Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
KEHADIRAN NORMA


__ADS_3

Mendengar Arif yang sedang di rumah sakit, Norma memutuskan untuk menemui nya di sana walau pun Norma tau, Bu Imah pasti tidak akan mengijinkan nya.


Tok...tok...


Norma mengetuk pintu tempat Arif dirawat


"Masuk" jawab Ane


Ane yang saat itu menjaga Arif seorang diri, dan Ane merasa tidak kenal dengan wanita dihadapannya ini.


"Maaf...Anda..." ucpan Ane terputus


"Perkenalkan saya Norma, orang yang selalu dicintai Arif." ucap Norma sinis


Jleb....


Seperti tertusuk pisau


"Apa lagi ini??" batin Ane


Ane hanya diam tanpa kata memandang wanita di hadapannya ini.


Hatinya sempat merasa gusar. apa mungkin selama ini suami yang baru dinikahi ini menyebunyikan sesuatu"


"Apa tidak ada yang ingin kamu tanyakan pada saya??" tanya Norma


Ucapan Norma membuyarkan lamunan Ane seketika.


"Tidak, saya percaya suami saya" jawab Ane yakin tidak ingin terlihat cemburu


"Arif selana ini menunggu saya, saya tau Arif sangat mencintai saya tapi memang saya sempat membuat nya kecewa" ucap Norma jalan mendekati Arif, kini matanya berkaca - kaca seolah tak mampu membendung air mata nya melihat orang yang dicintai dalam keadaan seperti ini.


"Rif....ini aku Norma, aku sudah datang, kamu senang kan melihat aku datang?? bangunlah aku sudah kembali!! bukalah matamu, lihatlah, aku ada di hadapan mu" ucap Norma tangisnya pecah


Melihat keadaan ini Ane hanya diam terpaku, tanpa berani menerka - nerka sekuat hati percaya pada lelaki yang sekarang menjadi suaminya ini.


Ane hanya membiarkan Norma berkata - kata seperti itu dan mendekati laki - laki yang secara resmi sudah menjadi suami nya itu.


"Bisa kamu tinggalkan kami sendiri??" Ucap Norma


"Tidak, kamu tidak bisa disini sendiri, Bang Arif suamiku. aku tidak akan membiarkan wanita lain berada didekat nya." tegas Ane


"Tapi suamimu mencintaiku." Teriak Norma menatap tajam mata Ane


"Apa pun itu, katakan nanti setelah Bang Arif sadar. tapi sekarang aku istrinya dan aku akan melindungi suamiku dari wanita seperti kamu." ucap Norma dengan hati bergemuruh

__ADS_1


"Melindungi??? apa maksud kamu?? kami saling mencintai." ucap Norma yakin


Ane hanya diam malas berdebat, tenaga nya sudah terkuras untuk menjaga suaminya yang terbaring koma selama enam bulan.


"Kamu tau, malam sebelum kalian menikah Arif menemuiku di cafe pertama kali kami kencan dulu. dia sebenarnya sudah ingin membatalkan acara nikah kalian, karena dia tau aku sudah kembali.


Tapi dia kasian sama kamu. dia menyesal kenapa harus buru - buru mengajak kamu menikah."


Setelah mengucapkan kata - kata itu, Norma mendekati Arif dan hendak mencium kening Arif tapi segera di tarik oleh Ane.


Plak....


Suara Ane menampar Norma


"Apa yang kamu lakukan?? apapun hubunganan kalian dulu aku tidak perduli. masalah hatimu sampaikan nanti kalau suamiku sudah sadar. tapi jangan pernah sentuh suamiku" Ane memperingati Norma


"Berani kamu nampar aku?? lihat saja nanti ketika Arif bangun. aku akan katakan kalau kamu berani mukul aku, dan aku yakin Arif tidak akan memaafkan kamu." Ucap Norma kesal menghentakan satu kaki nya dan meninggalkan ruangan.


Hiks...hiks...


Ane menangis memandang wajah suaminya, merasakan entah apa yang dirasakan. dada nya terasa sesak dan bergemuruh


"Bang...bangunlah!! katakanlah semua yang dikatakan perempuan itu tidak benar!! tolong bangun bang...katakan itu bogong..." Ane menangis terus menatab Arif


"Cobaan apa lagi ini" ucap Ane Lirih


"Ada apa kak?" tanya Alan


"Haii...sejak kapan ada disini? kok aku gak dengar kamu datang?" ucap Ane berusaha senyum tangannya mengusap air matanya.


