
Apa yang dikatakan Gilang, menyadarkan Nina bahwa dirinya selama ini sudah sangat keterlaluan. Gilang tidak bersalah, dirinya lah yang mengajak Gilang menikah tapi justru dirinya memperlakukan Gilang dengan kelwatan.
Sebenarnya semalam Nina menyadari suaminya tidak bisa tidur lantara lapar tetapi Nina melilih untuk pura - pura tidak tidur.
Walaupun Nina tidak mencintai Gilang tapi Gilang juga tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini dari Nina.
Menyadari dirinya salah Nina mengambil ATM yang diberikan suaminya dan berniat akan menggunakannya belanja untuk mengisi kulkas dengan bahan - bahan masakan.
Nina juga berencana akan pulang lebih cepat dari kantor untuk menyiapkan makan malam buat Gilang.
Bukan karena dirinya sudah mulai ada perasaan cinta tapi hanya karena perasaaan merasa bersalah dan menyadari Gilang sebenarnya baik yang tak selayaknya mendapat perlakuan seperti ini.
Dikantor Alan yang sudah berbincang dengan Arif dan Viko dikejutkan dengan adanya laporan masuk yang berkaitan dengan Norma.
Kasus yang akan mereka lidik beikutnya berkaitan dengan Norma.
Bagaimana mungkin Arif tidak terkejut, mendapari laporan tersebut.
"Apa mungkin Norma benar - benar berkaitan dengan kasus ini" gumam Arif didengar Viko dan Alan
"Sepertinya seperti itu Bang, kasus ini akan menyeret Norma. karena hasil dari penyelidikan jelas mengarah kesana." ucap Alan
Arif yang sedang duduk di kursi depan mejanya menyandarkan kepalanya pada kedua tangannya sembari memijat keningnya
"Apa yang sebenarnya terjadi selama ini? kenapa sekarang Norma harus masuk kedalam kasus hukum seperti ini" ucap Arif masih bingung dengan Norma, memang sudah tidak ada Cinta dihatinya tapi biar bagaimana Norma pernah menjadi bagian dari perjalan cintanya dan pernah ada dihatinya.
"Mungkin keadaan yang membuatnya seperti ini" ucap Viko yang juga tau Norma dulunya seperti apa. Norma orang yang baik dan lembut saat masih bersekolah di sekolah menengah atas.
"Beberapa wakru yang lalu aku melihat Norma diRumah sakit dengan tubuh penuh luka, dia mengatakan mantan suaminya yang sudah melakuknnya. dan aku sudah menyarankan untuk membuat laporan dikantor kepolisian, aku juga sudah menyuruhnya melakukan visum saat itu. tapi sepertinya Norma memilih untuk tidak melaporkan mantan suami yang sudah memukulinya itu. apa mungkin karena kasus ini?" ucap Arif segera memikirkan tindakan selanjutnya untuk segera mengungkap yang sebenarnya.
****
Hari ini Alan sudah siap untuk menjemput Nia di kos. keduanya sudah sepakat hari ini akan pulang ke Blora menemui pak Rizal ayahnya Nia
Alan yang sudah memarkirkan mobilnya di halaman kos Nia segera bergegas turun.
__ADS_1
*Falshback*
Malam harinya Alan yang meminta ijin pada papa dan mamanya untuk menikah dengan Nia.
"Pa, Ma Alan mau bicara sama Papa dan Mama" ucap Alan menghampiri Papa dan Mamanya yang sedang menonton Tv diruang keluarga.
