
Norma yang sudah sampai di cafe merasa bahagaia akan segera bertemu dengan Arif laki - laki yang selama ini selalu mengisi relung jiwanya.
Meskipun Norma menyadari apa yang dilakukannya saat ini saat membahayakan dirinya. pekerjaan Arif sebagi seorang no sedangkan dirinya seorang melakukan pekerjaan hina dengan merusak generasi bangsa.
Orang mana yang dengan sengaja ingin menjalani pekerjaan yang mengerikan seperti ini, tapi apa daya nya jika keadaan menututnya harus menjalani semua ini.
"Norma, sudah lama menunggu?" sapa Arif yang baru saja sampai
"Arif, Belum kok, kebetulab baru sampai juga" jawab senyum memperhatikan Arif yang meraih kursi dan duduk didepanny
"Sudah pesan makanan?" tanya Arif
"Belum, nunggu kamu" jawab Norma dan Arif senyum menatapnya.
"Mbak" Arif memanggil pelayan
"Mbak tolong buatkan bihun goreng sama capucinno satu ya, kamu mau pesan apa?" tanya Arif melihat Norma
"Sama seperti kamu saja" jawab Norma
"Okay, dua ya mbak" ucap Arif pada pelayan cafe
"Ada apa Rif, tumben kamu berinisiatif menghubungi aku dan mengajak aku keluar?" tanya Norma merasa aneh
"Apa tidak boleh?" tanya Arif mengerutkan dahinya
"Tentu saja boleh, tapi sedikit merasa aneh saja"ucap Norma
"Tidak ada aneh, kita sudah lama tidak ketemu wajar lan kalau aku pengen ngbrol - ngobrol sama kamu?" ucap Arif senyum
"Tapi bukankah selama ini kamu selau menghindari aku?" tanya Norma melihat ke arah Arif
"Ini pesanan kakak sudah siap" ucap pelayan cafe meletakkan pesanan Arif dan Norma di meja depan mereka.
Arif menyeruput cappucino di depanya dan tersenyum pada Norma, Hingga nembuat Norma salah tingkah dibuatnya.
__ADS_1
"Waktu kamu mengalami luka penganiayaan yang kamu bilang dilakukan mantan suami kamu, kenapa kamu tidak membuat laporan dikantor polisi? Arif memulai penyidikan dengan pendekatan
"Em..gak kok, gak papa. aku hanya tidak ingin memperkeruh suasana saja" ucap Norma gugup berusaha menyembunyikan yang sebenarnya
"Tapi dia kan cuma mantan suami kamu, tidak seharusnya dia berbuat seperti itu sama kamu. tidak benar jika kamu membiarkan begitu saja, apa kamu tidak takut hal serupa akan terulang lagi?" ucap Arif pura - pura perduli
"Dia memang temprament seperti itu, tapi kamu tidak usah kawatir." ucap Norna tidak ingin Arif terus membahas mantan suaminya.
"Mana bisa aku tidak kawatir melihat kamu di perlakukan seperti itu sama mantan suami kamu. apa lagi kamu tau aku ini seorang penegak hukum, melihat kamu diperlakukan seperti itu. apa menurutmu aku harus diam saja dan pura - pura tidak melihat semuanya?" tanya Arif
"Bukan seperti itu, tapi kamu tidak mengerti posisiku. intinya aku tidak ingin membuat masalah dengan nya lagi" ucap Norma
"Membuat masalah lagi? apa kejadian kemarin itu karena kesalahan kamu?" tanya Arif menatap mata Norma berusaha mencari jawaban dari matanya
"Bukan, bukan seperti itu. sudah lah tidak usah membahas masalah itu lagi ya. bukankah sekarang aku sudah baik - baik saja" ucap Norma yang telihat jelas dari matanya sedang menutupi sesuatu
"Aku heran sama kamu, kenapa segitunya kamu seolah berusaha melindungi mantan suami kamu, sepertinya kamu masih mencintai mantan suami kamu" ucap Arif pura - pura cemburu
"Cinta? cinta apanya maksud kamu, dari awal kami menikah tidak pernah ada cinta diantara kami. kamu tau kan cintaku cuma buat kamu" ucap Norma
****
"Jadi menurut kamu, aku tidak usah lagi meladeni Saka ya" ucap Nia
"Iya, hidup itu pilihan. dan kamu sudah memutuskan untuk memilih Alan. jadi saranku tetap fokus pada Alan. jangan tergoda lagi sama Saka. kalau sekarang kamu memilih Alan itu bukan suatu kesalaha, karena selama ini kamu sudah memberi waktu cukup lama agar dia mau serius sama kamu. tapi dia sendiri yang selalu menolak untuk serius." ucap Ane menasehati
"Tapi kalau Saka tetap datang lagi aku harus gimana?" ucap Nia bingung
"Katakan saja mungkin memang kalian tidak berjodoh. kita tidak bisa kan memaksakan seseorang untuk berjodoh dengan kita?" ucap Ane memberi Nia pandangan.
