
Arif merasa lega, karena pak cahyo telah menyatakan untuk melanjutkan kerja sama dan mulai sekarang perusahaan kembali dibawah kendali oak cahyo selalu presdir di PT sinar Jaya grup.
Pak Cahyo juga memastikan Irma tidak akan menggangu rumah tangganya lagi. hal ini tentu saja membuat Irma geram dan tidak terima. namun pak cahyo dan bu Desi juga tidak ingin sampai anaknya salah jalur. sebagai orang tua tentu ingin anaknya kembali kejalan yang benar.
Pak cahyo mengirim Irma untuk pergi ke Belanda mengurus bisnisnya yang ada disana.
Sekarang Ane dan Arif meras tenang, sudah tidak ada pengganggu dalam rumah tangganya. dan perusahaan sudah bisa beroperasional seperti biasanya.
***
Dirumah Saka
Saka menghubungi Ane untuk menanyakan dipondok pesantren mana saat ini Nur saat ini menimba Ilmu. Saka menyampaikan mamanya ingin bertemu secara langsung dengan Nur.
"Begini Saka, aku sendiri kurang tau pondok pesantren mana Nur belajar ilmu agamanya. begini saja, nanti saat dia menghubungi aku akan menanyakannya." ucap Ane
"Terimakasih Ane, semoga saja kamu bisa mendapatkan Informasi dalam minggu ini, karena minggu depan aku sudah kembali berlayar" ucap Saka
"Iya semoga Nur segera menghubungi kita"
Dipondok pesantren
Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran terdengar begitu merdu. Nur nampak khusuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.
"Nur, suara kamu saat melantunkan ayat Al-Quran begitu merdu. Aku merasa tenang saat mendengar kamu mengaji" ucap Fatimah saat melihat Nur selesai mengaji dan menutup Al-Quran ny.
"Aku masih harus banyak belajar" jawab Nur senyum
"Oya kalau boleh tau, kenapa kamu berada dipondok pesantren ini? kalau aku perhatian semenjak kamu disini sepertinya kamu sering melamun?" tanya Fatimah
"Iya aku, memang kesini selain untuk Memperdalam ilmu agama, aku kesini untuk menenangkan pikiran"
"Memangnya kenapa? apa kamu sedang ada masalah?"
Kali ini Nur tidak menceritakan, Fatimah memang teman yang baik. selama di pesantren ini Fatimah selalu menemaninya. namun Nur belum cukup leluasa untuk menceritakan masalahnya pada Fatimah.
"Eh Nur coba lihat, itu ustadz Guntur, dia itu anak Abah pemilik pondok pesantren ini. dan ustadz Guntur ini baru pulang belajar dari Kairo lho, coba lihat ganteng banget ya.. igh.. " Fatimah menceritakan dengan girang
Nur yang sekarang menjadi pendiam, hanya senyum dan melihat sekilas saat Fatimah menunjuk ustadz Guntur.
__ADS_1
"Ganteng banget ya, andai aku di jadikan istri ustadz Guntur pasti aku tidak akan menolak" ucap Fatimah
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Nur dan Fatimah bersamaan
"Tadi suara yang baru saja mengaji itu kamu?" tanya Ustadz Guntur dan Nur hanya menganguk tanpa berani melihat ustadz Guntur
"Ustadz hari ini yang mengajar ya?" tanya Fatimah
"Tidak, hari ini ustadzah Aisyah yang mengisi kelas. Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam salam" jawab Nur dan Fatimah
Setelah selesai belajar Nur kembali ke kamar nya dan mencoba mengaktifkan hape yang sudah hampir tiga bulan lebih tidak pernah diaktifkan.
Nur sengaja tidak mengaktifkan hapenya dan tidak ingin berkomunikasi dengan dunia luar.
Saat hapenya aktif Nur melihat pesan dari Ane. Nur pun segera menghubungi Ane
"Assalamu'alaikum Ane"
"Walaikumsalam Nur, kamu apa kabar? kenapa hapemu tidak pernah bisa dihubungi?" cerca Ane
Jika Saka mencarinya, yang terlintas dipikiran Nur adalah Almira. Nur hanya takut terjadi apa-apa dengan Almira
"Alhamdulillah Almira baik-baik saja. Saka mencari kamu bukan masalah Almira. tapi Bu Risma mau ketemu sama kamu secara langsung. dan minggu depan Saka sudah harus berangkat berlayar."
