Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CINTA BERSEMI


__ADS_3

Alan yang sudah lebih dulu kembali dikos menunggu Nia istrinya pulang kerja. sembari berpikir untuk menyelesaikan kesalah fahaman yang terjadi antara Riri dan dirinya.


Mingkin lebih tepatnya bukan kesalah fahaman tapi meluruskan sikap Riri kepada dirinya yang membuat Mamanya harus membenci Nia.


Tok..tok...


"Assalamualikum" ucap Nia salam


"Walikumsalam" Alan membukakan pintu dan Nia mencium tangan Alan


Nia masuk merebahkan tubuhnya yang terasa capek dikasur yang ada di dalam ruangan berukuran kecil tersebut. kamar kos Nia yang hanya ada satu tempat tidur, satu lemari dan satu meja.


"Capek ya sayang?" ucap Alan mendekati istrinya


"Iya Mas" jawab Nia singkat


"Apa gak sebaiknya mandi dulu, baru istirahat?" ucap Alan


"Iya Mas" Nia berdiri dan langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Alan yang merasa istrinya sedang dalam mood tidak baik berusaha untuk memahami.


Nia yang baru saja selesai mandi dengan rambut yang basah langsung merebahkan dirinya dikasur.


"Nia sayang rambut nya dikeringkan dulu ya, nanti masuk angin kalau tidur dengan rambut basah." ucap Alan


"Iya mas" jawab Nia singkat berdiri dan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer


Alan berdiri dan mengambil alih hair dryer yang ada ditangan Nia. Nia pun hanya diam dan patuh tidak ada kata lain selain mengiyakan.


Setelah rambut Nia kering. Alan membalikan tubuh istrinya dan Alan duduk di depan istrinya


"Apa mas salah sama Nia?" tanya Alan menatap mata Nia


Nia hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Mas tau, Nia kecewa dengan sikap Mas yang terkesan tidak tegas. tapi di balik semua yang Nia lihat, aku hanya mau Riri mengatakan sendiri pada Mama kalau dirinya seperti yang kita kira. karena kalau kita sendiri yang bilang ke mama tentu saja akan sulitn Riri akan mengelak dia tidak akan mengakui didepan Mama." ucap Alan


"Okay, sekarang Nia mau tanya hasil dari pertemuan kalian kemarin apa?" tanya Nia selidik


"Semua kecurigaan kamu benar, Riri memang ada perasaan sama aku. tapi kamu jangan berpikir aneh-aneh ya. karena bagi aku Riri adalah adik ku dan selamanya dia adikku tidak akan ada yang bisa merubah itu" ucap Alan


"Ya, Nia faham" ucap Nia singkat karena kesal

__ADS_1


"Sayang, sudah dong ngambeknya. iya mas salah. maafin ya" ucap Alan mengiba


"Apa sih mas, udah Nia mau tidur" ucap Nia


"Yakin mau tidur? dari kemarin kita gak ketemu lho, apa kamu gak kangen sama suami gantengmu ini?" tanya Alan


"Gak" jawab Nia singkat sembari menarij selimut dan menyelimuti tubuhnya untuk bersiap tidur


Alan mendekat dan memeluk erat tubuh Nia yang tertutup selumut


"Jangan tidur dulu! mas kangen sama kamu" ucap Alan lirih ditelinga Nia


Alan yang mulai nakal mengganggu istrinya yang hendak tidur, menciumi kening, pipi, hidung, matanya dan bibirnya penuh gairah.


Alan ikut masuk kedalam selimut Nia, dan malam ini pun keduanya memadu kasih seoalah tidak ada masalah apa pun yang terjadi pada mereka.


****


Sementara ditempat lain Nina dan Gilang nampak asyik menonton Film dirumah.


Keduanya duduk disofa sambari menikmati makanan ringan yang sedang dipegang Nina.


"Nin, boleh aku menanyakan sesuatu?" ucap Gilang berusaha menata hati untuk bersikap tenang tak ingin terlihat gugup didepan Nina


"Em, kenapa?" jawab Nina masih asyik menguyah makanan ringannya dan menatap Tv.


