Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERSIAPAN


__ADS_3

"Gimana ya Lan, aku sebenarnya tau apa ingin kamu tanyakan. aku tebak kamu mengetahui sesuatu. tapi maaf Lan. kali ini aku tidak bisa cerita apa-apa. kamu tanya langsung semua pada istri kamu. aku sudah tidak mau tau lagi tentang Nia"


"Kak Ane, sebenarnya apa yang terjadi dengan kakak dan Nia? apa ini karena kakak tau kalau Nia berselingkuh?" ucap Alan melihat Ane


Ane menghembuskan nafas, dirinya bingung harus menjawab apa. Ane ingin menceritakan semuanya tapi Ane juga tidak ingin Nia menganggapnya terlalu ikut campur didalam masalah keluarganya.


"Alan, aku memang mengetahui sesuatu tentang Nia. tapi aku tidak ingin dituduh mencampuri urusan rumah tangga kalian. jadi aku sarankan kamu coba cari tau sendiri, apa yang sebenarnya Nia lakukan dibelakang kamu" ucap Ane


"Jadi benar ya kak? Nia memang selingkuh dibelakangku?" Alan menatap Ane


"Kamu cari tau sendiri saja Lan, aku benar-benar tidak mau lagi berurusan sama Nia." Ane dengan mata berkaca-kaca


"Kak, sebenarnya ada apa? tolong cerita"


"Nia sudah sangat keterlaluan kali ini. aku tidak mau ikut campur urusan kalian lagi." ucap Ane


"Kak, sebenarnya apa yang kakak tau tentang Nia, tolong ceritakan saja kak. apa kakak tidak kasian dengan Alan dan Nana?"


"Yang jelas kamu kan sudah tau seperti apa Nia, tinggal kamu cari bukti sendiri saja, biar Nia tidak menuduh aku lagi. jujur aku sakit hati sama Nia. bisa-bisanya dia nuduh aku ada main sama kamu" terang Ane


"Astaghfirullah, dia bilang gitu kak?" Alan menggelengkan kepala bisa-bisanya Nia menuduh Sahabat dan suaminya untuk menutupi Aibnya sendiri.


"Sekarang semua tergantung kamu, kamu sudah tau fakta tentang istri kamu. tapi kalau saranku jangan gegabah. kamu cari semua bukti dulu, karena selama ini Nia kan menuduh kamu yang berselingkuh, Jangan sampai kali ini dia juga memutar balikkan fakta" ucap Ane

__ADS_1


"Kak, maafkan Nia ya kak, Nia sudah menyinggung perasaan kak Ane. jujur sebagai suaminya aku merasa bersalah. sebagai seorang suami aku sudah gagal. gagal menjaga pernikahan dan gagal mendidik istriku" ucap Alan tak kuasa menahan air matanya.


Dengan cepat Alan menyeka air matanya


Bu Imah yang mengetahui segera memberikan Alan tisu dan mengusap punggung Alan. karena dirumah ini Alan juga sudah dianggap anak sama bu Imah.


Bu Imah yang bukan ibu kandungannya pun ikut meneteskan air mata. mengetahui hal yang terjadi dalam rumah tangga Alan.


"Alan, kamu yang sabar ya Nak! ini ujian untuk mu. ingat jangan sampai masalah ini membuatmu melupakan Nana. apapun yang dilakukan orang tua akan berpengaruh terhadap psikologi anak." ucap Bu Imah


"Terimakasih Bu, Alan hanya bingung harus berbuat apa? Alan marah, tapi Alan tau biar bagaimana dia ibu yang sudah melahirkan anak Alan." ucap Alan memijit pelipisnya


"Lan, yang jelas apapun tindakan yang nanti akan kamu ambil. pikiran dulu semua dengan baik. aku faham Nia kali ini sudah keterlaluan dan perbuatannya tidak bisa dimaafkan. tapi cari solusi yang terbaik. terutama untuk Nana. jangan sampai Nana ikut terluka" ucap Ane


Dirumah Nur


Pernikahan yang tinggal menghitung hari. Nur dan Bu Elsa mengunjungi makam papanya.