"Kak Ane habis nangis ya??" tanya Alan


"Enggak kok" Ane senyum


"Jangan bohong kak, cerita kak Ane kenapa??" desal Alan


"Tadi ada wanita datang kesini mengaku sebagai orang yang dicintai Arif" kembali Ane menangis mengingat apa yang di kataka Norma.


"Kak Ane tau siapa nama nya??" tanya Alan


"Tadi dia menyebutkan kalau nama nya Norma" jawab Ane


"Norma....." Alan berusaha mengingat - Ingat


"Kamu tau siapa Norma?" tanya Ane

__ADS_1


"Norma....sepertinya aku pernah mendengar nama itu" ucap Alan


"Jadi kamu tau dia siapa?" Ane menatap Alan


"Sepertinya aku pernah dengar Bang Arif sama Bang Viko membahas nama Norma di kantor" ucap Alan


"Jadi, apa benar norma dan Banh Arif ada hubungan" gumam Ane lirih tapi Alan masih mendengar


"Kak Ane...maaf sebelumnya, tapi menurutku apapun masa lalu pasangan kita jangan di jadikan masalah. saat Bang Arif memutuskan untuk menikahi Kak Ane, aku yakin semua sudah di pertimbangkan dengan baik.


Dan kalau memang Norma adalah orang yang dicintai Bang Arif tidak mungkin sekarang yang menjadi istrinya Bang Arif itu kak Ane" jelas Alan


"Iya kamu benar Alan, apapun itu aku harus percaya sama Bang Arif" Ane menatap wajah Arif.


***


Mulut Ane bisa berkata seperti itu di depan Alan, tapi sebenarnya hati dan fikirannya tetap kebayang apa yang dikatakan Norma, yang membuat Ane pikiran karena selama kenal dengan Ane, Arif tidak pernah membahas tentang Norma.


"Ada apa sebarnya?? kenapa tiba - tiba harus ada wanita mengaku mencintai suaminya dalam kondisi seperti ini. Ya....Alloh, kuatkan aku, kuatkan hatiku" gumam Ane


"Nak Ane, ada apa??" Bu Imah memegang bahu Ane


"Ma....boleh Ane cerita? ucap Ane ragu


"Ada apa sayang?? Ane bisa cerita apa saja sama mama" ucap Bu Imah penuh dengan ketulusan seorang Ibu.


"Ma...sebelumnya Ane mau tanya. apa mama pernah mendengar nama Norma??" tanya Ane ragu


"Norma?? dari mana Ane tau soal Norma??" tanya Bu Imah


"Jadi mama juga tau soal Norma?" ucap Ane


"Iya sayang" jawab Bu Imah


"Ada hubungan apa Bang Arif sama Norma ma??" Tanya Ane dengan hati tak karuan menahan kecemburuan


mendengar pertanyaan Ane sepertinya Bu Imah tau menantunya ini sedang cemburu.


"Nak Ane jangan berfikir jauh ya, percayalah Arif mencintai kamu" ucap Bu Imah senyum.


"Ane percaya kok ma, Ane hanya ingin tau saja apa benar Norma itu orang yang dincintai banh Arif?"


"Sayang, itu tidak benar. cinta nya Arif ya kamu" Bu Imah senyum


"Jadi dulu waktu Arif masih SMA, memang mereka saling mencintai. sampai saat hari perpisahan SMA tiba - tiba Norma menghilang tanpa kabar, saat itu Arif memang seperti orang frustasi karena di tinggal Norma. untunglah keterima di Akpol jadi disana bisa mengalihkan pikirannya dari Norma. padatnya kegiatan membuat Arif perlahan melupakan sakit nya ditinggal Norma." jelas bu Imah

__ADS_1


"Tapi kenapa bisa tiba - tiba Ane ingin tau soal Norma?" Bu Imah penasaran


Jangan lupa Like, coment dan vote ya reader, biar Author semakin semangat nulis nya hehehe.....thank's


__ADS_2