berkata-kata tapi air mata nya tak mampu menutupi perasaan Nur saat ini.


Sebagai seorang ibu hatinya bahagia bisa melihat putrinya bahagia meskipun bukan karena dirinya. setidaknya anak yang disayangi hidup dengan baik dan tidak kekurangan kasih sayang.


"Almira sayang main dikamar dulu ya, tante mau bicara sama mama Nur"


Almira menurut dan segera kekamar


"Mbak, maafkan Tika ya, Tika masih disini belum meninggalkan Mas saka dan Almira. bukan Tika tidak mau segera pergi, hanya saja Tika harus mempersiapkan Almira dulu untuk perlahan tidak terlalu tergantung dengan Tika. ini salah Tika selama ini terlalu memanjakan Almira. Tika tidak lebih awal membatasi diri dengan Almira." ucap Tika


"Em.. tidak apa-apa bukan salah kamu, Tika, Saka. aku kesini bukan tanpa maksud, aku kesini untuk membicarakan sesuatu pada kalian"


"Apa yang ingin kamu bicarakan Nur" tanya Saka


"Tika aku sangat berterimakasih sama kamu. terimakasih kamu sudah menjaga Almira dengan sangat baik. aku melihat Almira tumbuh dengan sangat baik karena kamu. aku tau tidak mudah mengurus seorang bayi, tapi kamu bisa melakukannya dengan baik. aku tau kamu tulus menyanyangi Almira. dan sekarang aku bisa lebih lega meninggalkan Almira sama kamu, karena Almira sangat menyanyangi kamu juga"


"Kamu mau kemana Nur?" tanya Saka


"Begini, aku sudah memutuskan untuk tinggal dipesantren. aku ingin memperbaiki diri dan belajar ilmu agama di sebuah pondok pesantren. mungkin dengan memperdalam ilmu agama aku bisa mendapatkan ketenangan hati yang selama ini tidak aku rasakan. dan mungkin aku bisa menebus dosa-dosaku" ucap Nur


"Mbak, apa mbak Nur yakin? lalu bagaimana dengan Almira? apa mbak Nur tidak ingin bersama Almira?" tanya Tika


"Tentu saja aku sangat ingin bersama putriku. tapi memaksanya untuk mau menerimaku saat ini hanya akan menggoncang jiwanya. itu sama halnya aku seorang mama yang egois. saat ini yang Almira butuhkan adalah kamu bukan aku. aku hanya ingin melihat Almira bahagia. aku yakin kamu pasti juga menginginkan kebahagiaan Almira, iya kan?"


Tika mengangguk


"Kita semua disini mempunyai keinginan yang sama, Sama-sama menginginkan kebahagiaan Almira. dan kebahagiaan Almira ada bersama kalian. aku tidak bisa egois, dan memaksa Almira untuk bersamaku"


"Mbak maafkan aku" ucap Tika


"Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri, kamu tidak salah."


"Nur, aku lah yang bersalah. tolong maafkan aku" Ucap Saka


"Aku sudah memaafkan mu, tapi tolong jaga Almira dengan baik. bahagiakan dia."

__ADS_1


"Iya Nur aku janji akan membahagiakan Almira" ucap Saka


"Mbak, lalu bagaimana dengan mas Saka kalau mbak Nur ke pesantren?" tanya Tika


"Kenapa dengan Saka?"


"Mbak, secepatnya aku akan mengirimkan gugatan cerai pada mas Saka. dan aku berharap mbak Nur kedepannya bisa berbahagia dengan mas Saka dan Almira" ucap tikay mencoba tersenyum


"Tika, kamu tidak perlu melakukan itu"


"Maksud mbak Nur?"


"Jangan bercerai, Alloh tidak menyukai perceraian. aku tau kamu orang yang baik. dan aku tenang Almira bersama orang yang baik dan bisa memberikan kehangatan keluarga yang seutuhnya. aku tidak bisa memaksakan seseorang untuk mencintaiku, aku tau selama ini Saka tidak mencintaiku, aku yang terlalu bodoh mengira Saka mencintaiku."ucap Nur meneteskan air mata


"Nur Maafkan aku, maafkan aku" ucap Saka terisak dan bersujud dikaki Nur


"Saka, apa yang kamu lakukan. jangan seperti ini. ayo berdiri!"


"Tidak Nur, tidak. aku pantas melakukannya. aku berdosa. aku sudah membuat hidupmu menderita. tolong maafkan aku" Saka terisak menyesali perbuatannya


"Aku memang pernah sangat membencimu, menganggap kamu penyebab penderitaan yang aku alami sekarang, tapi aku sadar, aku pun bersalah. sekarang kita lupakan semua masa lalu itu, tolong jaga Almira dengan baik. dan kalau boleh aku meminta, tolong perlahan kasih tau Almira kalau aku mamanya dan aku sangat menyanyangi nya"


"Pasti Nur, aku tidak akan menutupi fakta itu. karena Almira memang anak kamu dan selamanya akan menjadi anak kamu." ucap Saka


"Terimakasih, sekarang aku lega Almira berada di tangan orang yang tepat. aku pamit dulu ya, sebelum aku pulang bisa aku bertemu dengan Almira"


"Iya mbak, aku akan panggilkan Almira"


Tika kekamar dan meminta Almira untuk bertemu dengan Nur. dengan perasaan takut Almira mendekat pada Nur menatap dengan tatapan asing


"Almira sayang, ini mama nak, Almira anak pintar sehat terus ya sayang dan apa boleh mama memeluk Almira?"


Almira terdiam dan Nur segera memeluknya, menatapnya lekat membelai wajahny.


"Kamu sudah besar nak, dulu saat mama gendong kamu, kamu masih begitu kecil. tapi sekarang, kamu sudah tumbuh besar dan cantik."


Almira hanya diam memperhatikan Nur yang menangis


Nur memakaikan kalung berinisial "A" dan kembali mencium kening Almira.


Terimakasih reader, menanggapi komen-komen dari sayang2 ku disini, author mau minta Maaf ya๐Ÿ™ jika alur ceritanya tidak bisa memuaskan kalian semua ๐Ÿ™๐Ÿ™ tapi semoga kalian bisa menikmati alur cerita sesuai dengan pemikiran author ๐Ÿ™sekali lagi maafin author ya๐Ÿ™๐Ÿ™happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2