
Hari bahagia yang ditunggu Alan dan Nia sudah hampir tiba, undangan pun sudah disebar. semua teman sudah saling komunikasi untuk datang ke acara nikahan Nia dan Alan.
Ane yang perutnya juga sudah semakin besar dan sudah mulai susah untuk berjalan juga tidak ketinggalan untuk berpartisipasi dalam acara pernikahan sahabatnya.
Namun diantara sahabat - sahatnya yang sudah menerima undangan ada satu sahabat yang bahkan tidak bisa dihubungi yaitu Nur yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya. bukan hanya itu kedua orang tua Nur juga sempat menghubungi Nia menanyakan keberadaan Nur.
Awalnya kedua orang tua Nur mengira Nur baik - baik saja dan sedang bekerja. karena selama bekerja di BPS memang Nur tidur disana. hanya saja orang tua Nur merasa ada yang aneh setelah berbulan - bulan Nur tidak pernah lagi menghubungi mereka hingga kedua orang tua Nur memutuskan datang langsung ke BPS tempat Nur bekerja. betapa terkejutnya mereka saat mengetahui putrinya tidak lagi bekerja disana.
Nia yang tidak mengetahui keberadaan Nur memberitahu orang tua Nur kalau dirinya terakhir bertemu dengan Nur beberapa bulan yang lalu disebuah rumah makan, tapi dirinya tidak sempat berbicara karena Nur sepertinya Nur buru - buru
"Tapi sepertinya Ane sempat ngobrol sama Nur tante" ucap Nia pada Bu Elsa ibu nya Nur
"Ane yang rumahnya purwodadi ya? bisa minta alamatnya biar kami langsung kesana" ucap Bu Elsa
"Ane sekarang tinggal sama suaminya diSemarang tante" ucap Nia
"Kebetulan kalau begitu, ini tante juga ada disemarang tolong kirimi alamat Ane ya Ni" Ucap Bu Elsa dan segera menutup telphonnya
Nia segera mengirim alamat Ane pada Bu Elsa
Yeni, Wawa yang juga cemas dengan keberadaan Nur yang tidak diketahui juga berusaha mencari Nur dan hari ini semua nya berkumpul dirumah Ane termasuk Nia yang masih diSemarang padahal satu minggu lagi hari pernikahannya tapi Nia sengaja belum ambil cuti biar nanti setelah menikah masih ada sisa libur.
Semua sudah berkumpul dirumah Ane termasuk orang tua Nur.
Ane yang saat ini duduk disamping Arif memulai menceritakan pembicaraan nya dengan Nur saat itu.
"Sebenarnya saat itu Ane memang bicara cukup lama dengan Nur" Ane mulai berbicara dengan ragu
"Apa yang kalian bicarakan nak Ane?" ucap Ayah Nur
"Sebenarnya saat itu Ane tidak sengaja mendengar percakapan antara Nur dan Saka" ucap Nur melihat teman - temannya
"Saka" ucap Yeni, Wawa kompak melihat Ane
"Em" Ane mengangguk
"Tapi bukannya saat itu kamu bilang mereka juga tidak sengaja bertemu ya?" tanya Nia
"Sebenarnya mereka yang meminta agar aku merahasiakan apa yang saat itu aku dengar dari kalian" ucap Ane
__ADS_1
"Memang nya apa yang kamu Ne dengar saat itu?" tanya Nia
"Jadi begini Om, tante teman - teman sebenarnya selama ini ternyata Nur menjalin hubungan dengan Saka" ucap Ane
"What? Nur pacaran sama Saka maksdudnya?" ucap Yeni kaget
"Iya, mereka selama ini berhubungan dibelakang kita. dan sepertinya kepergian Nur saat ini berhubungan dengan Saka." ucap Ane
"Kok bisa selama ini aku tidak menyadari kalau Nur berkhianat" ucap Nia segera menutup mulutnya menyadari orang tua Nur menatapnya
"Maaf om, tante. tapi jujur aku tidak menyangka Nur dan Saka bisa setega itu" ucap Nia