"Pa, Nur datang untuk meminta doa restu dari papa. sebentar lagi InsyaAlloh Nur akan menikah dengan ustadz Guntur. seandainya papa tau dengan laki-laki seperti apa Nur akan menikah. pasti papa akan sangat senang. Nur beruntung pa, Alloh masih memberi Nur kesempatan untuk bertaubat dan dipertemukan dengan laki-laki yang InsyaAlloh bisa membimbing Nur menjadi wanita yang lebih baik. Pa, maafkan Nur ya pa. karena Nur sudah membuat papa pernah kecewa. Nur belum pernah membahagiakan papa saat papa masih ada didunia ini, Nur menyesal dengan semua dosa yang sudah pernah Nur lakukan pa." Nur terisak


"Nur, InsyaAlloh papa sudah bahagia disurga. dan InsyaAlloh papa bisa melihat kebahagiaan kamu dari surga. apapun masa lalu kamu, kami sudah memaafkan anakku, kami hanya ingin melihatmu bahagia dan menjadi hamba yang taat terhadap Alloh. Nur sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri, mama harap kamu bisa menjadi istri sholihah yang taat terhadap suami. taati suami kamu selama dalam kebenaran. anakku sesungguhnya surga seorang istri itu ada pada ridho suami, jangan melakukan hal yang dapat membuat suami murka. taat dan patutlah pada suamimu" Bu Elsa memberi wejangan untuk Nur yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri.


Karena hari sudah semakin siang, matahari mulai terasa panas. Nur dan Bu Elsa pulang kerumah.

__ADS_1


"Almira" Ucap Nur saat sampai dirumah sudah ada Almira, Tika dan Bu Risma di depan rumah


"Mama.. mama" Almira berlari memeluk Nur


"Almira sayang, mama kangen nak" Nur mencium kening dan pipi Almira, Nur memeluk Almira melepaskan semua kerinduan.


Kerinduan seorang ibu yang tidak bisa bersama dengan buah hatinya setiap saat


Bu Elsa tak kuasa menahan air mata kebahagiaan, melihat Almira berpelukan dengan Nur putrinya.


"Bu Elsa, kalau diijinkan. kami ingin disini sampai Nur selsai menikah dengan ustadz Guntur. dan saya secara pribadi ingin meminta maaf pada bu Elsa, karena kesalahan saya dulu, sudah sangat menyakiti hati Bu Elsa sekeluarga" ucap bu Risma meneteskan air mata.


"Bu Risma, saya sudah melupakan masa itu, saya percaya Alloh tidak akan memberi kita cobaan diluar batas kemampuan umatNya. dan saya yakin akan selalu ada hikmah dibalik semua kejadian. dengan senang hati saya justru bersyukur bu Risma dan nak Tika berkenan menginap disini menemani Nur di hari pernikahannya." ucap Bu Elsa dan kini keduanya berpelukan dan meneteskan air mata kebahagiaan.


"Alhamdulillah kalian akan menginap disini? jadi saya bisa bersama dengan Almira untuk beberapa hari kedepan?" tanya Nur senang


"Iya mbak Nur, kami akan menginap disini sampai acara pernikahan mbak Nur selesai. kami tau, mbak Nur pasti ingin melewati hari bahagia ini bersama dengan Almira" sahut Tika.


"Alhamdulillah, terimakasih Tika. terimakasih tante" Nur melihat Tika dan bu Risma bergantian


Nur menggendong Almira masuk kerumah dan bermain dengan Almira, sementara yang lain mempersiapkan segala sesuatunya. karena pernikahan akan diadakan dirumah Nur, mereka sengaja tidak ingin menyewa gedung. karena acara akan diselenggarakan secara sederhana. Nur yang menghendaki acara sederhana karena mengingat Nur juga sudah memiliki anak, dan Nur tidak mengundang banyak tamu. hanya teman dekat dan beberapa kerabat.


Sementara di tempat lain, Ane dan Wawa berbelanja kado untuk sahabatnya yang sebentar lagi akan melepaskan masa lajangnya. hanya saja Wawa bertanya-tanya kenapa Nia tidak ingin datang bersama mereka keacara nikahannya Nur?

__ADS_1


^Happy Reading^


__ADS_2