
Pagi ini Nina dan Gilang berangkat ke kantor bersama. Gilang menurunkan Nina tepat di depan kantornya.
Nina mencium tangan Gilang dan disambut Gilang mencium kening Nina.
Perasaan bahagia menyelimuti pasangan muda ini.
Berbeda dengan Alan yang masih bingung memikirkan memikirkan cara memberitahu Mama dan Papa nya perihal Riri yang mencintai dirinya.
Karena Riri pasti akan menyangkalnya dan lagi-lagi pasti kesalahan akan dilimpahkan pada Nia istrinya.
Mama nya tidak akan dengan mudah mempercayi apa yang akan dikatakan Alan karena Mamanya sangat menyayangi dan nempercayai Riri. karena itu Alan memutuskan mungki dengan berbicara dengan Papa nya Alan akan mendapatkan solusi dari permasalahan nya.
Tentunya Alan harus menyampaikan hal ini dengan hati-hati karena sakit jantung yang diderita oleh pak Sandi.
Siang ini disebuah rumah makan Alan menemui Papa nya yang sengaja menyempatkan datang dan meninggalkan pekerjaannya untuk menghadiri undangan Alan yang mendadak.
"Ada apa Lan, kenapa tiba-tiba ingin menemui Papa?" ucap Pak Sandi
"Pa, Alan ingin mengatakan sesuatu yang mungkin tidak akan mudah bagi papa untuk percaya, begitu juga dengan Alan. awalnya Alan juga tidak percaya tapi Alan sudah mengkonfirmasi nya sendiri. karena itu Alan sekarang berani mengatakan nya sama Papa." ucap Alan
"Sebentar-sebentar, ini sebenarnya ada apa? apa ini ada hubungannya dengan kepergian kamu dan Nia dari rumah?" tanya Pak Sandi
"Iya pa, ini memang ada hubungan nya dengan hal itu" ucap Alan
"Mama kamu juga sudah memberitahu Papa tentang Nia yang cemburu dengan kedekatan kamu dan Riri" ucap Pak Sandi
"Itu tidak benar Pa, sama sekali tidak benar. Nia bukan orang seperti itu. Nia bukan seperti yang dikatakan Mama dan Riri." ucap Alan
"Lalu sebenrnya ada apa? kenapa sampai kalian meninggalkan rumah?" tanya Pak Sandi
"Begini Pa, sebenarnya Riri sudah mengetahui kalau Riri dan Alan bukan saudara kandung." Ucap Alan
"Dari mana Riri mengetahuinya?" Pak Sandi kaget
__ADS_1
"Entah lah pa, tapi Alan sudah mengkofirmasinya secara langsung dan Riri sudah mengakui semua didepan Alan. tapi masalah utama nya bukan itu pa, melainkan Riri yang mengatakan kalau Riri mencintai Alan bukan sebagi kakak" ucap Alan ragu
"Apa maksud kamu?" ucap Pak Sandi tercengang
"Iya pa, Riri mengatakan pada Alan kalau dirinya mencintai Alan. bahkan sepertinya Riri sengaja mengadu domba antara Nia dan Mama. percayalah Pa, Nia bukan orang seperti itu." ucap Alan
"Apa maksud kamu? Kamu menganggap Riri sengaja ingin merusak rumah tangga kamu dan Nia? Semisal pun benar apa yang kamu katakan kalau Riri sudah mengetahui dirinya yang sebenarnya, apa kamu pikir Riri akan tega melakukan itu semua? kita mendididk nya dengan baik, dengan kasih sayang sejak Riri masih bayi kita memperlakukan nya dengan baik. apa mungkin Riri akan tega melakukan itu semua?" ucap Pak Sandi yang tampak tidak percaya dengan fakta yang ada
"Alan pun awalnya juga merasa seperti itu. tapi ini kenyataan nya Pa. Alan juga menyayangi Riri sebagi adik Alan tidak mungkin Alan akan mengatakan hal yang tidak benar adanya. tidak mungkin Alan akan memfitnah adik Alan sendiri pa" tegas Alan.