"Uhuk .uhuk..." Nina yang tiba- tiba merasa tenggorokannya gatel karena kaget


"Kamu tidak apa-apa Nin? maaf ya kalau pertanyaanku membuat kamu syok" ucap Alan panik dengan memberinya segelas air


Nina mengamb air yang diberikan Gilang kemudian meminumnya


Setelah Nina sudah terlihat lebih baik, Gilang kembali menanyakan pertanyaannya


"Jadi gimana?" ucap Gilang


'Gimaba apa? em..eh.. udah malam kita tidur yuk" ucao Nina menekan tombol power Tv nya untuk memetikan TV yang masih menyala dan segera berdiri untuk menghibdari pertanyaan Gilang


Dengan cepat Gilang menarik tangan Nina hingga Nina terjatuh dipangkuan Gilang.


"Aaww" teriak Nina kaget saat jatuh du pangkuan Gilang


"Udah disini aja" ucap Gilang memeluk erat tubuh Nina dan tidak diijinkan berdiri.

__ADS_1


"Sudah malam" ucap Nina


"Malah bagus kan sudah malam" Ucap Gilang lirih ditelinga Nina dan membuat sensasi yang selama ini belum pernah dulakukan .


"Jadi gimana? apa benar kamu sudah mencintaiku?" tanya Gilang lagi


Nina hanya senyum-senyum malu tanpa me jawab


"Diam mu aku anggap benar . benar kamu mencintaiku?" ucapnya lagi.


Keduanya saling menatap penuh arti, mendekat dan semaki dekat lima senti,tiga senti dan kedua bibir mereka bertemu untuk kali pertamanya.


cukup lama mereka saling berciuman, berpelukan, dengan sigap Gilang menggendong tubuh Nina kemar dan membaringkan Nina diranjang mereka. pelan tapi pasti keduanya berhasil memadu kasih, tampak rona bahagia diwajah mereka.


"Benar ya kamu mencintaiku?" tanya Gilang kembali yang masih berada didalam satu selimut dengan Nina


Nina hanya tersenyum malu dan membenamkan wajahnya di dada Gilang.


Gilang segera meraih wajahnya dan menatap matanya


"Aku ingin mendengar nya langsung, tolong katakan kalau kamu mencintaiku" perintah Gilang


"Iya Lang, aku mencintaimh" ucap Nina malu dan kembali membenamkan wajahnya di dada milik Gilang sembari memeluk erat tubuh Gilang


Mendengar Nina mencintainya serasa mendapatkan tetesan air surga yang begitu sejuk menyirami hatinya.


kata-kata yang sudah lama sekali ingin dirinya dengar.


Benar yang dikata kan orang-orang tidak ada usaha yang sia-sia.


Setelah kesabaran nya yang cukup lama hari ini Nina akhirmya mengatakan jatuh cinta padanya


Sungguh kata-kata yang dulu terasa hanoir tidak mungkin


"Terimakasih ya sayang, sungguh ini terasa seperti mimpi. kamu mengatakan mencintaiku. kamu membuatku yakin tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini" ucap Gilang


"Maafin aku Gilang, sungguh kebodohanku tidak bisa melihat kesungguhan cintamu. aku terlalu bodoh tidak bisa melihat mu, melihat perjuanganmu dan keseriusan cintamu." ucap Nia dengan mata berkaca-kaca


"Semua itu sudah berlalu. aku berharap kedepan kita bisa menjadi lebih baik lagi. memperbaiki hubungan ini dengan perlahan" ucap Gilang


"Iya, aku janji Gilang. akan belajar menjadi istri yang baik untuk kamu" ucap Nia


Keduanya berpelukan, Gilang kembali mencium kening Nina berkali-kali. perasaan senang dan bersyukur karena kini Nina membalas perasaan cintanya. Nina yang biasanya selalu cuek terhadap dirinya kini memeluk manja dirinya. terlihat tak ingin jsuh dari Gilang suaminya.

__ADS_1


Nina pun tidak pernah menyangka kalau dirinya bisa jatuh cinta pada Gilang. awal mula dirinya mau menikah dengan Gilang hanya karena ingin belajar melupakan Arif


Haaiii sayanx akoh, maafin ya kemarin benar-benar tidak bisa update dan membuat kalian menuingi


__ADS_2