Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PENYATUAN CINTA


__ADS_3

Bu Imah dan Ane menyiapkan makan malam di dapur, Arif yang belum sepenuhnya pulih nonton tv ditemani papa nya diruang keluarga.


"Rif, nanti kalau sudah kembali pulih kamu belajar bisnis juga ya. kamu kan putra papa satu - satunya, kalau bukan kamu yang melanjutkan usaha papa siapa lagi?" ucap Papa Arif


"Arif takutnya waktunya yang tidak bisa pa, karena pekerjaan dikantor saja sudah cukup sibuk" ucap Arif


"Gak harus setiap hari kok kamu datang ke kantor, cukup sesekali saja dalam seminggu kamu pantau kantor" Papa Arif berusaha membujuk Arif karena dari Awal Arif yang tidak pernah mau untuk melanjutkan usaha keluarga lantara Arif lebih menjadi Polisi.


"Arif sembuh saja belum, sudah papa bebani pekerjaan kantor pa" ucap Bu Imah yang mendengar percakapan anak dan suaminya.


"Iya, papa kan bilangnya kalau sudah sembuh Ma. harapan Papa kan cuma sama Arif. kecuali " ucap Papa Arif tidak melanjutkan


"Kecuali apa Pa?" tanya Bu Imah


"Kecuali kalau nanti cucu Papa mau melanjutkan bisnis keluarga ini" ucap Papa Arif berharap


"Iya Rif, mama juga sudah pengen banget punya cucu" Bu Imah senyum


"Gimana sayang?? Papa dan Mama sudah pengen punya cucu" ucap Arif keras membuat Ane tersipu malu dan wajahnya langsung memerah


"Insyaalloh nanti kami tidak akan menunda momongan Pa, minta doa nya saja semoga Ane dan Bang Arif segera diberi momongan" ucap Ane senyum


Setelah berbincang - bincang, makanan pun telah siap dihidangkan, semua kelurga makan malam bersama. selesai makan malam Arif dan Ane kembali ke kamar mereka.


Ane yang sudah melepas jilbab dan berganti pakaian dengan piyama warna pinknya menuju tempat tidur disana sudah ada Arif yang juga sudah berganti piyamanya.


"Istri Abang cantik" ucap Arif senyum


"Ane tidur dulu ya Bang, besok Ane ada bimbingan dikampus, Insyaalloh jika semua lancar september nanti Ane wisuda" ucap Ane


"Tiga bulan lagi berarti dong?" tanya Arif


"Iya Bang, tiga bulan lagi jika semua lancar Ane lulus" ucap Ane senyum


"Ane..." ucap Arif memandang istrinya


"Kenapa Bang?" Ane melihat Arif


"Abang sudah sembuh, rencana besok juga pengen masuk kantor." ucap Arif


"Alhamdulillah, kalau Abang udah yakin sembuh Abang boleh ke kantor tapi naik taxi online dulu ya, jangan bawa kendaraan sendiri" ucap Ane

__ADS_1


"Iya, Abang faham kok, Ane coba dech mendekat sini" ucap Arif


"Kenapa Bang?" tanya Ane


"Ini perintah lho" goda Arif


"Ya kan harus jelas dulu Bang perintahnya" Ane senyum


"Benar Ane gak faham maksud Abang?" goda Arif


"Abang belum sembuh bener lho! Abang sembuh dulu aja" Ane balik menggoda


"kalau Ane gak mendekat, Abang yang mendekat lho"


Saat Ane mendekat, tanpa berkata Arif langsung mencium bibir istrinya, seakan ingin melepaskan semua kerinduan selama ini.


Dari awal pernikahan sampai hampir delapan bulan pernikahan malam pertama mereka tertunda. dan kali ini Arif tidak ingin melewatakn malam pertama mereka.


"Kita sholat sunah dulau ya Bang" Ajak Ane


Keduanya mengabil air wudhu dan sholat sunah berjamah.


Ane yang sudah membuka mukenanya, di angkat menuju tempat tidur, dibarinkan pelan ditempat tidur, Arif kembali mencium istrinya yang sudah dinikahi delapan bulan lamanya namun baru kali ini diberikan hak nafkah batin olehnya.


