
15 Tahun kemudian
"Amar, nanti pulang sekolah bisa tolong jemput Bunda sayang?"ucap Ane
"Jemput kemana bun?" tanya Amar
"Bunda kan nanti ada acara arisan bhayangkari. tolong pulang sekolah jemput bunda ya. Ayah gak bisa jemput soalnya. ada supervisi dari Polda" ucap Ane
"Biasanya bunda bawa mobil sendiri, tumben minta dijemput?" tanya Amar yang memang tidak suka kalau diajak bertemu dengan teman-teman bundanya.
Amar sekarang tumbuh menjadi anak remaja yang tamapan, memiliki postur tubuh yang tinggi, dan terkesan dingin. namun sebenarnya hatinya sangat lembut. Amar yang saat ini sudah duduk dibangku SMA kelas 3 lebih suka belajar dirumah dari pada nongkrong atau berkumpul dengan teman sebayanya. disekolah Amar pun terkenal sebagai siswa yang pendiam dan jarang bergaul namun dari SD hingga SMA dirinya selalu menjadi juara 1 dikelasnya. memiliki paras yang ganteng dan pintar dibidang akademik ataupun non akademik membuat Amar digandrungi banyak wanita. namun tak satupun diantara semua wanita itu yang berhasil merebut hatinya.
"Bunda lagi males bawa mobil"
"Lalu berangkatnya bunda naik apa?"
"Nanti berangkat bareng sama Ayah, tapi pulangnya ayah kan gak bisa jemput karena ada supervisi"
"Amar kan bawa motor bun, sedangkan bunda pakek rok gini nanti caranya bonceng gimana?" tanya Amar
"Gampang, bunda bawa baju ganti kok, okay" ucap Ane
"Iya deh bundaku sayang, Amar berangkat sekolah dulu ya" ucap Amar pamit mencium tangan Ane
"Amar sayang, senyum dulu dong" ucap Ane menggoda Amar dan Amar melengkungkan bibirnya keatas, ya begitulah Amar yang memiliki wajah dingin dan jarang tersenyum
"Begitu dong, kalau senyum kan ganteng anak bunda. udah pamit sama ayah dan nenek belum tadi? tanya Ane tersenyum kembali
"Sudah bun" ucap Amar melambaikan tangan dan segera menyalakan moge warna hitamnya.
Amar mengendarai moge hitamnya dengan kecepatan sedang menuju sekolah swasta favorit dikotanya.
Brem.. brem..
Suara moge Amar memasiki kawasan sekolah, membuat semua mata kaum hawa menoleh dan seolah tidak ingin kehilangan moment dimana laki-laki yang menjadi idola semua wanita disekolah ini terlewatkan. hanya dengan melihat Amar lewat mengendarai moge saja sudah bisa membuat kaum hawa bedebar hatinya. seganteng dan setenar itulah Amar dikalangan kaum hawa.
"Hai.. mar, ini buat kamu" ucap Desi memberikan surat pada Amar dan menundukkan wajahnya saat melihat Amar berjalan menuju kelas
Amar menerima surat itu dan menatapnya sekilas lalu berlalu begitu saja tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.
"Eh.. itu Amar sebentar lagi sampe sini"
__ADS_1
"Mana?"
"Mana, maa?"
"Ya ampun ganteng banget, aku mau dong jadi ceweknya" ucap beberapa cewek setiap kali melihat Amar
Karena setiap kali Amar lewat semua mata bak tersihir oleh pesonanya.
Apalagi setiap kali Amar main basket, pasti lapangan selalu rame bersorak memanggil-manggil namanya.
****
Dikantor
"Ane kamu pulang sama siapa? gimana kalau kita pulang bareng?" ucap Dokter Anggun yang sekarang juga seorang anggota bhayangkari
"Tadi pagi udah bilang sih sama Amar minta dijemput pulang sekolah. karena aku lihat jadwal Amar hari ini pulangnya agak cepet, makanya aku suruh jemput" terang An
"Oow.. gitu, padahal mau aku ajak makan siang dulu, kebetulan anak-anak ngajakin makan siang bareng. Nana juga kangen sama tente Ane katanya" ucap Dokter Anggun yang sekarang dekat dengan Ane layaknya sahabat
"Ya udah, kita makan bareng saja, sekalian aku ajak Amar gak papa kan?"
