Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 248


__ADS_3

Pagi ini Nia kembali berusaha datang untuk bertemu dengan Nana. Nia dan Dokter Sigit memberanikan diri untuk datang bertamu kerumah Alan. karena biasanya akhir peka seperti ini, mereka semua berada dirumah.


Tapi lagi-lagi Nana belum terketuk hatinya untuk bisa menerima Nia sebagai mamanya bahkan untuk bertemu pun Nana enggan.


Dokter Anggun berusaha menasehati Nana namun kali ini tetep tidak berhasil. Nana lebih memilih untuk tetep berada didalam kamarnya.


"Kalian bisa kembali lagi lain kali. tapi saat ini sepertinya Nana belum bisa bertemu dengan kalian" ucapan Dokter Anggun


"Mbak Anggun, sekali lagi Nia mau mengucapkan terimakasih dan tolong maafkan semua kesalahan Nia dan mas Sigit dimasa lalu" ucap Nia


"Iya Anggun. aku minta maaf untuk semua kesalahan aku dimasa lalu. dan aku juga mau berterimakasih karena kamu sudah berbaik hati untuk tetap menyayangi Tasya. Tasya sudah menceritakan semuanya kalau kamu sudah membantu Tasya untuk memberikan Tasya modal usaha"


"Tidak perlu berterimakasih. karena sampai kapanpun Tasya tetep anakku, tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang sudah kalian lakukan dimasa lalu. aku pun sudah melupakan semua itu. justru aku ingin mengucapkan terimakasih untuk kalian berdua. karena kalian berdua aku dipertemukan dengan mas Alan" ucap Dokter Anggun tersenyum


Nia melihat sekilas kearah Alan, ada rasa iri melihat kebahagiaan mereka. tapi Nia segera menipisnya. penyesalan dimasa lalunya karena tidak bisa menghargai sebuah hubungan menjadikan momok yang seolah tidak bisa disembuhkan. semua kebahagiaan sirna berganti dengan kesedihan yang mendalam.


"Baiklah kami permisi dulu" pamit Dokter Sigit yang sekarang terlihat sudah semakin berumur dan sedikit berkeriput. lain halnya dengan Alan yang masih terlihat gagah dan tampan walapun usianya juga tidak lagi muda.


"Sayang, jangan bersedih waktu akan menyembuhkan segalanya. kamu yang sabar!" Hibur Dokter Sigit menggenggam tangan Nia


"Iya mas, mas apa aku nanti sore boleh membantu kamu di klinik?" tanya Nia


"Kamu mau membantuku di klinik? kamu serius?" Doker Sigit terlihat senang


"Iya aku serius mas" jawab Nia tersenyum


"Dengan senang hati aku akan menerima bantuan kamu sayang, tapi kamu tau kan? klinik itu aku dirikan untuk beramal. aku tidak mematok tarik berobat untuk pasien. mereka bisa datang kapan saja tanpa harus memikirkan biaya" jelas Dokter Sigit


"Iya mas, aku sudah tau itu" jawab Nia


"Kamu tidak keberatan kan? walaupun kita harus hidup sederhana?" tanya Dokter Sigit dan Nia menggalangkan kepala seraya tersenyum

__ADS_1


"Aku juga ingin melakukan kegiatan amal seperti kamu mas, setidaknya di dalam hidupku, biar aku ini bisa berguna untuk orang lain. karena selama ini aku ini hanya menjadi beben untuk semua orang"


"Kita sama-sama belajar menjadi orang yang lebih baik kedepannya ya" ucap Dokter Sigit menggenggam tangan Nia kembali dan tersenyum menguatkan.


***


Hari ini Nana berangkat ke Surabaya setelah beberapa waktu yang lalu, keinginannya untuk pindah ke Surabaya ditolak olah Alan dan Dokter Anggun. namun karena kegigihannya menyakinkan papa dan mamanya. kali ini Nana berhasil mendapatkan ijin untuk kuliah di surabaya. tapi di Surabaya Nana tidak lagi kuliah dibidang kesehatan melainkan kuliah menejemen bisnis. walaupun tidak satu fakultas dengan Amar, setidaknya kini mereka satu universitas dan juga berada didalam satu kota.


