Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PARTUS TAK MAJU


__ADS_3

Mama Saka masih terdiam duduk dipembaringan, matanya terus mengeluarkan cairan bening seperti kristal. kesedihan yang tak mampu tertahan lagi. tidak pernah menyangka diusianya yang sekarang harus mengalami semua ini. sakit yang dirasakan ini mungkin sebagai balasan dari dosa dimasa lalu.


"Ma, diminum dulu ya" Tika membawakan teh hangat


"Ma, jangan seperti ini. Tika tau, tidak mudah menerima semua ini. tapi semua sudah terjadi. sudah ma. jadikan ini sebagai pembelajaran dalam hidup. biar bagaimana Sasa anak mama dan yang bakal lahir itu juga cucu mama" ucap Tika mencoba membuka pikiran bu Risma yang sampai saat ini belum bisa menerima kenyataan Sasa pulang dalam keadaan perut buncit dan mau lahiran.


"Tidak Tika, mama tidak bisa menerima semua ini. kenapa anak-anak mama tidak ada yang benar? apa dosa mama? mama hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak mama. hanya itu Tika. apa mama salah? menginginkan yang terbaik untuk anak-anak nya?" Bu Risma menyeka air mata nya


"Tidak ma, menginginkan kebahagiaan untuk anak-anak memang tidak salah. tapi saat anak berada di rel yang salah seharusnya mama mengembalikan mereka ke rel yang benar." Tika memberanikan diri menasehati mertuanya yang tidak pernah mau melihat kesalahannya.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu? kamu pikir selama ini apa yang mama lakukan salah?"


Bu Risma bangkit dan menatap mata Tika


"Bukan seperti itu ma, tapi dengan kejadian ini semua sudah cukup menjadikan pelajaran untuk kita semua. Alloh memberikan ujian bukan tanpa sebab ma. kejadian dulu sama mb Nur seharusnya sudah cukup kita jadikan pelajaran. mama tidak mau kan, Sasa mengalami apa yang dialami mbak Nur? jangan menekankannya ma. jangan sampai Sasa juga depresi. dan kalau boleh Tika memberi saran, minta maaflah sama mbak Nur ma. Tika yakin mbak Nur akan memaafkan mama" ucap Tika


"Kamu menyuruh mama merendahkan harga diri mama di depan wanita murahan itu? jangan mimpi!" bu Risma melengos


"Astaghfirullah ma, kenapa mama begitu keras kepala. kurang baik apa mbak Nur ma. lihatlah setelah apa yang sudah Saka lakukan dan membuat hidupnya jadi berantakan. papanya meninggal hidupnya berantakan. tapi mbak Nur masih berbesar hati untuk memaafkan Saka. bahkan menyerahkan Almira pada kami. Kenapa mama masih saja membenci mbak Nur?" ucap Tika meneteskan air mata


"Ante.. ante" panggil Almira masuk kamar neneknya


"Iya sayang, ada apa?" jawab Tika


"Nenek kenapa ma? nenek sakit?" Almira melihat bu Risma yang terlihat lesu


"Aku bukan nenekmu" jawab bu Risma ketus


"Astaghfirullah, mama. kenapa belum juga berubah ma?" Tika menggelengkan kepalanya mendekati Almira


"Almira sayang, kita diluar saja yuk! main sama tante Tika"

__ADS_1


Almira menurut, keduanya main dihalaman


sampai panggilan telepon dari Saka masuk dan mengabarkan kondisi Sasa yang saat ini masih berjuang, karena pembukaan tak maju. Saka meminta Tika menyampaikan pada bu Risma untuk datang ke rumah sakit dan memberi maaf untuk Sasa agar persalinan Sasa lancar.


Dengan tergesa-gesa Tika menyampaikan pesan dari Saka, namun kerasnya hati bu Risma tak tergerak sedikit pun untuk mengunjungi Sasa kerumah sakit. kekecewaan dan rasa malu akan perbuatan Sasa membuat bu Risma enggan untuk memaafkan Sasa.


"Ma, kenapa mama tidak membuka hati mama untuk bisa memaafkan Sasa. kasian Sasa ma, dia ingin minta maaf sama Mama. Sasa ingin mama menemaninya dirumah sakit" rengek Tika meneteskan air mata


Meskipun Tika belum pernah melahirkan, namun Tika tau melahirkan adalah perjuangan yang cukup berat dan nyawa seorang yang melahirkan sudah sampai tenggorokan.