"Ya gak papa dong, justru aku seneng kalau Amar juga ikut. perasaan Amar jarang banget kan mau ikut kita kumpul?"
"Hehehe.. tapi anak kamu itu ganteng banget, pasti banyak cewek yang suka" ucap Dokter Anggun
"Gimana mungkin mau ada yang suka sama cowok dingin kayak Amar" ucap Ane tertawa.
Brum.. brum...
Suara moge Amar berhenti diparkiran polres
"Itu anaknya baru juga diomongin udah nonggol" ucap Ane
"Assalamu'alaikum" sapa Amar mencium tangan Bundanya dan Dokter Anggun
"Kita berangkat sekarang?" Tanya Ane.
"Okey, langsung ketemu ditempat biasa ya. ini aku jemput Rara dulu, kalau Nana sepertinya langsung ke lokasi dari sekolahnya" jawab Dokter Anggun
"Emang kita mau kemana bun? bukannya langsung pulang?" tanya Amar
__ADS_1
"Kita mau makan siang dulu sayang sama tante Anggun dan anak-anaknya. kamu ingatkan anak tante Anggun Nana sama Rara?"
"Tapi kenapa bunda tidak bilang dulu? tadi bilang cuma jemput saja" gerutu Amar yang tidak suka setiap diajak jalan dengan teman-teman bundanya
"Iya maaf sayang, ini juga tidak direncanakan. langsung aja jadi heheh.. maaf ya" ucap Ane tertawa
"Iya bunda, tapi lain kali jangan ajak Amar keacara emak-emak lagi ya bun!"
"Hahaha.. acara emak-emak gimana? ada Nana ada Rara juga. bukan hanya emak-emak"
"Tetap aja bun, cewek semua" jawab Amar
"Hehehe.. iya-iya. sekali-kali kan tidak apa-apa Mar, biar kalian saling kenal" ucap Ane
Amar hanya diam dan memakaikan helm pada bundanya.
"Em.. sweet sekali Amar sama bu Arif ini, jadi iri. sayangnya anak saya cewek semua bu, jadi tidak ada yang memperlakukan saya dengan sweet seperti itu kecuali ayahnya hehehe... " ucap bu Toni melihat keakraban Ane dan putranya
"Amar anak tante satu sekolah lho sama kamu, kamu kenal tidak? namanya Desi." tanya bu Toni
"Tidak kenal tante" jawab Amar singkat
"Masak kamu tidak kenal anak tante? padahal dia sering banget ngomongin kamu kalau dirumah. Desi anaknya cantik, rambutnya panjang."
"Oow" jawab Amar
"Oow? oow apa ini? kamu sudah ingat?" tanya Bu Toni
"Mungkin tapi Amar tidak yakin. apa Desi yang tadi pagi memberikan ini ya?" ucap Amar mengeluarkan surat dari dalam tasnya dan memberikan pada bu Toni
"Ini apa ya?" bu Toni bingung
"Tidak tau juga tante, tadi pagi sepertinya ada teman sekarang Amar namanya Desi juga, memberikan itu pada Amar. tapi Amar juga belum lihat isinya apa" ucap Amar dengan polosnya
"Em.. Bu, maaf ya kami jalan dulu. sudah ditunggu bu Alan" ucap Ane pamit
Dijalan, Ane menasehati Amar. agar lain kali kalau dirinya dikasih surat sama temannya jangan malah dikasihkan ibunya.
"Salahnya dimana bun? kan Amar hanya memberi tau yang sebenarnya?"
" Tidak salah, tapi kan ya kasihan Desi sayang, kalau surat untuk kamu malah kamu kasihkan mamanya, Desi pasti akan malu sama mamanya "
__ADS_1
"Salah sendiri kasih surat. Amar gak suka bun."
^Happy Reading^