"Ya sudah, nanti aku kirim lewat WA saja ya alamat pondok ku"
"Iya Nur, eh iya.. apa kamu sudah tau kalau Sasa adiknya Saka meninggal waktu melahirkan?"
"Sasa? dia meninggal? Inalilahi wainnailaihi rojiun" ucap Nur menutup mulutnya karena syok
"Iya, Sasa meninggal saat melahirkan anaknya. dan sekarang anaknya diasuh oleh Tika dan Saka" ucap Ane
"MasyaAlloh, Tika berarti mengasuh dua anak sekarang? apa dia tidak kerepotan?" Nur cemas
"Alhamdulillah nya, mamanya Saka sepertinya sudah sadar dan sudah menyayangi cucu-cucunya. jadi Tika ada yang bantu"
__ADS_1
"Alhamdulillah, sebenarnya aku juga ingin bisa mengasuh anakku. tapi aku sadar, kebahagiaan Almira adalah bersama mereka. bukan bersamaku" ucap Nur meneteskan Air matanya
"Kamu yang sabar ya Nur, suatu saat nanti. Almira pasti tau kalau kamu sangat menyayanginya"
"Iya kamu benar Ane" Nur menyeka air matanya
Ane segera menghubungi Saka dan memberi tahu keberadaan Nur.
sehari setelahnya Saka, bu Risma, Tika dan Almira mengunjungi Nur di pondok pesantren.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Semua mata tertuju pada Nur yang sekarang penampilan nya sudah berubah, Nur yang sekarang menggunakan pakain syar'i terlihat begitu anggun.
"Almira" ucap Nur menatap Almira dengan mata berkaca-kaca.
"Almira itu mama, peluk mamanya dulu" ucap Tika pada Almira
Almira yang masih merasa asing memeluk erat Tika takut dengan Nur
Setelah cukup lama dikasih pengertian Almira mau melepas pelukannya untuk Tika dan perlahan mendekat dan memeluk Nur
"Almira, sayang. mama kangen nakal" ucap Almira membelai rambut Almira dan mencium kening Almira
"Mama" ucap Almira
"Iya sayang, ini mama" ucap Nur meneteskan air mata
dari kejauhan tampak ustadz Guntur memperhatikan Nur yang menangis memeluk Almira.
Mulai ada rasa penasaran dan ingin tau siapa anak yang sedang dipeluk dan membuat Nur menangis.
"Nur" bu Risma duduk disamping Nur memegang tanga Nur.
"Nur, tante kesini ingin meminta maaf sama kamu. tante tau dosa tante sama kamu mungkin sudah tidak termaafkan. tapi tante mohon Nur, maafkan kesalahan tante. tante menyesal. tante menyesali semua perbuatan tante sama kamu. tante sudah membayar dan mendapatkan balasan dari perbuatan tante yang jahat sama kamu. karena dosa-dosa yang tante lakukan sama kamu. sekarang tante kehilangan putri tante. Sasa sudah meninggal. Sasa harus melahirkan anak tanpa suami sama seperti kamu dulu Nur. karena dosa tante, Sasa yang harus ikut membayar dosa yang tante lakukan."
"Nur sudah memaafkan tante. Insyaalloh sudah tidak ada dendam dihati Nur. Nur sudah iklas dengan takdir Nur. Nur juga tidak menyalahkan tante. Nur tau, tante hanya seorang ibu yang ingin anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik. Nur juga seorang ibu sekarang. Nur tau bagaimana rasanya menjadi seorang ibu" ucap Nur senyum dan membalas memegang tangan bu Risma
"Terimakasih ya Nur, kamu sudah mau memafkan tante. tante sekarang sudah tenang jika sewaktu-waktu Alloh memanggil"
__ADS_1
^Happy Reading^
Terimakasih untuk dukungannya syank 🥰😘