Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 210


__ADS_3

"Okey, lima menit lagi sampai sana" ucap Alan yang jarak kantor dengan rumah sakit memang tidak terlalu jauh. Alan tersenyum saat mengendarai motornya, merasa bahagia karena mau bertemu dengan Dokter Anggun, wanita yang akhir-akhir ini lumayan sering muncul didalam lamunannya.


Iya Alan memang akhir-akhir ini merasa kalau Dokter Anggun itu wanita yang baik, walaupun banyak gosip tentang hubungan mereka, seolah mereka bertukar pasangan. tapi sepertinya Alan dan Dokter Anggun tidak terlalu ambil pusing masalah itu. karena sejatinya hanya mereka yang tau, kisah yang sebenarnya"


"Hai.. cantik, mau naik ojek abang gak?" Goda Alan mematikan moge nya didepan Dokter Anggun


"Hahaha.. kamu apaan sih Lan, bisa aja kamu ini" ucap Dokter Anggun


Alan turun dari moge, mengambil helm cadangan dan memakaikannya.


"Anggun" ucap Dokter Sigit saat Anggun akan naik moge Alan


"Mas Sigit, ada apa?" tanya Anggun


"Aku mau bicara" ucap Dokter Sigit melihat kearah Alan dan Alan menatap Dokter Sigit dengan tatapan tajam dan tidak suka


"Maaf mas, tidak bisa. aku mau pergi sama Alan" ucap Dokter Anggun


"Sebentar saja, ada yang harus kita bicarakan"


"Maaf lain kali saja, dan sepertinya seingat saya diantara kita sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan" ucap Dokter Anggun kembali mau naik motor Alan


"Tapi ini tentang Tasya, Tasya ingin berbicara dengan kamu" ucap Dokter Sigit mebuat Dokter Anggun kembali berbalik melihatnya


"Tasya? ada apa dengan Tasya?"


"Ikut denganku, kita akan berbicara soal Tasya" ucap Dokter Sigit


Anggun terdiam melihat kearah Alan dan Dokter Sigit. tidak bisa dipungkiri Dokter Anggun sangat menyayangi Tasya dan sudah menganggapnya sebagai anak kandung sendiri. tapi Dokter Anggun juga sadar, saat ini Dokter Sigit sudah beristri apapun alasannya tidak baik kalau Dokter Anggun pergi bersama dengan suami orang. lalu apa bedanya dia dengan Nia yang pernah mengganggu suaminya? itulah yang ada didalam pikiran Dokter Anggun.


"Maaf tapi aku tidak bisa pergi dengan kamu mas, saat ini kamu adalah seorang suami. lalu apa bedanya aku dengan istri kamu yang sekarang? kalau aku mau pergi bersama laki-laki yang sudah bersuami. maaf aku bukan wanita perebut suami orang. ada laki-laki lajang kenapa aku harus pergi dengan suami orang" jawab Dokter Anggun kembali naik ke moge Alan.


"Tapi ini untuk Tasya" kembali Dokter Sigit menyakinkan


"Nanti aku akan menghubungi Tasya sendiri. aku harus pergi. Ayo Lan" ucap Dokter Anggun menyuruh Alan untuk pergi

__ADS_1


Alan menatap Dokter Sigit tersenyum sinis dan menyunggingkan sebelah bibirnya


Dokter Sigit menatap Moge Alan yang membawa mantan istrinya menyusuri kota Semarang.


"Sial. Aarrgg... " teriak Dokter Sigit frustasi


Ternyata menggunakan nama Tasya untuk membujuk Dokter Anggun juga tidak mempan.


Dengan perasaan kesal, Dokter Sigit kembali kerumah dan melampiaskan kekesalannya pada Nia.


Hari ini Dokter Sigit terlihat murka dan marah pada Nia.