"Apa kamu yakin dengan semua yang kamu katakan? tanya pak Sandi
"Alan yakin Pa, Riri sengaja memecah belah keluarga kita dan membuat Nia tersudutkan" Ucap Alan
"Baiklah, Papa akan menyelidiki sendiri masalah ini sebelu masalah ini jelas sebaiknya kamu dan Nia tinggal dikos dulu. biar nanti Papa yang menyeidiki masalah ini dan bicarakan sama Mama" ucap Pak Sandi
Alan merasa sedikit lega dengan reaksi papanya setelah mendengar pengakuan darinya.
***
"Dari mana Lan? dari tadi aku cari-cari." tanya Arif
"Maaf Bang, tadi Alan keluar sebentar ketemu Papa. ada apa ya Bang?" tanya Alan
"Berkas penyediakan atas nama Bagaskara apa masih ada sama kamu?" ucap nya
"Masih Bang, berkasnya masih ada sama saya dan masih saya dalami" jawab Alan
"Kalau sudah segera laporkan ke saya, karena kejaksaan sudah menanyakan perihal penyidikan kasus tersebut" ucap nya
"Siap Bang" jawab Alan
***
__ADS_1
Dret..dret...
Panggilan masuk di hape Alan
"Assalamualikum"
"Walikumsalam Mas, Nia mau minta ijin untuk bertemu dengan Mama boleh mas?"
"Ada apa? sebaiknya tidak usaha karena tadi Aku sudah berbicara sama Papa. dan papa bilang kita tunggu saja, biar papa nanti yang akan menjelaskan ke mama" ucap Alan
"Apa ini benar mas? Nia takutnya Mama akan berpikir kita menyepelekan Mama. sedah beberapa hari ini kita seolah cuek sama Mama" ucap Nia
"Sementara biar seperti ini dulu. kita beri waktu pada mama. sembari Papa akan menyelesailam masalah ini" ucap Alan
"Baik lah mas, ya sudah Nia lanjut kerja lagi ya. Assalamualikum" ucap Nia
"Walikumsalam" jawab Alan menutup telphonya.
"Adik kamu itu berarti orang tidak tau diri ya Lan" ucap Nina mendengar percakapan antara Alan dan Nia ditelphon
"Alan sendiri tidak menyangka Bu, Adik yang dari kecil Alan sayangi layaknya adik kandung sendiri malah berusaha menghancurkan rumah tangga kakaknya" jawab Alan
"Itu karena dia menyalah artikan perhatian kamu, semenjak Riri tau kalian bukan saudara kandung" sahut Viko
"Saranku ya Lan, kamu tegaskan ke Riri kalau kamu hanya menyayangi nya sebatas adik" tambah Viko lagi
"Sudah Bang, semua itu sudah Alan sampaikan dengan jelas. kalau Alan hanya menganggapnya sebagai adik. tapi Riri tetap saja tidak bisa menerima semua itu" ucap Alan
"Ya sudah, kamu yang sabar. ambil saja hikmahnya. ini juga pembelajaran untuk kita semua. kalau ada yang ingin mengadopsi anak angkat alangkah baiknya diperjelas nasab nya dari awal. apa lagi perempuan yang akan membutuhkan wali nya yang sah saat dia akan menikah. jangan ditutupi dan jangan diputus nasab nya. biar kan dia tau yang sebenarnya. karena biar bagaimana Alan dan Riri ini bukan mahram. ada batasan-batasan tertentu yang kalain tidak boleh terlalu dekat." nasehat Arif
"Iya Bang, apa yang Abang sampaikan memang benar. mungkin kalau dari awal Riri kita kasih tau kejadiannya tidak akan seperti ini. setidaknya Riri tidak akan merasa dibohongi dan Alan pun akan lebih bisa membatasi diri agar Riri tidak salah faham dengan kedekatan dan perhatian yang selama ini Alan berikan." ucap Alan.
"Karena sekarang semua sudah terjadi. lebih baik pelan-pelan Riri diajak bicara. buka mata dan hatinya. suatu sat dia pasti akan mengerti. apa yang dilakulan nya saat ini itu semua karena dirinya sedang dalam masa puber. dan baru pertama kali jatuh cinta." ucap Arif
__ADS_1
Tetimaksih syanx-sayanx nya akoh, sudah setia menunggu author updt. jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan Like, coment dan syukur2 kalian mau Vote hehehe...
yang pasti dukungan kalian sangat berarti untuk Author