Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PENGHIANATAN


__ADS_3

"Kita gak sepenuhnya salah saka, Nia itu sepertinya juga tidak begitu menyukai kamu. kalau lihat Polisi dia itu masih suka heboh banget. padahal dia sudah punya kamu. tapi kalau lihat Polisi kayaknya masih ngarep gitu" ucap Nur


"Biarkan saja, yang penting kan aku sudah punya kamu sekarang. dan aku yakin kamu bisa jadi pacar yang lebih baik dari pada Nia" ucap Saka


"Pastinya aku akan setia sama kamu Saka. aku mencintai kamu Saka. aku rela kamu jadiin pacar yang kedua seprerti ini karena aku tulus mencintai kamu" ucap Nur


Setelah dari Cafe Saka melajukan motornya ke sebuah hotel. sesampainya dikamar hotel Saka memeluk erat tubuh Nur, membanjiri Nur dengan ciuman bertubi - tubi hingga membuat Nur terlena dan kehilangan kendali. Nur yang terbuai dengan rayaun dan belaian dari Saka akhirnya melepaskan keperawanannya untuk Saka.


"Hiks...hiks..." Nur menangis merasa takut karena telah melakulan dosa besar bersama Saka


"Sayang, sudah ya jangan menangis lagi! jangan takut aku akan tanggung jawab" ucap Saka menenangkan Nur


"Mana mungkin kamu akan tanggung jawab. kamu kan masih sama Nia" ucap Nur


"Beri aku waktu, pasti aku akan memeutuskan hubungan kami tapi kamu sabar dulu ya" ucap Saka. yang melakukan hubungan seperti ini sebenarnya bukan yang pertama untuk Saka, karenanya dia bisa setenang ini. sedangkan bagi Nur ini adalah yang pertama


Cup..


Saka kembali mencium bibir Nur penuh gairah.


Dan sekali lagi mereka mengulangi Dosa terlarang itu.


****


Nia, Wawa dan Yeni sedang sibuk memilih - milih kebaya untuk wisuda mereka.


"Nur beliin yang mana ya? kalau ini gimana? kira - kira Nur suka gak ya?" ucap Nia menunjukan kebaya nya pada Wawa dan Yeni


"Menurutku yang ini aja, lebih kalem" Yeni menunjuk kebaya warna coklat susu


"Eh..Nur kan suka nya warna hijau, apa gak sebaiknya ini saja lebih seger kayake dilihatnya" ucap Yeni menunjukan kebaya warna hijau muda


"Iya juga sih, itu terlihat bagus sepertinya. kita vidio call aja gimana?" ucap Nia dan mengambil hape nya


Mencari nama Nia dikontak hape nya dan memencet tombol panggil


"Kok gak diangkat ya? apa lagi tidur kali ya?" ucap Nia


"Telphon hape nya Ane saja" Yeni memberi saran


"Baik lah, aku coba vidio call Ane" jawab Nia


Tak butuh waktu lama, Ane mengangkat panggilan Vidio dari Nia

__ADS_1


"Gimana Ya?" jawab Ane


"Eh Nur dimana, aku Vidio call tidak dijawab" ucap Nia yang sengaja tidak menyinggung soal kebaya wisuda


"Nur lagi keluar" jawab Ane singkat


"Keluar kemana?" tanya Nia merasa aneh


"Ada urusan katanya" jawab Ane


"Okay ya sudah, terimaksih ya Ane" ucap Nia menutup panggilan telphonnya


"Nur ini gimana sih, katanya gak mau pergi hunting kebaya mau menemani Ane yang sendiri dikos, lha ini kok malah dia pergi ninggal Ane sendiri" gerutu Nia pada wawa dan Yeni


"Iya, aku juga merasa heran. belakangan ini dia itu lebih sering pergi sendiri ketimbang bareng kita" sahut Yeni


"Sudah lah yang jelas Nur itu mungkin ada urusan, kan gak semua masalah Nur harus dilaporakan kita" sahut Nia yang tidak merasa curiga


"Ya juga sih, Oya nanti pas acara widuda kalian ditenani cowok kalian gak?" tanya Yeni


"Kalau aku tidak kayaknya" jawab Wawa


"Kamu gimana Ni?" tanay Yeni


"Entah lah, aku juga belum tau. Saka masih berlayar dan hape nya kan belum bisa dihubungi kalau belum sampai pelabuhan" ucap Nia mengangkat kedua bahunya.