"Ada apa Lan, sepertinya serius sekali" ucap Pak Sandi Papanya Alan
"Em...gini Pa, Ma, Alan mau menyampaikan kalau Alan mau mau menjalain hubungan serius dengan seorang wanita yang Alan rasa bisa Alan jadikan pendamping hidup Alan" ucap Alan gugup meberanikan diri
Pak Sandi dan Bu intan saling pandang melihat keseriusan yang disampaikan anaknya
"Apa tidak kamu kenalkan Papa sama Mama dulu?" tanya Bu Intan
"Rencananya besok Alan mau berkunjung kerumahnya dulu Ma,menemui Ayahnya menyampaikan keseriusan Alan. nanti setelah dari sana baru Alan kenalin ke Papa dan Mama" ucap Alan
"Kok kamu bisa seyakin itu? kalau Mama dan Papa gak cocok gimana? terlanjur kamu menyampaikan niatan serius kamu sama orangtuanya?" ucap Bu Intan menatap Alan
"Iya Lan, kita kan belum tau orangnya seperti apa, latar belakangnya seperti apa" ucap Pak Sandi
"Mama mau tanya yang membuat kamu seyakin itu apa?" tanya bu Intan
"Dia sebagai wanita cukup berprinsip, dan apa adanya insyaalloh Alan yakin dia yang terbaik Ma" ucap Alan
"Orang mana memangnya Lan cewek kamu ini?" tanya bu Intan lagi
"Orang Blora Ma, namanya Nia. dia kerja sebagi Bidan di Rumah sakit sini" ucap Alan
"Oo Bidan, udah Mama duga" ucap Bu Intan senyum
"Gini lho Ma, sebenarnya Alan tidak pacaran sama Nia karena Nia memang tidak mau pacaran tapi kalau ada laki - laki yang mau serius mendekatinya dia maunya langsung menemui ayahnya." Alan menceritakan
"Ya sudah kami percaya dengan pilihan kamu, dan kami hargai apa yang menjadi pemikiran Nia, tapi setelah pulang dari Blora segera atur waktu untuk dipertemukan dengan Mama dan Papa dulu" ucap Pak Sandi
"Baik Ma, Pa, terimakasih" ucap Alan senang
__ADS_1
"Tapi apa kamu benar - benar yakin sudah mau menikah? usia kamu baru dua puluh empat lho" ucap Bu Intan menanyakan keseriusan Alan karena tidak ingin putra nya menyesal
"Yakin Ma, Alan sudah berpenghasilan. insyaalloh sudah mampu menafkahi secara lahir dan batin. Alan tidak ingin membiarkan masa muda Alan sampai terjerumus dalam dosa karena itu Alan ingin segera menikah agar terhindar dari dosa" ucap Alan
Mendengar apa yang baru saja disampaikan putranya, membuat Pak Sandi dan Bu Intan kembali saling pandang merasa putranya sekarang sudah berubah dan pemikirannya lebih dewasa. keduanya saling senyum tidak menyangka Alan punya penikiran seperti itu.
"Ya sudah, kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, tentu saja Mama dan Papa akan mendukung. sebagai orang tua kami hanya mau melihat kamu bahagia dengan wanita pilihan kamu" ucap Bu Intan
"Kakak mau menikah Ma?" sahut Riri adik Alan
"Iya kakak mu, minta ijin mau menikah" jawab Bu Intan
"Wah playboy mau insyaf ini" goda Riri yang faham sepak terjang Kakaknya
"Kamu ini" ucap Alan menoyor kepala Riri lembut
"Siapa kak calon kakak Ipar Riri?" tanya Riri
"Nanti juga tau sendiri" ucap Alan
"Cantik gak? sama Riri cantikan mana?" goda Riri
"Cantik lah, kalau gak cantik mana mau Kakak" ucap Alan tersenyum
"Huh dasar" ucap Riri menjulurkan lidahnya.
Alan dan Riri sebanarnya bukan saudara kandung karena Riri adalah anak angkat pak Sandi dan Bu intan. Alan tau kalau Riri bukan adik kandungnya tapi Riri tidak tau kalau dirinya anak angkat. karena keluarga Alan tidak pernah memberitahunya dan disini Rara disayangi layaknya anak kandung tidak dibedakan dengan Alan.
"Sudah - sudah kalian ini kalau bersama ribut kalau satunya belum pulang nyariin" ucap bu Intan senyum dengan tingkah anak - anaknya.
*Flashback off*
Mendengar suara mobil memasuki area parkir kosnya, Nia yang sudah siap melihat dirinya sekali lagi didepan cermin, kemudian bergegas keluar"
Mohon dukunganannya dengan cara Like, coment dan vote jika ada ya. dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author terimakasih
__ADS_1