"Iya sih, kamu bener Ane. kita telphon yang lain yuk" ucap Nia mengambil hape nya dan mencari nomer - nomer sahabatnya
"Hai Wawa, Yeni, Nur?" ucap Nia dan Ane menyapa Wawa
"Kalian enak ya, bisa sering - sering ketemu" ucap wawa
__ADS_1
"Ingat, satu bulan lagi datang semua ya kerumahku" sahut Yeni
"Lho..ini beneran kamu jadi mau nikah sama TNI yang kamu ceritakan dulu?" tanya Ane
"Insyaalloh benaran, satu bulan lagi aku tunggu kedatangan kalian di acara Nikahanku" ucap Yeni
"Nikah, kok secepat itu?" tanya Nur
"Iya rencana akan diajukan, seminggu setelah lamaran langsung menikah karena masa dinas Toni disana diperpanjang lagi satu tahun. jadi ini cuma dikasih waktu satu bulan dirumah, setelah itu balik lagi ke papua. ucap Yeni menjelaskan
"Wah, Habis nikah langsung ditinggal dong?' sahut Wawa
"Ya mau gimana lagi? udah resiko persit siap ditinggal tugas" ucap Yeni
"Cie calon ibu Persit nih ceritanya? insyaalloh kalau jadi kita samaan lho" ucap Wawa
"Bentar - bentar kamu juga sama TNI sekarang?" tanya Ane antusias
"Doa' in aja ya, semoga kali ini bener - bener jodohku" jawab Wawa
"Jadi beneran kamu sudah punya cowok sekarang" ucap Nia senyum
"Iih...seneng banget akhirnya kita satu - satu mulai pecah telur semua, ini Nia juga sudah dilamar sama Alan" ucap Ane
"Alan? Alan temannya Bang Arif yang datang ke nikahan kamu itu kan?" tanya Wawa
"Iya Alan itu" ucap Ane
"Wah gila, ternyata dia benaran saat itu. terus Saka gimana??" tanya Wawa penasaran
"Ya itu masalahnya, disaat aku sudah dilamar Alan, malah sekarang Saka bilang Mamanya sudah mengijinkan dia untuk menikah dan mau melamar juga" jelas Nia
"Serius kamu? tapi kasian juga ya Saka. pasti tidak mudah juga baginya untuk menerima kenyataan ini. karena selama ini kita tau kan, dia bukan tidak mau serius sama Nia tapi /Mama nya melarang dia menikah lantara dia tulang punggung keluarga." ucap Yeni
"Ya, aku juga tau itu. tapi sudah tiga tahun kita pacaran tanpa kejelasan dan aku sudah memberi dia banyak waktu tapi dia nya selalu bilang belum siap terus." ucap Nia sedih
__ADS_1
"Sudah - sudah jangan buat Nia sedih lagi. menurutku dalam hal ini Nia sama sekali tidak salah. itu lah yang dinamakan jodoh. kita tidak bisa memprediksi dengan siapa kita berjodoh. karena jodoh itu ketetapan Alloh." ucap Ane mencoba memberi wawasan pada teman - teman nya.
"Iya Ane, apa yang kamu katakan benar. pacaran lama ternyata belum berjodoh banyak kasus, baru kenal e tau - tau nikah juga banyak" Sahut Yeni