Arif yang merasa bahagia mendapatkan istri seperti Ane, perempuan yang masih menjaga kesuciannya hanya untuk suaminya.


Mungkin banyak diluaran sana orang yang berasumsi mencari perempuan yang masih suci itu susah, karena itu Arif merasa bersyukur dan bahagia karena istrinya masih menjaga kesuciannya. ditengah pergaulan bebas diluar sana, Arif bersyukur mendapat istri yang tetap memegang teguh prinsipnya.


"Istriku sayang, terimaksih ya sudah menjaga kesucian kamu hanya untukku, aku merasa menjadi laki - laki paling bahagia saat ini" ucap Arif mengecup kening Ane mesra


"Sudah sepantasnya Bang, karena Ane tidak ingin membuat kecewa suami Ane" ucap Ane yang masih bersandar di dada Arif yang bidang.


*****


Keesokan harinya Ane yang biasanya bangun pagi membantu Bu Imah menyiapkan sarapan tapi pagi ini Ane bangun kesiangan.


"Bang, kok Ane tadi gak dibangunin sih, kesiangan kan jadinya" gerutu Ane


"Abang gak tega mau bangunin kamu Sayang, kamu terlihat lelah sekali, mana Tega Abang bangunin kamu setelah apa yang Abang lakukan semalam. udah sekali - kali kesiangan gak papa kok, Mama juga pasti ngerti" ucap Arif senyum


"Igh...Abang ini" selesai memakai jilbabnya Ane keluar berniat membantu Bu Imah menyiapkan sarapaan, tapi ternyata semua hidangan sudah siap diatas meja makan.

__ADS_1


"Ma...maafin Ane ya, Ane kesiangan bangunannya" ucap Ane merasa malu sama Bu Imah


"Tidak apa - apa Ane, Mama ngerti kok" ucap Bu Imah senyum


Ane yang salah tingkah pura - pura merapikan jilbabnya yang sebenarnya juga tidak berantakan.


"Pagi Ma, Pa" sapa Arif dimeja makan


"Anak Mama bahagia sekali sepertinya, terlihat lebih segar" goda Bu Imah dan Ane yang mendengar ikut tersipu malu


"Iya dong Ma, hari ini Arif juga sudah mulai kembali bekerja seperti biasanya" ucap Arif senang


"Hati - hati ya Nak, semoga Alloh selalu melindungimu." ucap Bu Imah yang sebenarnya masih ragu membiarkan putra satu - satu nya ini mulai kerja kembali.


Begitupun Ane, sebenarnya masih ada ketakutan dihatinya tapi sebagi istri Polisi Ane harus berdamai dengan keadaan. dan menanamkan keyakinan didalam hatinya Alloh akan selalu menjaga suaminya.


Setelah mengantarkan Ane ke kampus, Arif segera menuju kantor. dikantor semua rekan kerjanya sudah menunggu.


"Alhamdulillah komandan kita, sudah pulih kembali" ucap Diki


"Selamat belerja kembali ya bro" ucap rekan - rekan Arif menyalami. mereka senang atas kembalinya Arif ditengah - tengah mereka.


Karena Arif adalah sosok pemimpin yang humble, dan memiliki jiwa solidaritas tinggi terhadap rekan - rekannya.


"Arif, aku senang kamu sudah mulai masuk kerja lagi" ucap Nina


"Iya terimaksih Nin" jawab Arif singkat


"Ini buat kamu" Nina memeberikan bekal makanan buat Arif


"Apa ini?" Arif mengerutkan dahinya


"Buat sarapan kamu, jangan salah sangka.tadi kebetulan aku masak banyak, terus aku masukin aja dalam kotak bekal" ucap Nina


"Terimakasih ya Nin, tapi maaf aku tidak bisa menerimanya. aku sudah sarapan dari rumah" ucap Arif


"Okay, buat makan siang aja. kamu masih minum obat kan? sebelum minum obat nanti siang, kamu bisa makan bekal ini." ucap Nina berusaha menyakinkan Arif agar mau menerima bekal yang sudah disiapkan buat Arif


"Baiklah terimakasih" Arif akirnya menerima bekal makanan yang dibawakan Nina karena tidak ingin mengecewakan Nina.


Terimaksih yang sudah membaca, mohon dukungannya dengan Like, coment dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2