Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
JATUH CINTA


__ADS_3

Sesampai dikantor Nina Gilang mengambil hape dan menghubungi istrinya.


"Assalamualikum"


"Walaikumsalam"


"Aku sudah didepan, aku tunggu dimobil ya"


"Okay, aku kedepan" jawab Nina memTikan telphonnya. mengambil bedak dalam tasnya. sedikit mengaplikasikan make up wajahnya dan memakai lipstik yang lumyan cetar warna merahnya dan menyemprotkan sedikit parfum dibajunya.


"Arif, Viko. aku keluar dulu ya" pamit Nina


"Cantik banget, wangi pula. mau kemana neng?" goda Viko


"Mau makan siang sama Gilang, udah ya. aku duluan" Nina melambaikan tangannya


"Tu lihat kemarin nangis - nangis katanya gak bisa melupakan kamu, sekarang udah jatuh cinta sama suaminya" ucap Viko


"Alhamdulillah, berarti Nina sudah dapat hidayah. memang seperti itulah seharusnya sikap istri yang benar. harus mencintai suaminya. dan tidak meliahat laki - laki yang bukan mahromnya"


Dari kejauhan mobil Gilang sudah terlihat di pandangan Nina. hatinya mulai deg - degan tak karuan. padahl setiap hari ketemu tapi entah kenapa akhir - akhir ini setiap dekat dengan Gilang jantungnya berdetak lebih cepat


Tok..tok...


Nina mengetok kaca mobil dan Gilang segera menurunkan kaca mobilnya.


Melihat Gilang tersenyum serasa meleleh hati Nina


"Masuk, kenapa malah berdiri disitu" ucap Gilang memecah lamunan Nina


"Eh..iya" Nina yang gugup segera membuka pintu mobil dan duduk disamping Gilang.


Mereka masih terdiam, Nina yang berusaha mencuri pandang ke arah Gilang, yang terlihat Rapi dengan stelan hem warna biru muda, rambut belah pinggir yang rapi dan terlihat segar. aroma parfum maskulin yang menusuk indra penciuman Nina.


Tanpa disadari Nina yang sedang curi pandang tertangkap oleh Gilang. pandangan mata mereka bertemu membuat Nina salah tingkah dan pura - pura merapikan rambut yang sebenarnya sama sekali tidak berantakan.


Melihat tingkah Nina, Gilang tersenyum. senyum Gilang yang begitu manis lagi - lagi membuat Nina terpesona. wajahnya semakin memerah seperti udang rebus menahan malu ketahuan curi pandang oleh Gilang.


"Mau makan apa?" tanya Gilang memecah kecanggungan


"Apa aja" jawab Nina


"Mau makan Soto?" tanya Gilang


"Boleh, kamu tau dimana tempat warung soto yang enak?" tanya Nina


"Tau, dekat kantorku kebetulan ada warung soto yang lumayan enak. rekan - rekanku juga suka makan disana" ucap Gilang


"Rekan - rekan kamu?" tanya nina melihat Gilang


"Iya, tidak apa - apa kan misal nanti ketemu rekan kerja aku disana?"Gilang melihat arah Nina dan tersenyum


"Masyaaalloh kenapa setiap lihat senyum Gilang rasanya jantungku kayak mau copot gini sih.. sadar Nina, sadar Nina" batin Nina

__ADS_1


"Nin, Nina..kamu dengar aku kan?" tanya Gilang bingung lihat Nina dari tadi melamun


"Eh..iya, Iya gimana Lang?" Nina terbata - bata


"Kamu kenapa?" tanya Gilang


"Tidak apa - apa kok"


"Jadi gimana?"


"Gimana maksudnya?" tanya Gilang


"Gimana maksudnya?" Nina yang tidak fokus


"Hem..lagi banyak pikiran ya? sepertinya sedang tidak fokus?"


"Bukan, bukan begitu. oya tadi kamu tanya apa?" tanya Nina


"Jadi makan soto langganku?" Gilamg kembali bertanya


"Iya jadi" jawab Nina


"Semisal ketemu rekan kerja aku tidak apa - apa kan?" kembali Gilang bertanya


"Iya tidak apa - apa, kan aku istri kamu" ucap Nina segera menggit bibirnya merada malu dengan kata - katanya


"Nina sadar Nin, apa sih yang ada dalam pikiranku" batin Nina merasa malu, wajahnya sudah mulai memerah seperti udang rebus


Mendengar Nina mengatakan dan mengakui sebagai istrinya membuat hati Gilang serasa berbunga - bunga. baru ini Nina bersikap seperti itu.


