
Hari ini untuk pertama kalinya setelah drama yang terjadi dalam rumah tangga Saka dan Tika. Mereka berlibur bersama dengan Almira. untuk pertama kalinya mereka membawa Almira berlibur ke pantai.
setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam mereka sampai kepantai. Almira tampak senang bermain dipantai, Saka mengajaknya bermain pasir membangun sebuah istana.
Almira terlihat sangat antusias dan bahagia.
Almira juga berlari-larian mengejar Tika begitu juga Saka. mereka bertiga terlihat seperti layaknya sebuah keluarga yang bahagia. orang lain yang melihatnya pun pasti kan berpikir demikian. tidak mungkin akan ada yang menyangka kalau dibalik tawa mereka ada sebuah kesedihan yang mendalam. terutama untuk Tika
Karena mungkin ini kesempatan terakhir bagi dirinya untuk berlibur bersama dengan orang yang dicintainya.
Ya, Tika memang masih mencintai Saka. dan rasa cintanya untuk Saka tidak pernah berubah dari awal hingga saat ini, saat dimana dirinya mengetahui kalau laki-laki yang dicintainya terlibat skandal dengan wanita lain. bahkan sampai memiliki seorang anak. namun semua permasalahan itu tidak membuat cinta untuk suaminya berkurang. justru Tika berusaha menjadi penguat bagi Saka. jika wanita lain yang ada diposisi Tika mungkin sudah memilih untuk pergi menjauh dan tidak mau tau apapaun tentang Saka. tapi Tika berbeda-beda. Tika dengan iklas membantu Saka untuk menebus kesalahannya dimasa lalu dengan merawat Almira. membanjirnya dengan kasih sayang hingga Almira tidak merasa kurang kasih sayang.
Tapi sekarang kedekatannya dengan Almira justru membuatnya sulit untuk pergi dari dan melepaskan Almira.
Ada perasaan tidak rela kehilangan Almira.
"Sayang sini" panggil Saka
"Tidak akh, aku disini saja. kalian saja yang main air" teriak Tika yang duduk di tepi pantai lebih memilih memandangi Saka dan Almira yang bermain air.
"Ante sini.. ante sini.. " ucap Almira dengan khasnya balita menarik Tika untuk ikut main air.
Tika yang tidak pernah bisa menolak ajakan Almira tentu saja menurut.
__ADS_1
Akhirnya ketiganya pun bermain air dipantai dan kejar-kejaran hingga semuanya basah.
Puas main air, ketiganya kembali ke hotel. iya, malam ini mereka memutuskan untuk menginap dihotel.
Bu Risma yang mengetahui kalau Saka dan Tika mengajak Almira liburan ke pantai pun merasa bahagia. pasalnya bu Risma berharap dengan liburan bersama. perasaan mereka akan semakin kuat dan mengurungkan niat mereka untuk berpisah.
Dihotel
"Tika, kenapa menangis?" tanya Saka melihat Tika yang sedang menangis ditepi pantai. karena kebetulan kamar yang mereka pesan langsung menghadap kepantai.