"Mas, kenapa kamu menyalahkan aku? apa salahku? aku sudah berusaha menyuruh mas Alan untuk meninggalkan mantan istri kamu, tapi jika memang mereka tetap mau bersama lalu kenapa kita harus menghalangi? salahnya dimana kalau mereka bersama? mereka saat ini sama-sama lajang, dan mereka berhak untuk bersama" ucap Nia


"Berhak kamu bilang? enak sekali mantan suami kamu, melepas kamu dan mendapatkan Anggun. Anggun tidak bisa disamakan dengan kamu, Anggun itu wanita yang memiliki segalanya. dia cantik, kaya dan memiliki segalanya"


"Kalau memang seperti itu, kenapa kamu berselingkuh, kenapa kamu mendekati aku, kenapa kamu menyakinkan aku, kalau kamu tidak bahagia dengan istri kamu, kenapa kamu mempermainkan aku setelah semua yang sudah aku lakukan. kenapa, kenapa? teriak Nia histeris


"Itulah kebodohan yang aku sesali, aku menyesal mengenal kamu. aku menyesal menghianati Anggun. aku menyesal, aku menyesal" teriak Dokter Sigit


"Kalau kamu menyesal, tinggalkan aku. kita sebaiknya berpisah" ucap Dokter Sigit


"Aku tidak akan pernah pergi dari sini. aku tidak akan pernah mau berpisah dari kamu mas, walaupun kamu menyakiti aku, aku akan tetap disamping kamu. karena aku tidak mau menyesal untuk kedua kalinya" ucap Nia


"Wanita gila" ucap Dokter Sigit


"Iya aku gila, aku memang gila. dan aku gila karena kamu. kamu yang sudah membuat aku menjadi gila seperti ini" ucap Nia


Dokter Sigit memandang Nia dengan sinis dan meninggalkan Nia.


Sementara ditempat Alan, Alan tampak bahagia memandang putrinya yang sudah tertidur dengan lelap.


"Alan mama dan papa mau bicara" ucap Bu indah


"Iya ma, sebentar lagi Alan keluar" jawab Alan

__ADS_1


Alan berdiri dan menuju ruang keluarga dimana sudah ada mamanya, papanya dan Riri


"Ada apa ma, pa?" tanya Alan duduk disamping papanya


"Kak, apa benar kalau ternyata Dokter Anggun itu mantan istri dari laki-laki yang sudah merebut kak Nia dari kak Alan?" sahut Riri


"Anggun memang mantan istri dari suaminya Nia sekarang" jawab Alan


"Dan apa benar sekarang kak Alan dekat dengan Dokter Anggun?" tanya Riri


"Iya Alan, apa itu memang benar? mama perhatian hubungan kamu dengan perempuan itu tidak biasa?" sahut Bu Indah


"Ma, Alan dan Anggun saat ini memang dekat. tapi sampai saat ini kami masih berteman?" jawab Alan


"Alan, papa dan mama sebenarnya tidak melarang kamu dekat dengan siapapun. hanya saja apa pantas kalau wanita itu mantan istri dari laki-laki yang sudah merebut istri kamu? papa hanya tidak mau kalau itu hanya ajang balas dendam dan suatu saat kalian akan menyesalinya" ucap pak Sandi


"Ma, Pa. Alan dan Anggun ini dekat tidak ada hubungannya dengan perselingkuhan Nia dan laki-laki itu dimasa lalu. bahkan kami bertemu juga dengan tidak sengaja. jadi kami murni dekat tanpa motif balas dendam seperti yang orang lain sangkakan" terang Alan


"Mantan suami Dokter Anggun itu berarti laki-laki bodoh, meninggalkan Dokter Anggun" ucap Riri


"Kamu kenal dengan wanita itu Ri?" tanya Bu Indah


"Kenal ma, kan yang merekomendasikan Dokter Anggun saat Nana sakit gigi juga Riri" ucap Riri menggaruk kepalanya


"Berarti secara tidak langsung kamu dong yang membuat Alan kenal dengan wanita itu?" ucap Bu Indah


"Kalau seperti itu ceritanya, mungkin secara tidak langsung, I-iya emang Riri berarti ma" jawab Riri memperlihatkan gigi putihnya


"Kamu bagaimana bisa tau kalau wanita itu baik?" tanya pak Sandi


"Ya kan Riri kenal baik sama Dokter Anggun, karena Dokter Anggun itu sepupunya mas Fahmi pa" jawab Riri


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment, Vote dan kasih rating bintang 5 ya. jangan lupa subscribe juga sayangku. terimakasih🙏💕

__ADS_1


__ADS_2