Dirumah Ane yang sedang menunggu suaminya diteras rumah


"Sayang, nanti masuk angin lho" ucap Bu Imah pada menantu kesayangannya


"Lagi nunggu Bang Arif Ma" jawab Ane yang sedang mengelus - elus perutnya yang sudah mulai terlihat


"Akhir - akhir ini Arif sering pulang larut ya" ucap Bu Imah penasaran


"Iya Ma, Bang Arif lagi menangani khasus besar" ucap Ane


"Kasus besar apa?" tanya Bu Imah


"Bandar narkoba yang ada kemungkinan nya berhubungan mbak Norma?" jawab Ane


"Norma? maksud kamu, Norma terlibat kasus pengedaran Narkoba?" Bu imah tercengang dan membulatkan matanya


"Sepertinya seperti itu Ma, ini Bang Arif lagi melakukan pengembangan kasusnya

__ADS_1


"Astagfirullloh, Mama tidak menyangka Norma akan melakukan pekerjaaan hina seperti itu" ucap Bu Imah


"Iya Ma, karena itu sekarang Abang melakukan pendekatan sama Norma, untuk bisa mengusut dalang dibalik ini semua. rasa - rasa tidak mungkin kan Ma kalau mbak Norma bisa melakukan itu sendiri" ucap Norma


"Bener pemikiran kamu, tapi apa kamu tidak cemburu Arif akan sering berhubungan dengan Norma?" tanya Bu Imah


"Cemburu tidak lah Ma, tapi kalau kawatir Iya. Ane tau Abang harus melakukan ini demi pekerjaan. Ane percaya sama Bang Arif Ma, Sebagai istri dari seorang Polisi Ane tentu saja Ane memahami pekerjaan suami Ane Ma." ucap Ane senyum dan membuat Bu Imah Lega menantunya cukup dewasa untuk memahami pekerjaan suaminya.


Tak selang lama terlihat motor Arif memasuki halaman rumah mereka.


Ane segera menyambut suaminya yang baru pulang.


"Assalamualaikum" salam Arif


"Walaikimsalam" jawab Ane dan bu Imah


Ane segera mencium tangan Arif dan Arif mencium tangan Bu Imah.


"Kamu pasti capek Rif, pulang malam terus, ya sudah sana masuk. kamu juga Ne" ucap Bu Imah


"Iya Ma, kami masuk dulu" ucap Arif


Dikamar Arif yang merasa tubuhnya capek dan kotor segera membersihkan diri dan ganti baju rumah.


Memeluk istrinya manja


"Sudah makan belum" tanya Ane


"Sudah tadi sama Alan dan Viko sayang" jawab Arif


"Eh..Anak Papa hari ini ngapain aja sama Mamanya?" ucap Arif seraya mengajak ngobrol anak dalam perut Ane


"Tadi Nia kesini cerita katanya Alan sudah datang kerumahnya dan menyampaikan niat baiknya pada orang tua Nia" ucap Ane


"Tadi Alan juga sempat cerita sih, gak nyangaka tu anak pikirannya Dewasa" timpal Arif


"Sepertinya karena kejadian waktu Abang tertembak dulu. sejak kejadian itu dia kayaknya takut kalau hidup ini digunakan untuk hal - hal yang memicu dosa" ucap Ane


"Berarti benar kan dibalik semua kejadian itu pasti ada hikmah" ucap Arif senyum dan mencium kening Ane


"Iya Bang, oya bang, bagaimana perkembangan kasus Norma" tanya Ane penasaran


"Sampai saat ini masih dalam pengembangan, tapi kemungkinan dari bukti - bukti yang kami dapatkan sepertinya memang kasus ini ada kaitannya dengan mantan suami Norma. sepertinya barang - barang yang Norma bawa ini dari mantan suaminya" ucap Arif yang sudah mulai menemukan titik terang dari kasusnya.

__ADS_1


"Semoga segera terungkap ya Bang, dan semoga Abang selalu dalam lindungan Alloh" ucap Nia memeluk erat suaminya. selalu ada perasaan takut setiap kali suaminya akan melakukan penangkapan


terimaksih dukungan dari teman - teman sangat berarti bagi Author. mohon like daj Vote jika ada ya. dan kasih rating bintang lima juga Ya


__ADS_2