"Iya Ne, kami juga tidak menyangka" ucap Yeni dan Wawa
"Sebenarnya awalnya saya juga tidak menyangka tapi ternyata memang benar ada nya seperti itu. tapi saat itu sepertinya mereka sedang bertengkar, karena Nur menangis saat itu. kalau aku tidak salah dengar saat itu, Nur meminta pertanggung jawaban dari Saka. tapi aku tidak tau tanggung jawab untuk apa." ucap Ane
"Ya, ampun. apa mungkin Nur?" ucap Yeni segera menutup mulutnya dengan mata membulat tak percaya
"Apa mungkin mereka sejauh itu?" sahut Wawa yang faham maksud Yeni
"Tidak mungkin, tidak mungki anak tante seperti itu. Nur anak baik - baik selama ini Nur selalu patuh sama kami." ucap Bu Elsa
"Tapi ada baiknya sekarang kita juga coba kerumah Saka. siapa tau ada petunjuk dari Saka" ucap Ane
"Biar aku coba hubungi saka" ucap Nia mengambil hapenya dan menelphon Saka
"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada diluar area jariangan" suara operator
"Nomer Saka tidak aktif" ucap Nia menggelang - gelengkan kepalanya
"Begini saja Om, tante. aku tau dimana rumah Saja. kita langsung saja ke rumah Saka" ucap Nia
"Baik lah tolong antar kami kerumah Saka" ucap Ayah Nur
Semua pergi kerumah Saka begitu juga dengan Ane. walaupun perutnya sudah besar tapi tetap kekeh ingin ikut memcari keberadan sahabatnya Nur.
Dirumah Saka mereka bertemu dengan Bu Risma. mama nya Saka.
"Assalamualikum" ucap Bu Elsa
__ADS_1
"Walikumsalam" bu Risma membukakan pintu
"Maaf mencari siapa ya? kamu Nia kan? perempuan yang mau dilamar Saka?" ucap Bu Risma terkejut melihat banyak tamu yang salah satunya Nia
Nia hanya membalas dengan senyuman sebelum Mamanya Nur bertanya tentang putrinya yang hilang
"Maaf apa kami bisa bertemu dengan Saka?" ucap Ayah Nur
"Saka? Saka tidak dirumah, Saka sedang berlayar" ucap Bu Risma
"Apa putri kami Nur pernah datang kemari?" tanya Bu Elsa
"Nur? iya saya ingat sepertinya memang pernah ada anak gadis bernama Nur datang mencari Saka tapi saat itu Saka juga sudah berlayar" jawab Bu Risma
"Apa saat itu Nur mengatakan sesuatu pada anda?" tanya Arif mencoba mencari tau
"Tidak, saat itu Nur hanya menanyakan keberadaan Saka, dan saat tau Saka berlayar Nur pulang tidak bilang apa - apa lagi" ucap bu Risma bohong
"Memangnya ada apa ya?" pura - pura bertanya
"Nur menghilang sejak saat itu dan sampai saat ini kami tidak tau keberadaan Nur dimana" ucap Bu Elsa
"Ya ampun, sebenarnya ada apa ini kok sampai seperti ini" ucap Bu Risma pura - pura tidak tau apa - apa.
"Kalau boleh tau kapan Saka kembali dari berlayar?" tanya Arif
"Kalau tidak diperpanjang lagi mungkin dua tahun baru pulang" jawab Bu Risma
"Ya Alloh Nur kamu sebenarnya saat ini dimana" gumam Bu Elsa
"Sabar ya tante. kita semua akan bareng - bareng mencari ke keberadaan Nur" ucap Ane menenangkan
"Begini saja Om, sebaiknya segera buat laporan kehilangan biar pihak Polisi bisa segera melacak keberadaan Nur" ucap Arif menyarankan
Mendengar kata Polisi Bu Risma sedikit panik takut Saka akan berurusan dengan Polisi.
Setelah semuanya pamit pulang dirumah Bu Risma menjadi gelisah. dan berharap Nur tidak akan pernah ditemukan.
"Semoga saja, Nur tidak akan pernah ditemukan dan jangan sampai Nur bilang tentang kehamilannya pada orang - orang" gumam Bulina sembari mondar mandir dikamarnya
__ADS_1