"Kak Nana benar-benar pindah kesini?" tanya Rara kaget menerima telpon dari mamanya yang memberitahukan tentang kepindahan kakaknya


"Ma, mama tau kan? kenapa Rara jauh-jauh sekolah disini disaat Rara ingin berada di dekat mama?"


"Iya sayang, mama tau. mama juga tidak mengerti kenapa Nana begitu kekeh ingin pindah ke Surabaya. tapi kamu tau sendiri, seperti apa kakak kalau sudah memiliki keinginan. mungkin benar saat jauh dari kamu, kakak baru merasakan kehilangan adiknya dan tidak ingin jauh dari adiknya. ambil positifnya saja ya sayang. semoga kalian bisa selalu rukun. mama sangat berharap kalian berdua bisa saling menyayangi." ucap Dokter Anggun


"Iya ma, Rara sayang sama kak Nana ma, Kalau memang kak Nana pindah kesini karena ingin dekat dengan Rara, Pasti Rara akan sangat bahagia" jawab Rara


"Ya sudah mama tutup telponnya dulu ya nak. diluar sudah banyak pasien yang menunggu. Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Rara menutup panggilan dan menghela nafas. seakan Rara curiga dengan niat Nana yang tidak sesimpel itu untuk jauh-jauh pindah ke Surabaya dan harus mengulangi kuliah dari awal.


***


"Kak Nana, alhamdulilah kakak sudah sampai. tadi Rara sempat kaget waktu mama bilang kalau kakak mau pindah kesini, Rara pikir cuma bercanda tapi ternyata benaran" ucap Rara


"Kamu senang kan aku kesini? jadi kita bisa selalu dekat sekarang tidak usah berjauhan lagi" ucap Nana tersenyum


"Iya kak, Rara senang. bisa dekat dengan kak Nana. kita kekamar kakak yuk, Rara antarin" ucap Rara menuju lantai dua


"Ini kamar kakak, kalau yang ini kamar Rara. kamar kita berdekatan. jadi kalau kakak butuh apa-apa, kakak bisa memanggilku" ucap Rara menunjuk kamar


"Tapi kenapa kamar kamu lebih besar dari pada kamarku ya?" Nana melihat kedua kamar dan mencoba membandingkan

__ADS_1


"Oo iya kak, kamar Rara memang lebih besar, karena dari awal Rara datang Rara sudah menempati kamar ini. Tapi kalau kakak menginginkan kamar Rara gak apa-apa kok, kak Nana bisa menempati kamar Rara, biar nanti Rara pindahan barang-barang Rara" Ucap Rara


"Okay, aku mau kamar kamu" jawab Nana singkat


Rara berusaha untuk mengerti keinginan kakanya dan segera memindahkan barang-barangnya kekamar sebelah.


"Kenapa feelingku gak enak gini ya" batin Rara


"Kenapa barang milik kamu, kamu pindah kesebelah Ra? tanya kakek melihat Rara memindahkan barang-barangnya


"Tidak apa-apa kek, kamar Rara terlalu besar buat Rara. jadi Rara minta kak Nana dikamar Rara saja, biar Rara yang disini" jawab Rara


"Nana sudah datang" tanya kakek


"Sudah kek, ada dikamar, biar Rara panggi."


Tok.. tok..


Rara mengetuk pintu


"Ada apa Ra?" ucap Nana membuka pintu


"Kakek sudah dirumah kak, tadi menanyakan kakak" jawab Rara


"Iya aku akan kesana, menemui kakek" jawab Nana pergi ke ruang tamu


"Assalamu'alaikum kek" ucap Nana menyalami kakek


"Walaikumsalam, bagaimana perjalanannya?"


"Alhamdulillah lancar kek. oya kek, tadi mama bawakan masakan kesukaan kakek. apa kakek mau makan sekarang?" tanya Nana

__ADS_1


"Boleh, masakkan mama kamu pasti enak. kakek sudah tidak sabar makan, masakkan mama kamu" ucap kakek tersenyum


^ Happy Reading ^


__ADS_2