"Katakan pada Sasa, mama tidak akan memaafkan nya."


"Ma, jangan seperti ini. Sasa anak mama" bujuk Tika


"Sebaiknya kamu pergi, jangan ganggu mama. cukup satu anak yang tidak diinginkan dirumah ini. jangan tambah lagi!' bentak bu Risma


"Astaghfirullah sungguh keras hati mama. kasian Almira kalau sampai mendengar apa yang mama katakan." Tika mengelus dada


Dengan perasaan campur aduk dan sangat kecewa dengan sikap mertuanya, Tika menghubungi Saka menyampaikan apa yang barusan diucapkan mamanya


"Astaghfirullah, kenapa mama seperti itu. aku sudah tidak tega melihat Sasa. biar bagaimana dia adikku. adik yang aku sayangi. melihat Sasa kesakitan seperti ini hatiku teriris rasanya" ucap Saka terisak


"Kamu yang sabar ya, aku ingin kesana tapi bagaimana dengan Almira? aku tidak mungkin menitipkan Almira pada mama. sedangkan aku juga tidak mungkin meninggalkan Almira sendiri" ucap Tika


"Kamu sebaiknya dirumah saja temani Almira. biar aku yang menjaga Sasa. walaupun sebenarnya aku juga tidak kuat mendengar tangisan Sasa. kata Bidan yang memeriksanya saat ini masih diupayakan untuk diinduksi( proses merangsang kontraksi rahim karena tak adanya kontraksi alami).


dan setelah dilakukan induksi justru tangisnya semakin menjadi" Saka menceritakan dengan air mata terus membasahi pipinya


"Kenapa samapai diinduksi mas?" tanya Tika


"Kata bidan yang memeriksanya terpaksa Sasa harus diinduksi karena pembukaan tak maju, kamu bantu doa ya. semoga diberi kelancaran dan semoga Sasa dan bayinya selamat" kembali Saka menangis

__ADS_1


Sekarang dirinya menyesali perbuatannya dimasa lalu. dan menyadari betapa menderita Nur saat itu. berjuang melahirkan Almira seorang diri.


"Hua.. Hua... " tangis Saka didepan ruang tindakan


"Saka" Nia duduk disamping Saka


Menyadari kehadiran Nia, Saka segera menyeka air matanya


"Apa tante Risma belum mau datang juga?" tanya Nia


Saka mengangguk mengiyakan


"Kamu yang sabar ya, saat ini kamu harus menguatkan Sasa. kasian Sasa!" ucap Nia


"Iya, aku sebenarnya marah sama Sasa. tapi melihatnya seperti itu juga membuat hatiku sakit" ucap Saka dan Nia memahami semua itu. karena Nia tau seperti apa Saka. Saka sangat menyayangi adiknya itu.


"Bagaimana keadaan Sasa? setelah diinduksi apa sudah ada kemajuan?" Saka melihat Nia


Nia menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas.


"Masih sama. kita tunggu advice dari Dokter selanjutnya. kemungkinan kalau dalam waktu empat jam kedepan belum ada perubahan. mungkin jalan satu-satunya SC. kasian juga Sasa kalau dibiarkan terlalu lama" Ucap Nia


"Lakukan yang terbaik, tolong lakukan yang terbaik untuk Sasa. kalau perlu SC sekarangsaja biar dia tidak kesakitan" ucap Saka


"Semua ada prosedur yang harus dijalai Ka, kita berdoa saja yang terbaik untuk Sasa dan bayinya. tapi menurutku kamu tetap coba bujuk mama kamu untuk datang kemari. karena pernah ada kasus hampir sama seperti Sasa. seolah bayi tidak mau lahir. tapi begitu orang tuanya datang dan memaafkan anaknya. alhamdulillah persalinan lancar. tidak lama setelah itu bayinya lahir. percaya tidak percaya doa seorang ibu itu selalu didengarkan Alloh. dan murka nya orang tua juga murkanya Alloh. karena itu jangan sekali-kali menyakiti hati seorang ibu" ucap Nia


"Aku akan coba Nia, tapi aku tidak yakin mamaku akan datang. kamu tau sendiri, mamaku seperti apa. mama sangat keras kepala" ucap Saka dengan mata berkaca-kaca


^Happy Reading^


Terimakasih atas dukungan dari teman-teman semua😍😘

__ADS_1


__ADS_2