"Kamu disini, Almira mana?" Tanya Tika melihat sekeliling
"Almira sudah tidur, kamu belum jawab kenapa kamu menangis? kamu menangis karena Almira kan?" ucap Saka menebak
"Seandainya aku bisa menjadi orang yang egois, aku ingin mempertahankan kamu dan Almira untuk tetap disampingku. jujur aku memang takut berpisah dengan Almira. aku yang merawatnya dari bayi. aku yang semalaman tidak tidur untuk memastikan dia baik-baik saja. dan sekarang aku harus memikirkan jika nanti aku berpisah dengannya, ini sulit untukku mas. tapi aku juga tidak boleh jadi orang yang egois kan?" ucap Tika menatap lekat Saka
"Kita tidak harus berpisah Tika, kamu istriku aku mencintaimu. aku dan Nur adalah sebuah kesalahan dimasa lalu. iya aku pernah melakukan kesalahan itu tapi aku tidak mencintainya. saat itu aku hanya bermain-main tanpa memikirkan akibatnya. dari awal aku kenal Nur, aku tidak pernah mengunakan hati. jujur saja saat itu dipikirkan memang hanya untuk kesenangan sesaat karena saat itu aku masih berpacaran dengan Nia. berawal dari kesalahanlah aku bisa melakukan hubungan sejauh itu dengan Nur. aku tau apapun alasannya aku tetap salah. seumur hidupku aku akan selamanya hidup dalam penyesalan" ucap Saka
"Mas Saka, aku tau mungkin kalian dulu memang hanya suatu kesalahan. tapi mas Saka harus menebus kesalahan itu. apalagi diantara kalian sekarang ada Almira yang membutuhkan kalian berdua" Tika menatap Saka dengan tatapan tajam
"Almira membutuhkan kamu, lihatlah dia sama sekali tidak bisa jauh dari kamu" Saka meraih tangan Tika
"Mas, aku disini hanya sebagai pengganti sampai Mbak Nur sembuh dan kembali bersama kalian. aku tidak ingin menyakiti mbak Nur lagi mas. dia seperti ini karena kita. karena mengetahui fakta pernikahan kita. dia sangat mencintaimu mas. jangan membuatnya terluka untuk kesekian kalinya. cobalah menerimanya sebagai seorang wanita dan ibu dari anakmu" ucap Tika berusaha menyakinkan Saka
__ADS_1
"Kamu wanita yang sangat baik Tika, jujur saja aku berat jika harus kehilangan wanita sebaik dirimu. aku bukan ingin lari dari tanggung jawab. aku akan bertanggung jawab tapi tidak dengan menikahinya" ucap Saka
"Lalu dengan apa mas? mbak Nur mencintaimu. yang mbak Nur inginkan bersama dirimu mas" kembali Tika menginginkan
"Tika, aku benar-benar tidak mencintai Nur. aku akan bertanggung jawab atas anakku Almira tapi untuk menikah dengan Nur aku rasa ini bukan solusi. mungkin aku akan menebus dosaku pada Nur tapi kembali aku akan kembali membuat dosa dengan menyakiti wanita sebaik kamu. bukankah Alloh juga tidak menyukai perceraian"ucap Saka yang berusaha membujuk Tika agar tidak meninggalkan nya.
"Tika kamu wanita yang sangat baik, mungkin aku tidak pantas untukmu. tapi aku ingin menjadi laki-laki egois yang akan tetap mempertahankanmu" batin Saka
"Tidak mas, aku tidak bisa berbahagia diatas penderitaan wanita lain. dan Almira lebih membutuhkan mbak Nur sebagai ibu kandungnya. bukan aku! keputusanku tidak akan berubah. setelah mbak Nur sembuh aku akan kembali mengajukan gugatan cerai. maafkan aku mas" Ucap Tika segera berdiri dan meninggalkan Saka dipantai. dan Saka terus memandangi punggung Tika yang berjalan dengan cepat menuju kamar hotel tempat dimana mereka menginap.
Dikamar
Tika menatap wajah Almira yang sedang tertidur dengan lelapnya.
"Almira, maafkan tante ya. maafkan tante yang sempat berpikiran egois menginginkanmu dan menggantikan ibumu. tapi percayalah nak, tante tidak akan melakukan itu walaupun tante menginginkannya. tante sadar tidak semua keinginan kita harus menjadi kenyataan. akan tiba saatnya dimana tante akan segera bangun dari mimpi tante. yang kamu butuhkan mama kandungmu bukan tante" Tika mengecup lembut kening Almira
Sebegitu besar cinta Tika untuk Almira, orang akan menganggap mereka ibu dan anak kandung.
Sementara Saka yang masih berada ditepati pantai memikirkan apa yang harus dilakukan setelah ini. dirinya memang ingin menebus kesalahannya tapi tidak dengan menikahinya. dari awal Saka tidak mempunyai perasaan cinta untuk Nur. mereka melakukan itu semua berawal dari kesalahan bukan cinta.
"Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku, berikanlah petunjuk yang terbaik untukku" Doa Saka
^Happy Reading sayanx^😘🥰
__ADS_1