Nina hanya tersenyum dan jantungnya semakin berdetup kencang ketika tangan nya dipegang oleh Gilang


"Kita udah sampai warungnya" ucap Gilang menunjuk warung


"Rame juga ya" ucap Nina


"Iya karena soto disini enak. banyak karyawan setiap jam istirahat makan disini. turun yuk!"


Nina turun dari mobil dan berjalan mengekori Gilang.


"Gilang" panggil rekan kerjanya


"Hai" Gilang melambaikan tangannya


"Aku kenalin rekan kantorku yuk!" Gilang menggadeng tangan Nina dan mengajaknya menemui teman - temannya.


"Kenalin ini istriku Nina, Nin mereka rekan kerja ku di kantor" ucap Gilang


Setelah saling mengenalkan diri, Gilang menarikan kursi dan mempersilahkan Nina duduk disampingnya.


Semua tampak menyambut hangat kedatangan Nina.


"Gilang, ini aku bawakan minuman kesukaan kamu" Tiara memberikan minuman kesukaan Gilang yang bahkan Nina sebagai istrinya saja tidak tau kalau suaminya suka minuman susu stroberi.

__ADS_1


Iya Gilang ini cowok yang suka banget minum susu stroberi.


Nina hanya diam memperhatikan tingkah Tiara yang terlihat jelas menyukai suaminya.


Kalau dilihat Tiara dan Gilang memang seumuran terlihat serasi beda dengan dirinya yang beda lumayan jauh dari Gilang.


Nina ini termasuk beruntung dicintai laki - laki berondong tapi sangat bertanggung jawab. secara usia Gilang boleh lebih muda tapi secara kedewasaan, Gilang tidak perlu diragukan lagi. Gilang sangat lah dewasa dan sangat menjaga Nina.


"Sayang mau ini" Gilang mengambilkan sate ayam yang ada dimeja


"Boleh" jawab Nina tampak tercengang mendengar Gilang memanggilnya sayang.


"Cie..Gilang, mesra banget sama istrinya" goda salah satu rekannya


Gilang hanya senyum memandang istrinya.


Setelah selesai makan kedua nya pulang. didalam mobil Gilang meminta maaf kerena memanggil dirinya sayang.


"Kamu gak marah kan aku panggil sayang?" tanya Gilang


"Tidak kok, kenapa harus marah kita kan suami istri" ucap Nina yang membuat Gilang merasa samakin berani karena mendapat sinyal positif dari istrinya


"Nanti pulang jam berapa?" tanya Gilang


"Mungkin jam empat sudah sampai rumah" jawab Nina


"Ya udah nanti hati - hati ya kalau pulang, sepertinya nanti malam aku lembur. pulangku agak malam" ucap Gilang


"Iya, eh ya. . Tiara itu suka ya sama kamu?" Nina memberanikan diri bertanya


"Tidak kok, dia itu teman kuliah dan rekan kerja aku" jawab Gilang santai


"Oo teman, ya udah aku kerja dulu ya" Nina pamit dan membuka pintu mobil


"Nin" panggilang Gilang membuat Nina kembali menoleh ke arah Gilang


"Iya, ada apa?"


"Gak cium tangan suami dulu?" ucao Gilang senyum .


Nina segera meraih tangan Gilang dan menciumnya saat Nina mau melepas jabatan tangannya tiba - tiba tangan Nina ditarik Gilang dan..


Cup..


Gilang mencium kening Nina


Deg..


jantung Nina seakan mau copot untuk pertama kalinya Gilang mencium keningnya.


Reaksi yang tidak terduka oleh Gilang melihat Nina senyum, Gilang berpikir Nina akan marah setelah dirinya berani mencium kening Nina. tapi ternyata pikiran itu tidak benar dan tidak terjadi justru sebaliknya. Nina tersenyum dan tersipu malu.


Gilang semakin yakin kalau saat ini istrinya sudah mencintai dirinya

__ADS_1


Nina dengan perasan campur aduk melangkah ke kantornya dan tersenyum sendiri mengingat saat Gilang mencium keningnya.


"Ya Alloh sepertinya aku benar - benar jatuh cinta pada bocah itu. bocah yang kini sudah menjadi suamiku" batin Nina senyum


__ADS_2